KONSPIRASI PEMBUNUHAN JFK: Politisi Ini Mencoba Bongkar Rahasia Besar FBI, Seminggu Kemudian Pesawatnya LENYAP di Segitiga Alaska Tanpa Jejak!

JATENG.AKURAT.CO, Jika Anda berpikir Segitiga Bermuda adalah satu-satunya wilayah di dunia yang menelan pesawat tanpa sisa, Anda salah besar. Amerika Serikat memiliki misteri yang jauh lebih gelap dan dingin: Segitiga Alaska (Alaska Triangle).
Pada 16 Oktober 1972, misteri ini mencatatkan korban paling sensasional, yang hingga kini dipercaya bukan sekadar kecelakaan, melainkan sebuah aksi pembunuhan politik tingkat tinggi.
Empat Tokoh Penting yang Hilang Sekaligus
Penerbangan Pan Alaska Airways dari Anchorage menuju Juno membawa empat orang penting. Bukan turis biasa, melainkan para tokoh yang sedang dalam perjalanan menuju sebuah rapat politik:
- Hale Boggs (House Majority Leader dari Louisiana): Politisi paling penting dalam penerbangan ini.
- Nick Begich (Congressman dari Alaska).
- Russell Brown (Asisten kedua Congressman di atas).
- Don Johns (Pilot berpengalaman).
Pesawat mereka, yang seharusnya mendarat di Juno untuk sebuah acara politik, tidak pernah tiba.
Begitu kabar lenyapnya pesawat ini tersiar, pencarian besar-besaran pun dimulai. Ini menjadi operasi pencarian dan penyelamatan terbesar dalam sejarah AS saat itu. Selama 39 hari, 40 pesawat militer, 50 pesawat sipil, dan tim darat menyisir wilayah seluas lebih dari 325.000 mil persegi—meliputi gletser, pegunungan, pantai, dan lautan.
Namun, hasilnya sungguh mencengangkan: Nihil.
Tidak ada satu pun petunjuk yang ditemukan, bahkan sepotong baut, kacang, atau pun remah-remah di dalam pesawat. Setelah 39 hari yang sia-sia, pencarian dibatalkan. Pesawat dan keempat penumpangnya dinyatakan tewas pada akhir tahun 1972, meninggalkan kebingungan besar tentang apa yang sebenarnya terjadi di Alaska Triangle.
Konflik JFK dan "Musuh" Bernama FBI
Misteri ini akan tetap menjadi kisah kecelakaan penerbangan biasa, andai saja salah satu penumpangnya bukan Hale Boggs. Ternyata, Boggs adalah sosok yang menyimpan rahasia besar dan sedang dalam bahaya.
Boggs adalah anggota dari Komisi Warren, komisi khusus yang dibentuk untuk menyelidiki pembunuhan Presiden John F. Kennedy (JFK) pada tahun 1963. Secara publik, Boggs mendukung kesimpulan komisi bahwa Lee Harvey Oswald bertindak sendirian.
Namun, di balik layar, Boggs tidak percaya pada kesimpulan itu. Ia bersikeras ingin membuka kembali kasus pembunuhan JFK, suatu hal yang sangat ditentang oleh Federal Bureau of Investigation (FBI).
Boggs bahkan secara terbuka menyerang FBI dan pemimpinnya saat itu, J. Edgar Hoover, menuduh FBI menyadap teleponnya dan menuntut agar Hoover mengundurkan diri. Tindakan vokal Boggs ini membuatnya memiliki musuh yang sangat kuat dan berbahaya, dan banyak pihak yakin, FBI-lah yang ingin Boggs tutup mulut.
Maka, ketika pesawat yang ditumpanginya menghilang secara misterius, kecurigaan bahwa ini adalah aksi yang sangat terencana semakin menguat.
Pengakuan Mengerikan dari Seorang Hitman
Selama lebih dari dua dekade, kasus ini dibiarkan membeku, tertimbun salju dan teori konspirasi. Hingga pada tahun 1994, sebuah pengakuan mengejutkan muncul dari balik jeruji penjara Arizona.
Seorang pembunuh bayaran (hitman) dan bomber yang dihukum, Jerry Max Paisley, memutuskan untuk buka suara dengan harapan mendapatkan keringanan hukuman.
Paisley mengaku kepada seorang reporter:
“Pada tahun 1972, saya diberi sebuah koper terkunci oleh anggota keluarga kejahatan Banano. Saya menerbangkannya ke Anchorage dan menyerahkannya kepada dua orang. Mereka mengatakan sesuatu yang besar akan terjadi.”
Paisley mengklaim bahwa ia baru tahu belakangan, dari rekan bisnisnya (yang merupakan salah satu pria penerima koper), bahwa koper itu berisi bom dan telah diletakkan di dalam pesawat yang ditumpangi Congressman Boggs.
Koper Bom dan Tangan Gaib FBI
Pengakuan ini sontak menghebohkan. Sersan Polisi Mike Grimes di Anchorage segera menghubungi FBI, mendesak mereka untuk menindaklanjuti informasi krusial dari Paisley.
Namun, di sinilah kejanggalan konspirasi itu muncul kembali:
Agen FBI yang dihubungi oleh Sersan Grimes kemudian mengatakan kepadanya bahwa ia diperintahkan untuk "diam saja" (stay out of it). FBI sama sekali tidak menindaklanjuti pengakuan hitman tersebut, tidak ada catatan pemeriksaan lebih lanjut, dan tidak ada investigasi ulang. Jerry Max Paisley, yang bahkan menawarkan diri untuk menjalani tes poligraf, tidak pernah dipanggil kembali.
Kisah ini mati, dan Jerry Max Paisley sendiri meninggal pada tahun 2010, membawa semua bukti rinci tentang koper bom itu bersamanya.
Hingga hari ini, lenyapnya pesawat yang membawa Hale Boggs—seorang politisi yang berani menantang FBI terkait pembunuhan JFK—tetap menjadi salah satu kasus yang paling banyak diperdebatkan dalam sejarah AS. Apakah pesawat itu diledakkan (namun puingnya dibereskan dengan sangat rapi), ataukah Alaska Triangle memang menyimpan rahasia gaib yang menelan semuanya? Entahlah. Yang pasti, Boggs berhasil dibungkam secara permanen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






