Jateng

RAHASIA BUSUK RONALD REAGAN: Dari Aktor Snitch Hollywood, Abaikan AIDS, Hingga Tudingan Pengkhianatan di Krisis Sandera!

Theo Adi Pratama | 24 Oktober 2025, 10:18 WIB
RAHASIA BUSUK RONALD REAGAN: Dari Aktor Snitch Hollywood, Abaikan AIDS, Hingga Tudingan Pengkhianatan di Krisis Sandera!

JATENG.AKURAT.CO, Siapa yang tidak kenal Ronald Reagan? Di mata banyak orang, ia adalah pahlawan konservatif era 80-an; pria yang mengakhiri Perang Dingin, berjiwa koboi sejati, dan memiliki senyum menawan. Bahkan, ia adalah presiden yang begitu terobsesi dengan jelly beans hingga ia menyediakannya di mana-mana, dari Oval Office hingga Air Force One.

Namun, di balik citra all-American dan kecintaan pada manisan itu, tersembunyi sejarah yang jauh lebih kotor, penuh intrik, skandal, dan keputusan yang merenggut nyawa ribuan orang. Inilah kisah gelap Ronald Reagan, yang melibatkan pemerasan emosional, mata-mata FBI, astrologi, dan tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi.

1. Bintang B-Movie yang Terhina: Dari Pahlawan Film Hingga Bahan Lelucon Kamar Tidur

Dikenal dengan julukan "Dutch," Reagan memulai kariernya sebagai penyiar radio pada tahun 1930-an, uniknya, ia harus membuat-buat suasana dan komentar pertandingan hanya berdasarkan laporan telegraf. Sebuah pertunjukan total yang mengasah kemampuan aktingnya.

Ia kemudian menjadi aktor film B-movie di Hollywood. Meskipun bukan aktor yang luar biasa, ia memiliki citra "bersih dan ramah" yang disukai studio. Di sana ia bertemu aktris Jane Wyman. Pernikahan pertama mereka penuh drama. Reagan setuju menikahi Jane setelah Jane mengancam bunuh diri.

Pernikahan itu hancur ketika karier Jane melesat (ia memenangkan Oscar pada 1948), sementara karier Reagan jalan di tempat. Kabar burung menyebutkan bahwa alasan Jane menggugat cerai sangatlah memalukan: ia mencantumkan bahwa Reagan "buruk di ranjang" sebagai salah satu masalah.

Kekalahan dan penghinaan ini menjadi lelucon gelap di Hollywood, terutama setelah Jane dan teman-temannya menyebarkan parodi dialog Reagan di filmnya: "Where's the rest of me?" yang digunakan sebagai lelucon untuk menghina ukuran anu Reagan. Bagi Reagan, yang sangat membenci direndahkan, terutama oleh wanita, hal ini sungguh memalukan.

2. Agen Ganda: Reagan Si "Snitch" FBI Hollywood

Ternyata, saat masih menjadi aktor dan menjabat di dewan Screen Actors Guild (SAG), Ronald Reagan diam-diam memiliki pekerjaan sampingan yang sangat sensitif: menjadi informan FBI.

Di tengah paranoia Perang Dingin yang disebut Red Scare (Ketakutan Merah), Reagan secara langsung melapor kepada biro J. Edgar Hoover mengenai ancaman infiltrasi komunis di Hollywood. Reagan percaya ia melakukan hal yang patriotik, namun faktanya, ia menyerahkan nama-nama—aktor, penulis skenario, dan sutradara—yang ia curigai condong ke kiri atau terlalu gigih memperjuangkan hak-hak pekerja. Aksi "snitching" ini menjadi dasar bagi banyak aktor dan kru untuk di-blacklist dan merusak karier mereka, sekaligus meletakkan fondasi bagi karier politik Reagan.

3. Istri Astrologi yang Mengguncang Keamanan Nasional

Setelah perceraian yang menghancurkan egonya, Reagan bertemu Nancy Davis. Nancy adalah aktris yang memiliki "keterampilan" yang berbeda. Rumor Hollywood menyebut Nancy dikenal karena keahlian luar biasa dalam seni ranjang (dijuluki throat goat—Anda bisa bayangkan sendiri maksudnya).

Nancy tahu persis cara membuat Reagan merasa seperti raja, menyembuhkan luka egonya. Ia menjadi satu-satunya orang yang dipercaya Reagan—manajernya, handler-nya, dan public relation-nya.

Setelah upaya pembunuhan pada tahun 1981, obsesi Nancy terhadap keselamatan Reagan kian parah. Ia mulai berkonsultasi dengan peramal bintang (astrolog) untuk menjadwalkan semua kegiatan Presiden, termasuk waktu penerbangan, pertemuan penting, dan bahkan briefing keamanan nasional! Ya, Presiden Amerika Serikat menjalankan negaranya berdasarkan horoskop!

4. Skandal Paling Mematikan: Sandera, Kontra, dan Pengabaian AIDS

Di masa jabatan Reagan, terjadi tiga skandal besar yang memiliki konsekuensi fatal:

A. TUDINGAN PENGKHIANATAN 'OCTOBER SURPRISE'

Pada Pilpres 1980, Presiden Jimmy Carter sedang terpuruk karena 52 sandera Amerika masih tertahan di Iran. Jika sandera dibebaskan sebelum pemilu, Carter mungkin menang.

Sebuah tuduhan serius (meski tidak pernah terbukti secara resmi) menyebutkan tim kampanye Reagan secara rahasia bertemu dengan perwakilan Iran di Paris pada Oktober 1980. Intinya: “Jangan bebaskan sandera sampai Reagan menjabat, kami akan beri kalian kesepakatan senjata yang lebih baik.”

Yang mencengangkan, 20 menit setelah Reagan dilantik sebagai Presiden pada 20 Januari 1981, seluruh 52 sandera Iran dibebaskan. Momen ini langsung terasa seperti kemenangan besar bagi Reagan, yang mengubur nasib Carter selamanya.

B. JUAL SENJATA DEMI PERANG RAHASIA (IRAN-CONTRA)

Skandal ini adalah buah dari pertemuan rahasia di atas. Administrasi Reagan terungkap diam-diam menjual senjata kepada Iran (padahal ada embargo senjata) dan menggunakan jutaan uang tunai dari penjualan itu untuk mendanai Contras—kelompok pemberontak sayap kanan yang brutal di Nikaragua.

Reagan sangat paranoid terhadap pemerintah sosialis di Nikaragua (karena takut "efek domino" komunisme) dan melanggar hukum AS yang melarang pendanaan Contras. Ketika publik tahu, rating persetujuan Reagan anjlok, meskipun ia mengklaim tidak tahu apa-apa.

C. MENGABAIKAN PANDEMI (KRISIS AIDS)

Mungkin yang paling mematikan adalah keheningan Reagan selama bertahun-tahun di awal krisis AIDS. Ketika penyakit misterius yang mematikan ini muncul pada tahun 1981, terutama menjangkiti komunitas gay, Presiden Reagan mengabaikannya secara total, melihatnya sebagai masalah "niche gay" yang tidak akan memengaruhi masyarakat umum.

Reagan tidak memberikan pidato resmi tentang AIDS hingga April 1987. Pada saat itu, lebih dari 40.000 warga Amerika telah meninggal. Kelambanan dan keengganan politiknya untuk bertindak karena stigma sosial dan homofobia secara langsung dituding merenggut ribuan nyawa yang seharusnya bisa diselamatkan.

WARISAN GELAP: Kesenjangan Kaya-Miskin & Penjara Penuh

Warisan Reagan berlanjut hingga kini. Ekonomi Trickle-Down-nya (potongan pajak besar untuk orang kaya) gagal total, malah membuat kesenjangan kekayaan meledak; 1% terkaya memiliki hampir 40% kekayaan negara di akhir masa jabatannya.

Ditambah dengan kampanye "Just Say No" (Perang Melawan Narkoba), populasi penjara AS berlipat ganda. Kebijakan ini, yang menetapkan hukuman minimum wajib yang keras, secara disproporsional mengunci warga dari komunitas kulit hitam dan cokelat, melembagakan rasisme sistemik di Amerika hingga hari ini.

Ronald Reagan, pria dengan senyum bintang film B-movie yang kharismatik, ternyata adalah seorang master dalam "memiliki kekuasaan tanpa terlihat memiliki kekuasaan". Ia meninggalkan Amerika dengan tumpukan utang, ketidaksetaraan yang parah, dan bekas luka dari keputusan mematikan yang ia buat—sebuah noda besar pada celana dalam putih Amerika.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.