Jateng

Kisah Bank Tertua di Indonesia: Bagaimana BRI dari Purwokerto Mengubah Sejarah Keuangan Sejak 1895!

Theo Adi Pratama | 19 Desember 2024, 07:43 WIB
Kisah Bank Tertua di Indonesia: Bagaimana BRI dari Purwokerto Mengubah Sejarah Keuangan Sejak 1895!

JATENG.AKURAT.CO, Tahukah Anda bahwa salah satu lembaga keuangan terbesar di Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), memiliki akar sejarah yang begitu dalam hingga ke akhir abad ke-19?

BRI, yang kini menjadi bank nasional dengan jaringan terbesar di tanah air, pertama kali berdiri di Purwokerto pada 16 Desember 1895.

Namun, perjalanan awal bank ini penuh dengan cerita menarik yang layak untuk diketahui!

Baca Juga: Info Seputar Pendidikan! Mau Masuk Sekolah Kedinasan PKN STAN dan Poltek SSN? Ini Syarat Nilai UTBK 2025 yang Wajib Kamu Tahu!

Awal Mula: Ide Brilian Seorang Patih

Semua bermula pada tahun 1894 ketika Patih Banyumas, Raden Bei Aria Wirjaatmadja, mendirikan sebuah lembaga bernama "De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden."

Bank ini pada awalnya didirikan dengan misi mulia: membantu masyarakat menghindari cengkeraman rentenir.

Dengan menawarkan pinjaman berbunga rendah, bank ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang sering terjebak dalam utang yang memberatkan.

Kegiatan awal bank ini sederhana, yakni mengelola angsuran dari kas masjid yang dikelola oleh sang patih.

Inovasi ini kemudian mendapatkan dukungan dari asisten residen Banyumas, E. Sieburgh, yang akhirnya meresmikan pendirian bank tersebut pada 16 Desember 1895.

Hari ini, tanggal tersebut dikenang sebagai hari lahir BRI.

Perjalanan Nama dan Transformasi

Seiring berjalannya waktu, "De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden" mengalami berbagai transformasi, baik dalam nama maupun peranannya:

1897: Bank ini dikenal sebagai "Poerwokertosche Hulp en Spaar Landbouw Credietbank," atau lebih populer disebut "Volksbank" (Bank Rakjat).

Baca Juga: Info Rumah Tangga Vibes! Rahasia Kasur Lipat Awet dan Nyaman: 4 Tips Perawatan Mudah yang Harus Kamu Tahu!

1934: Nama berubah menjadi "Algemeenevolkscredietbank (AVB)."

1942: Di masa penjajahan Jepang, bank ini diberi nama baru "Syomin Ginko."

1946: Setelah Indonesia merdeka, melalui Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946, bank ini resmi menjadi Bank Rakjat Indonesia (BRI).

Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti akibat pendudukan Belanda.

Setelah Perjanjian Roem-Roijen pada 1949, bank ini kembali beroperasi di bawah nama baru,

Bank Rakjat Republik Indonesia Serikat (BARRIS), hingga akhirnya bersatu kembali menjadi BRI.

Dari Bank Desa ke PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)

Transformasi terbesar terjadi pada tahun 1968, ketika BRI kembali beroperasi penuh sebagai Bank Rakjat Indonesia berdasarkan Undang-Undang No. 21 tahun 1968.

Pada tahun 1992, statusnya berubah menjadi perusahaan perseroan (Persero) dengan nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero).

Transformasi ini memberikan keleluasaan lebih dalam pengelolaan dan pengembangan bisnis.

Pelajaran dari Sejarah Panjang BRI

Kisah berdirinya BRI adalah bukti nyata bagaimana sebuah ide sederhana untuk membantu masyarakat kecil dapat tumbuh menjadi institusi besar yang menopang ekonomi negara.

Dari angsuran kas masjid hingga layanan perbankan digital saat ini, BRI terus berkomitmen untuk mendukung ekonomi rakyat.

BRI bukan hanya sekadar lembaga keuangan; ia adalah simbol keberlanjutan, inovasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Dari Purwokerto hingga ke pelosok nusantara, jejak sejarahnya menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Baca Juga: Jelang Liga 4, PSIR Rembang Libatkan Pemain Lokal dan PS Rembang Muda

Jadi, setiap kali Anda menggunakan layanan BRI, ingatlah bahwa Anda sedang berinteraksi dengan bagian dari sejarah bangsa.

Dari sebuah kota kecil di Purwokerto, BRI telah melampaui batas-batas waktu untuk menjadi pilar ekonomi Indonesia. Luar biasa, bukan?***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.