Jateng

5 Urban Legend Jepang Paling Ikonik yang Bikin Anda Ketakutan saat Naik Taksi Sendirian dan Browsing Internet Malam Hari! (Part 1)

Theo Adi Pratama | 29 Oktober 2025, 12:00 WIB
5 Urban Legend Jepang Paling Ikonik yang Bikin Anda Ketakutan saat Naik Taksi Sendirian dan Browsing Internet Malam Hari! (Part 1)

JATENG.AKURAT.CO, Jepang, dengan budayanya yang kaya dan sejarahnya yang panjang, menyimpan banyak kisah seram yang diwariskan secara lisan, dikenal sebagai urban legend. Kisah-kisah ini seringkali begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari—bersembunyi di balik teknologi modern, di jalanan sepi, bahkan di dalam benda seni tradisional.

Jika Anda penggemar horor dan berencana mengunjungi Negeri Sakura, bersiaplah, karena lima urban legend paling terkenal ini mungkin akan membuat bulu kuduk Anda berdiri.

1. Fatal Fare: Taksi Hantu dan Tebing Maut

Pernahkah Anda naik taksi sendirian di tengah malam? Kisah Fatal Fare mungkin akan membuat Anda berpikir dua kali.

Ceritanya berpusat pada seorang supir taksi yang memberanikan diri menawarkan tumpangan di jalanan sepi tengah malam. Seorang penumpang naik, duduk di kursi belakang, dan meminta diantar ke tempat yang aneh dan terpencil.

Awalnya, si supir ragu, tetapi ia akhirnya mengikuti petunjuk jalan dari penumpang misterius itu. Petunjuk yang diberikan penumpang makin lama makin rumit dan mengalihkan perhatian. Ketika si supir merasa suasana makin mencekam, ia memutuskan melirik ke belakang.

Jleb! Kursi belakangnya ternyata kosong melompong!.

Panik luar biasa, si supir kehilangan kendali, mobilnya oleng, dan nahasnya, jatuh dari tebing. Urban legend ini menjadi peringatan keras bagi para pekerja malam atau siapa pun yang bepergian larut di jalanan sepi: terkadang, tumpangan yang Anda dapatkan bukanlah dari dunia nyata.

2. Topeng Noh: Ekspresi Ganda yang Menghancurkan Jiwa

Topeng Noh adalah salah satu simbol seni pertunjukan tradisional Jepang yang sangat berharga. Namun, di balik nilai estetikanya, tersimpan kisah yang mengerikan.

Konon, topeng ini memiliki kemampuan mistis untuk menyedot aura negatif—seperti kebencian, kemarahan, atau kesedihan—dari orang yang mengenakannya. Yang membuatnya semakin menakutkan adalah ekspresi topengnya yang ambigu: separuh mukanya tertawa, dan separuh lainnya menangis.

Dampak Mengerikan: Siapa pun yang memakai topeng ini konon akan merasa "ketagihan" dengan efek pembersihan aura ini. Namun, lama-lama, tubuh pemakainya justru akan rusak dan hancur karena dimakan oleh aura negatif yang diserap topeng tersebut. Bahkan, legenda mengatakan bahwa setelah pemiliknya meninggal, roh topengnya akan mengambil alih tubuhnya, menjadikannya boneka abadi.

Ini adalah pengingat bahwa seni klasik pun bisa menyimpan energi spiritual yang gelap.

3. Hone-onna: Kecantikan yang Menipu dan Tulang Belulang Maut

Hone-onna, yang secara harfiah berarti "Wanita Tulang", adalah salah satu hantu perempuan paling mematikan dalam urban legend Jepang.

Dia digambarkan sebagai hantu wanita cantik yang mengenakan kimono, sering menggoda pria-pria yang sedang sendirian di tempat gelap. Daya tarik fisiknya sangat kuat, tetapi itu hanyalah ilusi semata!

Pelukan Maut: Kenyataannya, di balik kimono yang indah itu, hanya ada tulang belulang. Begitu korbannya terpikat dan mendekat, Hone-onna akan memeluk mereka erat-erat, menyedot jiwa korban hingga pria itu menjadi mayat kering. Legenda ini termasuk yang paling membuat merinding dan populer, karena memperingatkan bahaya nafsu yang tersembunyi di balik kecantikan palsu.

4. Pilar Manusia (Hitobashira): Fondasi yang Dibangun dari Nyawa

Ini adalah urban legend yang terkait erat dengan arsitektur dan sejarah kelam Jepang. Di masa lalu, orang Jepang memiliki kepercayaan mengerikan: untuk membuat sebuah bangunan, terutama bangunan besar seperti jembatan atau kastil, menjadi sangat kuat dan tahan gempa, mereka harus memberikan "tumbal" manusia.

Praktik ini dikenal sebagai Hitobashira (Pilar Manusia). Seseorang akan sengaja dikubur hidup-hidup di dalam tembok atau fondasi gedung.

Lokasi Angker: Kastil Matsue dan terowongan Jamon diyakini termasuk bangunan yang menggunakan Hitobashira. Bahkan hingga kini, masinis kereta api sering mengaku mendengar suara jeritan dari dalam terowongan, yang diyakini adalah arwah orang-orang yang dikorbankan dan dikubur di sana. Bagi Anda yang suka wisata horor, tempat-tempat ini menawarkan perpaduan sejarah mistis yang gelap dan sangat memancing penasaran.

5. Kutukan Red Room: Pop-up Maut di Dunia Maya

Inilah urban legend yang paling relevan dengan era digital. Red Room adalah kisah yang menyebar melalui internet dan berawal dari sebuah pop-up aneh di layar komputer.

Secara tiba-tiba, pop-up itu akan muncul, bertanya dengan suara menyeramkan, "Apakah kamu suka kamar merah?". Semakin Anda mencoba menutupnya, pop-up itu akan terus muncul kembali.

Nasib Korban: Setelah suara itu selesai berbicara, layar komputer akan berubah menjadi merah penuh, menampilkan nama-nama korban sebelumnya yang telah dikutuk. Puncaknya yang paling mengerikan adalah nasib si korban: mereka akan ditemukan tewas di kamarnya sendiri, dengan seluruh dinding kamar dicat merah menggunakan darah mereka sendiri.

Red Room menjadi representasi modern dari ketakutan digital, mengingatkan kita bahwa bahaya dan kutukan tidak hanya datang dari dunia nyata, tetapi juga bisa merayap keluar dari layar komputer Anda.

Kisah-kisah ini menunjukkan betapa kayanya budaya mistis Jepang. Siapa tahu, saat Anda berjalan di sekitar kastil kuno atau bahkan saat browsing di internet, Anda sedang berada dekat dengan salah satu legenda tersebut!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.