Jateng

Debat Capres, Ganjar Pranowo Sebut Korupsi Rugikan Negara Rp 230 T: Kita Segera Bereskan UU Perampasan Aset

Arixc Ardana | 12 Desember 2023, 23:14 WIB
Debat Capres, Ganjar Pranowo Sebut Korupsi Rugikan Negara Rp 230 T:  Kita Segera Bereskan UU Perampasan Aset

 

AKURAT.CO, Calon Presiden (capres) nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya kasus korupsi di Indonesia.

Korupsi ini telah menciptakan kerugian negara hingga mencapai ratusan triliun rupiah.

Dalam pernyataannya, Ganjar menyoroti fakta bahwa uang korupsi tersebut bisa digunakan untuk membangun lebih dari 27 ribu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di seluruh desa Indonesia.

Baca Juga: Debat Capres, Anies Baswedan Jamin Kebebasan Berpendapat : Wakanda No More, Indonesia Forever!

"Data yang dihimpun oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, kerugian negara akibat korupsi mencapai Rp230 triliun," papar Ganjar dalam debat pertama Capres 2024 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa malam (12/12/2023). 

Ganjar mengekspresikan prihatinnya atas besarnya angka tersebut dan merinci bahwa dana sebesar itu seharusnya bisa memberikan manfaat besar untuk sektor layanan kesehatan.

"Data ICW menunjukkan, sekitar Rp230 triliun dalam 10 tahun terakhir, kerugian negara itu terjadi. Ini setara kalau kita pakai untuk membuat puskesmas kira-kira 27 ribu," ungkap Ganjar dalam debat capres di Kantor KPU, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Siapakah Sosok Seraphim yang Muncul di One Piece Episode 1087, Apakah Pengganti Shichibukai

Ganjar menyampaikan komitmennya untuk mengembalikan uang negara yang telah dikorupsi dengan mendorong percepatan Undang-Undang Perampasan Aset.

Selain itu, ia menekankan perlunya memberikan efek jera kepada para koruptor dengan cara memenjarakannya di Nusakambangan.

"Dari sisi penegakan hukumnya dulu, maka kalau saya mulai dari sini, maka yang mesti dilakukan adalah pemiskinan. Yang kedua, perampasan aset. Maka segera kita bereskan Undang-Undang perampasan aset, dan untuk pejabat yang korupsi dibawa ke Nusakambangan, agar bisa punya efek jera bahwa ini tidak main-main," papar Ganjar.

Ganjar juga menekankan pentingnya teladan dan integritas dari para pemimpin sebagai contoh yang baik untuk masyarakat.

Baca Juga: Debat Capres, Ganjar Pranowo: Memimpin dengan Tegas, Menegakkan Demokrasi, dan Sikat Korupsi

Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa edukasi harus ditunjukkan melalui teladan pemimpin yang tegas dan berani mengambil keputusan.

Ganjar juga mendorong adanya teladan dan integritas yang baik dari para pemimpin. Hal itu akan memberikan dampak yang baik untuk pemerintahan.

"Kita edukasi itu mesti kita tunjukkan dengan sekali lagi, teladan dari seorang pemimpin dan pemimpin tidak boleh ragu untuk memutuskan itu," tegas Ganjar.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.