Jateng

Program Enduro Home Service Pertamina Lubricants Dorong Kewirausahaan Siswa SMK Harapan Mulya Kendal

Arixc Ardana | 18 September 2026, 08:29 WIB
Program Enduro Home Service Pertamina Lubricants Dorong Kewirausahaan Siswa SMK Harapan Mulya Kendal
Siswa-siswa SMK Harapan Mulya Kendal membuktikan keterampilan otomotif yang mereka pelajari dapat dikembangkan menjadi peluang usaha melalui bengkel Teaching Factory (TEFA) Karya Speed

JATENG.AKURAT.CO, Pendidikan vokasi tak melulu soal belajar teori dan praktik di ruang kelas. Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) justru mendapat kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana mengelola sebuah usaha.

Siswa-siswa SMK Harapan Mulya Kendal membuktikan keterampilan otomotif yang mereka pelajari dapat dikembangkan menjadi peluang usaha melalui bengkel Teaching Factory (TEFA) Karya Speed.

Bengkel yang berdiri sejak 2022 tersebut kini mampu melayani hingga 200 sepeda motor setiap bulan. Dari aktivitas tersebut, bengkel binaan ini telah mencatat omzet mencapai sekitar Rp600 juta sejak berdiri.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Pertamina Lubricants melalui program Enduro Home Service (EHS).

Program Creating Shared Value (CSV) tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa SMK dalam bidang perbaikan mesin otomotif sekaligus mengenalkan mereka pada dunia kewirausahaan.

Melalui program ini, siswa tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis sebagai mekanik. Mereka juga mendapatkan pembekalan mengenai bagaimana sebuah bengkel dijalankan dan dikembangkan.

Siswa Belajar Jadi Mekanik Sekaligus Pengusaha

Program EHS membekali para siswa dengan berbagai kemampuan, mulai dari teknis perbengkelan, kewirausahaan, administrasi bengkel, hingga pelatihan stamina dan fisik.

Tak berhenti pada hard skill, para siswa juga mendapatkan pembelajaran soft skill.

Kemampuan bekerja dalam tim, komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada konsumen hingga keterampilan membuat konten digital untuk mempromosikan bengkel menjadi bagian dari pengalaman yang mereka dapatkan.

Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, mengatakan program tersebut dirancang agar siswa memiliki perspektif lebih luas mengenai keterampilan otomotif.

"Kami ingin memperluas perspektif siswa bahwa keterampilan otomotif yang mereka pelajari tidak hanya menjadi bekal untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi modal untuk menciptakan peluang," ujar Rika.

Menurutnya, pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena siswa dapat memahami bagaimana menghadapi konsumen dan menjalankan aktivitas bengkel secara nyata.

"Karena itu, melalui EHS, siswa mendapatkan pengalaman langsung cara mengoperasikan bengkel, melayani pelanggan, hingga mempromosikan usaha mereka," katanya.

Strategi Bengkel Karya Speed Menjangkau Konsumen

SMK Harapan Mulya Kendal juga terus melakukan inovasi agar aktivitas Teaching Factory Karya Speed tidak berhenti sebagai tempat praktik siswa.

Kepala Sekolah SMK Harapan Mulya Kendal, Rikha Imaniarti, S.Pd., mengatakan pihak sekolah mengembangkan sejumlah strategi untuk memperluas pasar dan meningkatkan layanan bengkel.

Salah satunya dengan mengirimkan proposal layanan servis kunjungan kepada perumahan, instansi hingga komunitas di wilayah Kendal.

"Kami menerapkan berbagai strategi salah satunya adalah mengirimkan proposal untuk melakukan servis kunjungan ke perumahan, instansi, dan event komunitas di sekitar wilayah Kendal," ungkap Rikha.

Selain layanan servis kunjungan, Karya Speed juga menawarkan opsi pembayaran pay later bagi konsumen.

Bengkel tersebut juga membuka kemitraan dengan sejumlah pihak, mulai dari industri, perusahaan otomotif, perusahaan kurir e-commerce hingga perusahaan ekspedisi.

Digitalisasi turut menjadi bagian dari strategi pengembangan bengkel agar layanan dan pemasaran dapat menjangkau konsumen lebih luas.

150 Siswa Sudah Terlibat

Sejak program Enduro Home Service bergulir pada 2022, sebanyak 150 siswa SMK Harapan Mulya telah terlibat di dalamnya.

Program tersebut memberi kesempatan bagi siswa untuk merasakan langsung tantangan yang dihadapi mekanik ketika berhadapan dengan konsumen.

Salah satunya dirasakan Muhammad Daffa, siswa kelas XII SMK Harapan Mulya Kendal.

Menurut Daffa, pengalaman yang diperolehnya melalui program tersebut membuat dirinya lebih memahami kondisi nyata yang akan dihadapi ketika terjun ke dunia kerja.

"Programnya benar-benar membantu saya memahami tantangan nyata yang dihadapi mekanik saat melayani konsumen, termasuk cara berkomunikasi," ujar Daffa.

Ia mengatakan persoalan yang dihadapi mekanik di lapangan sangat beragam. Namun, keberadaan guru pendamping membuat para siswa dapat belajar mencari solusi atas persoalan tersebut.

"Masalah-masalah teknis di lapangan sangat beragam, tapi dengan bantuan guru pendamping kami dapat belajar dan mengatasinya. Saya menjadi lebih percaya diri untuk menerapkan skill ini di lapangan setelah lulus," katanya.

Ada Program Lanjutan untuk Calon Pengusaha Bengkel

Pembelajaran yang diperoleh siswa tidak berhenti ketika mereka menyelesaikan program EHS.

Para siswa juga memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan melalui Enduro Student Program (ESP).

Program tersebut memberikan pelatihan teknis, pendidikan karakter kewirausahaan serta pendampingan bisnis.

Tujuannya adalah membantu siswa yang telah menyelesaikan pendidikan SMK agar dapat mengembangkan usaha bengkel secara mandiri.

Dampak program tersebut juga terlihat dari alumni SMK Harapan Mulya.

Salah satu alumninya, Sumaidi, berhasil mengembangkan bengkel mandiri dengan omzet tertinggi mencapai Rp30 juta per bulan.

Sumaidi kini juga menjadi mitra aktif Pertamina Enduro dengan prestasi penjualan mencapai 200 liter per bulan.

Dari Kendal hingga Pengalaman di Mandalika

Program EHS juga membuka akses pengalaman yang lebih luas bagi siswa SMK berprestasi.

Selain praktik langsung di bengkel, siswa dapat diperkenalkan dengan ekosistem otomotif yang lebih luas.

Salah satu kesempatan tersebut adalah mengikuti program Coaching Mekanik VR46 Academy di Pertamina Mandalika GP.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan siswa terhadap perkembangan industri otomotif sekaligus memberikan akses pembelajaran di luar lingkungan sekolah.

Hingga kini, program Enduro Home Service telah bermitra dengan 53 SMK di seluruh Indonesia.

Khusus SMK Harapan Mulya Kendal, program tersebut telah membantu melahirkan 20 lulusan yang mampu mengelola bengkel secara mandiri.

Pertamina Lubricants menyatakan akan terus memperluas kolaborasi dengan dunia pendidikan dan industri.

Harapannya, semakin banyak siswa SMK yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan usaha sendiri.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterampilan vokasi dapat menjadi modal bagi generasi muda untuk membangun karier maupun mengembangkan usaha di sektor otomotif.

Tentang Pertamina Lubricants

PT Pertamina Lubricants merupakan anak perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Downstream (SHD) Pertamina yang bergerak dalam bidang produksi, pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, penyaluran dan pemasaran pelumas, grease serta specialities chemicals.

Pertamina Lubricants mengoperasikan tiga unit produksi di Gresik, Cilacap dan Jakarta, serta satu unit produksi di Thailand dengan total kapasitas lebih dari 535 juta liter per tahun.

Selain memenuhi kebutuhan pasar pelumas di Indonesia, Pertamina Lubricants telah berekspansi ke 16 negara di dunia.

Pengembangan pasar luar negeri menjadi salah satu bagian dari tujuan perusahaan untuk menjadi global champion di industri pelumas.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.