Jateng

5 URBAN LEGEND JEPANG PALING GILA! Hanako-san di Toilet Sekolah Hingga Wanita Bermulut Sobek yang Mencegat Anda di Jalan Sepi! (Part 2)

Theo Adi Pratama | 29 Oktober 2025, 15:00 WIB
5 URBAN LEGEND JEPANG PALING GILA! Hanako-san di Toilet Sekolah Hingga Wanita Bermulut Sobek yang Mencegat Anda di Jalan Sepi! (Part 2)

JATENG.AKURAT.CO, Jepang memang gudangnya kisah seram yang dijamin bikin insomnia. Setelah menyelami kisah Fatal Fare dan kutukan Red Room di bagian pertama, kini kita masuk lebih dalam ke lorong-lorong sekolah, toilet umum, hingga rel kereta api, tempat-tempat urban legend paling mengerikan bersembunyi.

Para hantu ini dikenal memiliki aturan main yang spesifik. Salah memilih jawaban atau salah memilih warna, nyawa Anda bisa melayang. Berani uji nyali? Simak deretan urban legend Jepang paling populer (Bagian 2) yang wajib Anda ketahui!

1. Hanako-san: Penghuni Toilet Sekolah yang Paling Ikonik

Jika Anda pernah menonton film horor Jepang bertema sekolah, nama Hanako-san pasti tidak asing. Dia adalah hantu paling populer di kalangan murid-murid Jepang dan menjadi benchmark utama untuk uji nyali.

Aturan Main Hanako: Hanako-san konon bersemayam di toilet perempuan, khususnya bilik ketiga di lantai tiga. Untuk memanggilnya, Anda harus mengetuk pintu bilik tersebut sebanyak tiga kali sambil berteriak, "Hanako-san, apakah kamu di sana?"

Konsekuensi Mengerikan: Jika Anda beruntung, tidak akan terjadi apa-apa. Tetapi jika ia menjawab, jangan coba-coba membuka pintu! Hanako-san bisa muncul dan menarik Anda masuk ke dalam toilet, dan Anda tidak akan pernah kembali. Konon, Hanako adalah arwah seorang murid perempuan yang meninggal secara tragis di sekolah tersebut. Legenda ini sukses membuat siapa pun yang ingin buang air di sekolah menjadi ketakutan setengah mati.

2. Kepala Sapi (Go-zu): Kisah yang Terlalu Mengerikan untuk Didengar

Kepala Sapi (Go-zu) adalah salah satu urban legend paling langka dan paling ditakuti, karena konon, kisah ini begitu mengerikan sampai bisa menyebabkan kematian atau kegilaan bagi yang mendengarnya.

Insiden Bus Maut: Ada kisah nyata yang diyakini mendukung legenda ini: seorang guru sedang dalam perjalanan darmawisata menggunakan bus bersama murid-muridnya. Untuk mengisi waktu, sang guru mulai bercerita. Ia lantas menceritakan kisah tentang Kepala Sapi.

Saat ia bercerita, tiba-tiba sang guru terlihat seperti kerasukan dan tidak bisa menghentikan ceritanya, meskipun murid-murid berteriak minta berhenti karena ketakutan. Akhirnya, guru tersebut pingsan, dan yang lebih mengerikan, semua murid yang mendengarnya mengeluarkan busa dari mulut mereka karena shock dan ketakutan ekstrem.

Hingga kini, inti cerita Kepala Sapi yang sesungguhnya sengaja disembunyikan atau dilupakan, menjadikannya misteri yang menakutkan: apa yang ada dalam cerita itu yang bisa menghancurkan jiwa pendengarnya?

3. Aka Manto: Dilema Kertas Merah atau Biru di Toilet

Aka Manto (Jubah Merah) adalah hantu toilet lain yang tidak kalah kejam dan terkenal. Hantu ini adalah sosok pria berjubah merah yang gemar bersembunyi di toilet, khususnya bilik paling belakang.

Pilihan Maut: Saat Anda sedang lengah, sebuah suara akan muncul dan bertanya, "Mau kertas merah atau kertas biru?".

Jika Anda memilih Merah, Anda akan mati dengan cara berdarah-darah (darah Anda akan dilucuti atau tubuh Anda dikuliti).

Jika Anda memilih Biru, Anda akan mati karena kehabisan darah atau dicekik hingga lemas (kulit Anda berubah biru).

Jika Anda mencoba memilih warna lain (misalnya kuning atau ungu), Anda justru akan ditarik langsung ke neraka!.

Satu-satunya Cara Selamat: Taktik yang paling aman adalah dengan mengatakan, "Saya tidak butuh kertas apa pun!" Setelah itu, Anda harus lari sekencang-kencangnya dan jangan pernah menoleh ke belakang!

4. Kuchisake-onna: Wanita Bermulut Sobek

Ini adalah hantu jalanan yang paling terkenal. Kuchisake-onna (Wanita Bermulut Sobek) adalah arwah wanita yang wajahnya rusak, dengan mulut terpotong dari telinga ke telinga. Ia selalu menutupi wajahnya dengan masker, seperti yang umum di Jepang.

Pertanyaan Maut Berulang: Ia suka mencegat orang, terutama anak muda, di jalanan sepi dan bertanya, "Apakah aku cantik?".

Jika Anda menjawab Tidak, ia akan langsung menusuk Anda dengan gunting besar yang selalu dibawanya.

Jika Anda menjawab Ya, ia akan membuka maskernya, memperlihatkan mulutnya yang sobek mengerikan, dan bertanya lagi, "Bagaimana sekarang? Apakah aku masih cantik?".

Jebakan Kedua: Jika Anda menjawab 'Ya' lagi, ia akan menyobek mulut Anda hingga seperti dirinya!

Taktik Penyelamat: Satu-satunya cara untuk mengacaukannya dan mendapatkan waktu untuk melarikan diri adalah dengan memberikan jawaban yang membingungkan, seperti "Biasa saja," "Lumayan," atau "Kamu terlihat normal." Jawaban netral ini akan membuatnya bingung, memberi Anda waktu untuk kabur sebelum ia memutuskan hukuman mati Anda.

5. Teke Teke: Hantu Setengah Badan di Rel Kereta

Teke Teke adalah kisah yang menggambarkan rasa sakit yang mendalam dan dendam. Ceritanya berasal dari seorang gadis yang jatuh di rel kereta api dan tubuhnya terpotong menjadi dua.

Suara di Malam Hari: Arwahnya kini gentayangan, bergerak dengan menyeret tubuh bagian atasnya menggunakan kedua tangan, menimbulkan suara gesekan yang berbunyi "teke-teke" (dari sinilah namanya berasal).

Bahaya Kecepatan: Jika Anda bertemu dengannya, segera lari! Hantu ini sangat cepat, bahkan konon bisa mengejar mobil. Jika ia berhasil menangkap Anda, ia akan memotong tubuh Anda menjadi dua menggunakan sabit atau alat tajam.

Beberapa versi legenda mengatakan bahwa jika ia bertanya, "Di mana kakiku?" Anda harus menjawab, "Di jalan tol Meishin" (nama jalan tol yang sering disebut dalam legenda ini) untuk mengalihkan perhatiannya dan lolos.

Kisah-kisah ini menjadi bukti bahwa ketakutan tidak mengenal batas zaman. Apakah Anda lebih takut pada Hanako-san di bilik toilet sekolah, ataukah Anda lebih gentar bertemu Kuchisake-onna di jalanan sepi?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.