Capres 03 Ganjar Pranowo Bakal Nyoblos di Lempongsari Semarang

AKURAT.CO, KPU memastikan bahwa Ganjar Pranowo akan menggunakan hak suara (nyoblos) di Kota Semarang.
Hal tersebut telah dipastikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Casandra Gultom.
Calon Presiden nomor urut 03 memang sebelumnya telah melakukan prosedur perpindahan memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Lempongsari Kecamatan Semarang Selatan.
Baca Juga: Dari Lapangan Hijau ke Pondok Pesantren: PSIS Semarang Berbagi Ilmu dan Motivasi
Sebelumnya, Ganjar terdaftar di TPS Raung Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang, atau di sekitar rumah dinas Gubernur Jawa Tengah tempat sebelumnya ia tinggal.
KPU pun sudah mengurus data pengajuan pindah memilih tersebut.
"Berdasarkan data tersebut sepertinya begitu (memilih di Semarang), tapi lagi-lagi memilih adalah hak. Bisa digunakan, bisa tidak. Sepengetahuan kami sudah melakukan kepengurusan di Semarang. Lokasi TPS di Lempongsari," jelas Nanda, sapaannya, Senin (22/1/2024).
Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Legomoro Kotagede, Makanan Khas dengan Filosofi yang Mendalam
Nanda mengatatakan, KPU telah mengecek Ganjar terdata masuk daftar pemilih tetap (DPT) di Raung, Gajahmungkur, Kota Semarang.
Kemudian, pindah memilih ke Lempongsari. Karena pindah memilih masih dalam satu daerah pemilih (dapil), Ganjar dipastikan masih mendapatkan surat suara lengkap, termasuk surat suara DPRD Kota Semarang.
Selain Ganjar, dia menyebut, Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana juga tercatat telah melakukan pindah memilih di Semarang.
Baca Juga: Estafet Kepemimpinan Basarnas Semarang: Heru Suhartanto Serahkan Tongkat Estafet ke Budiono
"Pj Gubernur sudah melakukan pindah memilih di Semarang. Pejabat lain, belum melakukan pengurusan pindah memilih," paparnya.
KPU Kota Semarang mencatat sebanyak sebanyak 16.453 orang telah melakukan pindah memilih hingga 15 Januari 2024 lalu. Rinciannya, 5.944 pemilih laki-laki dan 10.509 pemilih perempuan.
Sebaliknya, ada pula warga Kota Semarang yang mengurus pindah memilih ke luar. Artinya, mereka tidak akan memilih di Kota Semarang saat hari H pencoblosan.
Ada sebanyak 10.874 yang mengurus pindah memilih keluar denyan rincian 5.114 pemilih laki-laki dan 5.760 pemilih perempuan.
"Paling banyak yang mengurus pindah memilih adalah mahasiswa dan kaum pekerja," sebut Nanda.
Lebih lanjut, Nanda memamparkan, pembagian daftar pemilih tambahan (DPTb) ini akan disesuaikan nyoblos di wilayah domisili. Wilayah terbanyak medapatkan DPTb adalah Tembalang dan Gunungpati.
Dia memastikan, jumlah surat suara mencukupi dengan adanya DPTb ini. Pasalnya, jumlah surat suara setiap TPS sebanyak jumlah DPT ditambah cadangan dua persen.
"DPT di Semarang seluruhnya 1.239.669. Produksi surat suara besok 1.266.356. Jadi, masih mencukupi. Masih sangat aman dibanding 2019 lalu," ujarnya.
Nanda menambahkan, pindah memilih reguler memang sudah dibatasi hingga 15 Januari lalu. Namun, KPU tetap masih melayani pindah memilih hingga 7 Februari bagi mereka yang sakit, menjadi tahanan, bertugas saat hari pemungutan, atau kunjungan dinas ke daerah.
"Itu ditandai dengan adanya surat tugas," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










