Jateng

PBA Rayakan Dies Natalis ke-62, Fokus Cetak SDM Kompeten di Tengah Transformasi Digital Maritim

Arixc Ardana | 18 September 2026, 08:55 WIB
PBA Rayakan Dies Natalis ke-62, Fokus Cetak SDM Kompeten di Tengah Transformasi Digital Maritim
Politeknik Bumi Akpelni (PBA) memperingati puncak Dies Natalis ke-62 dengan menggelar upacara dan apel taruna.

JATENG.AKURAT.CO, Politeknik Bumi Akpelni (PBA) memperingati puncak Dies Natalis ke-62 dengan menggelar upacara dan apel taruna.

Momentum tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan PBA sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang pelayaran, kemaritiman, dan logistik.

Upacara tersebut dipimpin Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr Aisyah Endah Palupi, selaku inspektur upacara.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Aisyah menyampaikan apresiasi atas perjalanan PBA yang telah memasuki usia 62 tahun. Menurutnya, usia tersebut menunjukkan perjalanan panjang sekaligus kematangan sebuah institusi pendidikan dalam menjalankan perannya.

"Saya sampaikan selamat untuk Kampus PBA, dan di tengah usianya yang semakin matang menjadi pilihan banyak orang melanjutkan studi ke perguruan tinggi," tutur Prof Aisyah didampingi Direktur PBA, Capt Cahya Fajar Budi Hartanto MMar MSi.

Ia juga mengaku bangga dapat memimpin upacara dengan mengenakan seragam kebesaran perwira maritim dan pelayaran.

Menurut Prof Aisyah, hal tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para taruna agar semakin serius menekuni bidang kemaritiman dan pelayaran.

"Kita semua tahu Indonesia adalah negara kepulauan, kondisi ini menjadikan pendidikan di bidang pelayaran dan kemaritiman sangat dibutuhkan dari waktu ke waktu," imbuhnya.

Taruna Diminta Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi

Di tengah kebutuhan sumber daya manusia di sektor kemaritiman, Prof Aisyah mengingatkan para taruna agar tidak berhenti meningkatkan kemampuan akademik.

Perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi telah membawa perubahan terhadap berbagai aspek dunia kemaritiman. Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Prof Aisyah berharap lulusan PBA nantinya tidak hanya memiliki kompetensi untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dan perubahan positif di tengah masyarakat.

"Keinginannya lulusan Politeknik Bumi Akpelni tidak hanya menjadi yang terbaik, melainkan melakukan perubahan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju," ujarnya.

Ia menambahkan, para lulusan pendidikan kemaritiman memiliki peran dalam mendukung sektor pelayaran nasional, termasuk mengelola dan mengoperasikan berbagai aktivitas kemaritiman untuk mendukung perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Kompetensi, Sinergi, dan Inovasi Jadi Fokus PBA

Direktur PBA, Capt Cahya Fajar Budi Hartanto, mengatakan pengembangan pendidikan di kampusnya bertumpu pada tiga aspek utama, yakni kompetensi, sinergi, dan inovasi.

Kompetensi berkaitan dengan kemampuan dan keunggulan yang dibutuhkan para taruna dalam menjalankan tugas profesional setelah menyelesaikan pendidikan.

Karena itu, mahasiswa dibekali ilmu pengetahuan serta teknologi modern selama menjalani proses perkuliahan.

"Kami memiliki perhatian tinggi terhadap persoalan kompetensi, sinergi, dan inovasi," ungkap Capt Cahya Fajar.

Menurutnya, pembekalan tersebut menjadi penting karena dunia kerja, khususnya sektor kemaritiman dan logistik, terus mengalami perkembangan.

PBA juga terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak. Jaringan tersebut dibangun pada tingkat regional, nasional hingga global.

Salah satu bentuk sinergi yang dilakukan adalah dengan menggandeng Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (ALFI/ILFA).

Kerja sama dengan asosiasi industri tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan proses pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dorong Lulusan Siap Memasuki Dunia Industri

Capt Cahya Fajar menjelaskan, kebutuhan industri saat ini tidak hanya menuntut lulusan memiliki ijazah dan pengetahuan akademis. Dunia kerja juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi praktis dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Perubahan tersebut semakin terlihat dengan berkembangnya digitalisasi dalam industri kemaritiman dan logistik.

Pemanfaatan teknologi kini mencakup berbagai aspek, mulai dari sistem dokumen, pergudangan hingga proses logistik.

Kondisi tersebut mendorong PBA untuk mempersiapkan lulusan agar memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Bahkan, terdapat tuntutan agar lulusan perguruan tinggi kemaritiman memiliki kesiapan kerja sehingga dapat langsung menerapkan kompetensi yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan.

"Plug and play, sehingga ketika lulus tidak perlu dilatih dan siap bekerja," jelas Capt Cahya Fajar.

Untuk mendukung target tersebut, PBA melakukan berbagai inovasi dalam proses pembelajaran.

Salah satunya dengan menyediakan sarana praktik dan pembelajaran yang dirancang mendekati kondisi peralatan yang digunakan di industri.

Kampus menyediakan mesin simulator serta berbagai perangkat dan aplikasi terbaru yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan teknis.

Ikuti Perkembangan Industri Maritim dan Logistik

Penguatan fasilitas pembelajaran tersebut menjadi bagian dari strategi PBA menghadapi perubahan industri yang berlangsung cepat.

Para taruna tidak hanya diarahkan untuk memahami teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman menggunakan teknologi yang relevan dengan kebutuhan profesional.

Hal tersebut diharapkan dapat memperkecil kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan dunia industri.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya pengajar atau dosen juga terus dilakukan untuk mendukung proses pendidikan.

Sinergi dengan dunia industri dan asosiasi profesi menjadi bagian penting agar pembelajaran dapat terus mengikuti perkembangan lapangan.

Melalui pendekatan tersebut, PBA berupaya membangun ekosistem pendidikan yang menggabungkan kompetensi akademik, keterampilan praktis, karakter profesional serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi.

Puncak Dies Natalis ke-62 akhirnya menjadi momentum bagi PBA untuk menegaskan kembali perannya sebagai salah satu institusi pendidikan yang bergerak di bidang kemaritiman.

Dengan perjalanan selama 62 tahun, PBA terus mendorong penguatan kompetensi taruna, memperluas jejaring dengan dunia industri serta menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran.

Upaya tersebut diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu memasuki dunia profesional sekaligus memberikan kontribusi bagi perkembangan sektor pelayaran, kemaritiman dan logistik Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.