Fakta Unik! Mari Kita Ulas Sejarah Singkat Stasiun Mayong, Jejak Perjalanan Kereta Api di Jepara

JATENG.AKURAT.CO, Di jantung kota Jepara, berdiri megah sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan kisah perjalanan kereta api di Pulau Jawa.
Stasiun Mayong, dengan arsitektur khas kolonialnya, bukan hanya sekadar tempat pemberhentian kereta api, tetapi juga saksi bisu perkembangan industri dan perdagangan di wilayah ini.
Dibangun pada abad ke-19, stasiun ini memiliki peran penting dalam menghubungkan Jepara dengan kota-kota lain di Jawa, khususnya dalam mengangkut hasil kerajinan kayu ukir Jepara yang terkenal.
Mari kita telusuri jejak sejarah Stasiun Mayong dan mengungkap kisah di balik keindahan bangunan yang kini menjadi salah satu ikon kota Jepara.
Sejarah Pembangunan dan Operasi
Stasiun Mayong dibangun seiring dengan pengembangan jalur kereta api Kudus–Mayong–Pecangaan, yang bertujuan untuk mendukung pengiriman produk-produk lokal, seperti mebel dan gula dari Jepara.
Jalur ini merupakan bagian dari layanan kereta api Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), sebuah perusahaan kereta api yang berperan besar dalam pengembangan transportasi di wilayah Jawa Tengah pada akhir abad ke-19.
Peresmian jalur Kudus–Mayong terjadi pada tanggal 6 September 1887, disusul oleh peresmian jalur Mayong–Pecangaan pada tanggal 5 Mei 1895, dan akhirnya jalur Mayong–Welahan diresmikan pada tanggal 10 November 1900.
Selama masa operasinya, Stasiun Mayong berfungsi sebagai pusat pengangkutan mebel Jepara, yang terkenal hingga mancanegara, serta melayani penumpang dari wilayah sekitarnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, popularitas angkutan kereta api mulai meredup seiring dengan meningkatnya penggunaan mobil pribadi dan angkutan umum.
Hal ini menyebabkan penurunan jumlah penumpang dan kargo yang diangkut melalui stasiun ini, hingga akhirnya Stasiun Mayong ditutup pada tahun 1975.
Keunikan Stasiun Mayong
Berbeda dengan stasiun lainnya yang berada di jalur SJS, Stasiun Mayong memiliki keunikan tersendiri karena bangunannya terbuat dari kayu jati.
Material ini membuat bangunan stasiun menjadi unik, namun juga rentan terhadap kerusakan.
Oleh karena itu, pada tahun 2001, bangunan Stasiun Mayong dipindahkan dan dialihfungsikan menjadi lobi hotel MesaStila Resort yang terletak di Losari, Grabag, Magelang.
Dalam proses pemindahannya, ketinggian stasiun yang semula tidak ada, ditambahkan pada bangunan stasiun tersebut.
Saat ini, stasiun ini berada pada ketinggian +687 meter di atas permukaan laut, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi aslinya di Mayong, Jepara.
Stasiun Mayong sebagai Cagar Budaya
Walaupun telah beralih fungsi, Stasiun Mayong tetap mempertahankan nilai historisnya.
Bangunan ini telah terdaftar sebagai cagar budaya, sehingga keberadaannya dilindungi oleh undang-undang.
Status ini memastikan bahwa keunikan arsitektur dan nilai sejarah yang terkandung dalam Stasiun Mayong tetap terjaga, meskipun telah beralih fungsi menjadi bagian dari fasilitas perhotelan.
Stasiun Mayong kini tidak hanya menjadi saksi bisu dari sejarah perkeretaapian di Jepara, tetapi juga menjadi simbol dari upaya pelestarian warisan budaya yang tak ternilai harganya.
Stasiun Mayong mungkin tidak lagi berfungsi sebagai pusat transportasi, namun kisahnya tetap hidup dalam setiap kayu jati yang menopang bangunannya.
Dari pusat pengangkutan mebel dan gula hingga menjadi bagian dari hotel mewah di Magelang, perjalanan Stasiun Mayong adalah cermin dari dinamika sejarah dan budaya di Indonesia.
Dengan statusnya sebagai cagar budaya, diharapkan Stasiun Mayong akan terus menginspirasi generasi mendatang untuk menghargai dan melestarikan warisan sejarah yang ada di sekitar kita.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






