Gak Banyak yang Tahu! Inilah Sejarah dan Kisah Misterius di Balik Reruntuhan Keraton Plered

JATENG.AKURAT.CO, Jika kamu melewati Dusun Kedaton di Pleret, Bantul, mungkin kamu hanya melihat tumpukan batu bata kuno yang tidak utuh.
Tapi, tumpukan itu adalah saksi bisu dari kejayaan dan kehancuran sebuah peradaban besar: Keraton Plered, pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam.
Dibangun di era pemerintahan Sunan Amangkurat I, Keraton Plered menyimpan banyak cerita sejarah yang menarik untuk diungkap.
Plered: Ibu Kota Baru yang Megah
Setelah wafatnya Sultan Agung, Keraton Mataram Islam dipindahkan dari Kerta ke Plered oleh penerusnya, Sunan Amangkurat I.
Menurut Babad ing Sangkala, perpindahan ini terjadi pada tahun 1647 M. Sunan Amangkurat I punya ambisi besar untuk membangun keraton yang lebih megah dan lengkap.
Di bawah kepemimpinannya, Plered menjadi kota yang terstruktur lengkap dengan berbagai fasilitas.
Ada pintu gerbang Pabean, pasar, masjid agung, alun-alun, dan tembok keliling yang tinggi dan tebal. Pembangunan ini dilakukan secara bertahap selama bertahun-tahun.
Jejak-Jejak Pembangunan yang Terukir dalam Sejarah
Pembangunan Keraton Plered bukan hal instan. Sumber-sumber sejarah Jawa dan Belanda mencatat prosesnya yang panjang:
- Tahun 1648 M: Keraton baru sudah mulai berdiri kokoh.
- Tahun 1649 M: Masjid Agung Plered didirikan, menjadi pusat kegiatan keagamaan.
- Tahun 1650-1651 M: Pembangunan Siti Inggil yang terbuat dari batu dan Bangsal Witana.
- Tahun 1659 M: Sumber berita Belanda menyebutkan bahwa tinggi tembok keraton mencapai 5 depa dengan ketebalan 2 depa—menunjukkan betapa kokohnya benteng ini.
Selain itu, Sunan Amangkurat I juga membangun sistem bangunan air yang canggih, bahkan danau buatan sudah ada sejak tahun 1643 M, di masa Sultan Agung masih berkuasa.
Kehancuran yang Mengakhiri Kejayaan
Sayangnya, kejayaan Keraton Plered tidak berlangsung lama. Pada tahun 1677 M, keraton ini diserbu oleh Trunojoyo, seorang bangsawan dari Madura Barat.
Serangan ini begitu dahsyat hingga Sunan Amangkurat I terpaksa melarikan diri dan wafat dalam pelarian.
Peristiwa ini menjadi akhir dari Keraton Plered sebagai pusat pemerintahan. Penerusnya, Amangkurat II, kemudian memindahkan ibu kota Mataram Islam ke Kartasura.
Saat ini, struktur pondasi benteng sisi timur laut Keraton Plered yang berada di Dusun Kedaton, Pleret, Bantul, menjadi bagian dari Situs Cagar Budaya Kedaton-Plered.
Reruntuhan ini adalah pengingat betapa megahnya peradaban yang pernah berdiri di sana dan menjadi warisan penting bagi sejarah bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time







