Jateng

Sebelum Merekrut Generasi Z Dalam Perusahaan, Pertimbangkan 4 Hal Ini

Theo Adi Pratama | 2 September 2023, 10:00 WIB
Sebelum Merekrut Generasi Z Dalam Perusahaan, Pertimbangkan 4 Hal Ini

AKURAT.CO - Dalam beberapa tahun mendatang, bukan generasi millennial yang mendominasi dunia kerja melainkan generasi Z yang merupakan generasi yang lahir antara tahun 1995-2010. 

Melihat kondisi ini, perusahaan sebaiknya membuat pertimbangan khusus tentang metode perekrutan dan cara kerja terbaru.

Sebab, cara kerja generasi Z pasti berbeda dibandingkan generasi pendahulunya.

Tetapi sebelumnya, lebih baik Anda sebagai perekrut mulai mempertimbangkan beberapa hal ini sebelum memang melakukan perekrutan terutama bagi generasi Z:

Baca Juga: Mengenal Financial Planner Serta 5 Fungsinya Dalam Mengatur Keuangan

Menawarkan jabatan menarik

Metode mencari kerja antara generasi millennial dan Z sebenarnya tidak jauh berbeda.

Keduanya masih sama-sama mengandalkan portal mencari kerja, situs resmi perusahaan, sosial media, job fair, dan referensi dari orang lain.

Namun, yang unik adalah generasi Z cenderung melihat jabatan yang ditawarkan.

Disarankan untuk tidak menawarkan jabatan yang basic, melainkan lebih spesifik.

Jika jabatan di bagian keuangan umumnya accounting and finance, coba buat lebih spesifik seperti budget controller.

Baca Juga: Tertarik dengan Dunia Kesehatan Hewan? Cobalah Menelisik Profesi Dokter Hewan dan Peluang Karirnya

Menjelaskan deskripsi pekerjaan secara rinci

Selain jabatan, generasi Z juga berharap agar perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja mau menjelaskan deskripsi pekerjaan di situs atau web lowongan kerja secara detail.

Tujuannya agar para generasi Z tahu gambaran aktivitasnya di dalam suatu perusahaan. 

Ketika deskripsi kerja tidak sesuai dengan kapabilitas, mereka dengan senang hati mundur dan melamar di perusahaan lain.

Sebab, kebanyakan generasi Z mencari kerja yang memberikan kenyamanan.

Baca Juga: Melihat Sekilas Managmenet Training Dari Tugas dan Manfaatnya Terutama Buat Fresh Graduate

Menerapkan budaya kerja yang baru

Budaya kerja tradisional sudah pasti ketinggalan zaman, terutama bagi generasi Z.

Perusahaan punya PR besar untuk memperbaharui atau mengganti budaya kerja menjadi lebih asyik dan fleksibel. 

Misalnya, membebaskan karyawan untuk makan siang dimana saja sewaktu jam istirahat.

Jadi, tempat persinggahannya bukan hanya di kantor terus. Dengan catatan harus disiplin waktu. 

Baca Juga: Jala Lintas Media Membuka Lowongan Pekerjaan Penempatan Jakarta Timur

Jumlah gaji yang pantas

Istilah take and give berlaku dalam dunia kerja generasi Z.

Artinya apa yang mereka berikan harus sesuai dengan yang didapatkan, yaitu gaji.

Perusahaan harus memikirkan jumlah gaji sebaik mungkin untuk menghindari terjadinya “bola salju” atau resign saat akhir tahun tiba.

Apalagi saat ini, peluang untuk mencari pundi-pundi uang sangat besar.

Menjadi karyawan di perusahaan bukan satu-satunya jalan untuk mencari uang, tapi generasi Z bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi dan sosial media. 

Itu dia empat pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk melakukan perekrutan buat generasi Z.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.