Jateng

Terkuak! Kisah Sejarah dari Asrama Tua di Tengah Kota Yogyakarta yang Ternyata Milik Pengusaha Batik Sukses!

Theo Adi Pratama | 20 Agustus 2025, 12:48 WIB
Terkuak! Kisah Sejarah dari Asrama Tua di Tengah Kota Yogyakarta yang Ternyata Milik Pengusaha Batik Sukses!

JATENG.AKURAT.CO, Jika kamu melintas di Jalan Langensari Lor, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, ada sebuah bangunan tua megah yang tampak mencolok.

Bangunan ini adalah Asrama Margoyuwono, sebuah cagar budaya yang menyimpan kisah menarik dari masa lalu.

Rumah Peristirahatan Pengusaha Batik

Asrama Margoyuwono dibangun pada tahun 1942 dan mulai dihuni pada tahun 1943.

Pemiliknya adalah Haji Muhammad Jubair Prawiro Yuwono, seorang pengusaha batik sukses dari keluarga terpandang.

Rumah ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan keluarga saat berlibur di akhir pekan.

Bangunan ini memiliki nama yang unik, "Margoyuwono," sesuai dengan prasasti yang terukir di dindingnya yang berbunyi, "Asrama Margoyuwono PJ 1896".

Baca Juga: Terkuak! Kisah Sejarah di Balik Gedung Tua di Malioboro yang Kini Jadi Apotek Kimia Farma!

Perpaduan Arsitektur Jawa dan Eropa

Asrama Margoyuwono menampilkan gaya arsitektur yang memukau, perpaduan antara tradisional Jawa dan Eropa (gaya Indis).

Hal ini terlihat dari konstruksi bangunannya, seperti atap berbentuk limasan dengan rangka kayu jati, lantai teraso, dan dinding tembok.

Fasad bangunannya menghadap ke selatan dengan gandhok di sisi kiri.

Keindahan bangunan ini terlihat dari dominasi warna putih dan hijau, dipercantik dengan ornamen stiliran flora dan motif geometris.

Meskipun sudah berusia puluhan tahun, sebagian besar komponen bangunan, mulai dari pintu, jendela, tiang, hingga atap, masih dalam kondisi asli dan terawat dengan baik.

Sejarah Kepemilikan dan Penghargaan

Sebelum dimiliki oleh Haji Muhammad Jubair, rumah ini sempat ditempati oleh Bapak R. Duri pada tahun 1938.

Hak kepemilikan kemudian berpindah ke tangan M.J. Prawiroyuwono pada tahun 1940.

Bangunan yang kita lihat sekarang adalah hasil dari renovasi yang dilakukan pada tahun tersebut.

Baca Juga: Gak Banyak yang Tahu! Inilah Sejarah dan Kisah Misterius di Balik Reruntuhan Keraton Plered

Keluarga R.H. Bilal dan keluarga menempati bangunan ini sejak 1943. Pada tahun 1998, hak kepemilikan dialihkan kepada ahli waris, Hj. Sitti Suparni Pradipto.

Selama bertahun-tahun, bangunan ini sempat disewakan dan terakhir ditempati oleh perancang mode Boyonz Ilyas Gallery.

Komitmen pemilik dalam menjaga dan melestarikan bangunan ini membuahkan hasil. Pada tahun 2000, Asrama Margoyuwono menerima penghargaan Pelestari Warisan Budaya / Cagar Budaya dari Pemerintah Daerah DIY.

Hal ini membuktikan bahwa Asrama Margoyuwono bukan sekadar bangunan tua, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan patut dijaga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.