Jateng

PKS Jateng Gelar Rakerwil, Fokus Perkuat Program Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan

Arixc Ardana | 30 November 2025, 16:15 WIB
PKS Jateng Gelar Rakerwil, Fokus Perkuat Program Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan

JATENG.AKURAT.O, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang diikuti 782 pengurus dari 35 kabupaten/kota di Hotel New Metro Semarang, Minggu (30/11/2025).

Rakerwil tahun ini difokuskan untuk merumuskan program kerja strategis serta memperkuat peran PKS sebagai bagian dari koalisi pemerintah, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan di Jawa Tengah.

Pembukaan acara dilakukan oleh Ketua Fraksi PKS DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, yang hadir mewakili Presiden PKS.

Fokus Utama: Pengentasan Kemiskinan di Jawa Tengah

Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, menegaskan bahwa isu kemiskinan menjadi perhatian utama.

Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan di Jawa Tengah berada pada level 9,48 persen.

Meski turun 0,1 persen, Hadi menilai kondisi ini masih tergolong tinggi dan membutuhkan intervensi yang lebih sistematis.

“Masih dibutuhkan upaya besar agar penanganan kemiskinan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

PKS menyatakan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengejar target penurunan kemiskinan hingga 7 persen. Dukungan tersebut akan diterjemahkan ke dalam program nyata di lapangan.

Survei internal PKS menunjukkan dua kebutuhan paling mendesak yang diinginkan masyarakat, yakni penguatan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja.

Menjawab hal tersebut, PKS meluncurkan sejumlah program strategis, meliputi:

1. Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga

PKS meluncurkan gerakan ketahanan pangan keluarga berbasis pemberdayaan.

Melalui kader-kader di berbagai daerah, PKS membagikan 10.000 bibit tanaman kepada keluarga pra sejahtera. Program ini bertujuan mendorong kemandirian pangan sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.

2. Fasilitasi Penyerapan Tenaga Kerja

Sejak Juli 2025, PKS telah memfasilitasi penyerapan sekitar 600 pencari kerja, terutama lulusan baru, ke berbagai perusahaan.

Tahun depan, PKS memastikan kerja sama dengan mitra penempatan kerja akan diperluas agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.

Selain itu, PKS terus memperkuat program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) yang mencakup pelatihan UMKM, digital marketing, hingga dukungan permodalan.

Program ini selaras dengan kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di sektor pertanian, PKS mengembangkan Sekolah Tani sebagai bentuk pendampingan langsung kepada petani.

Program ini memberikan edukasi budidaya, pelatihan penyusunan laporan usaha tani, hingga penyediaan bibit.

Hadi menyebut, sebagian besar masyarakat Jawa Tengah masih menggantungkan ekonomi pada sektor pertanian, sehingga pendampingan intensif menjadi kebutuhan mendesak.

PKS berkomitmen untuk hadir lebih dekat dengan petani dan ikut mendorong peningkatan produktivitas sektor tersebut.

Selain fokus ekonomi dan ketenagakerjaan, PKS juga memperkuat peran Relawan Kemanusiaan PKS yang selama ini aktif dalam penanganan bencana dan aksi sosial di berbagai wilayah.

Relawan ini akan terus dipersiapkan sebagai garda depan dalam menghadapi situasi darurat dan membantu masyarakat terdampak bencana.

Komitmen PKS Hadir untuk Masyarakat

Melalui rangkaian program tersebut, Hadi menegaskan PKS ingin terus hadir sebagai partai yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, baik dalam isu sosial, ekonomi, maupun kemanusiaan.

Rakerwil ini menjadi momentum konsolidasi pengurus PKS se-Jawa Tengah untuk memperkuat langkah pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan daerah bersama pemerintah.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.