Jateng

Ganjar Blusukan ke Pasar Wonogiri, Dengar Keluhan Harga Beras dan Cabai yang Melonjak Tinggi

Arixc Ardana | 29 Desember 2023, 15:17 WIB
Ganjar Blusukan ke Pasar Wonogiri, Dengar Keluhan Harga Beras dan Cabai yang Melonjak Tinggi

 

AKURAT.CO, Calon Presiden 2024 nomor urut 3, Ganjar Pranowo, kembali melaksanakan blusukan untuk bertemu langsung dengan rakyat.

Kali ini, Ganjar menyambangi Pasar Kota Wonogiri untuk mendengarkan keluhan pedagang dan pembeli terkait lonjakan harga-harga kebutuhan pokok yang meresahkan.

Kehadiran Ganjar di Pasar Wonogiri langsung menarik perhatian ribuan pedagang dan pembeli. Mereka bergerombol untuk menyambut mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Baca Juga: Bukan Hanya Rakyat Jelata, Penyanyi Tanah Air Ini Kena Tipu Modus Salah Transfer, Pelaku Mengaku dari Kementerian PUPR Kerugian Capai Puluhan Juta

Selain memberikan sapaan, bersalaman, dan berfoto bersama, warga, terutama para ibu-ibu, menyampaikan keluhan mereka terkait kenaikan harga-harga.

"Pak, gimana ini pak, harga-harga semuanya mahal. Beras mahal, cabai naik, bawang merah dan bawang putih naik. Tolong pak, bantu kami rakyat kecil," teriak seorang warga.

Ganjar dengan sabar mendengarkan keluhan-keluhan tersebut.

Ia menanyakan satu persatu harga kebutuhan pokok baik kepada pedagang maupun pembeli.

Dari inspeksi mendadak Ganjar, terungkap bahwa sejumlah harga kebutuhan pokok memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Harga beras yang semula Rp10.000 kini melonjak menjadi Rp13.000 sampai Rp16.000 per kilogram.

Sedangkan harga cabai rawit, yang semula Rp70.000 per kilogram, kini mencapai Rp78.000 sampai Rp80.000 per kilogram.

"Bawang merah dan bawang putih juga naik pak. Bawang merah dulu Rp35.000 dan bawang putih Rp32.000, sekarang sudah Rp40.000. Telur dan ayam juga naik," ungkap Holy (43), salah satu pedagang.

Kenaikan harga ini, menurut para pedagang dan pembeli, telah berlangsung cukup lama. Khusus untuk beras, harga sudah mengalami kenaikan sejak enam bulan lalu.

"Sudah lama pak, sudah enam bulan lebih. Tolong pak, diturunkan harganya, kalau tinggi begini, rakyat yang kesulitan," tambah Nevi (30), seorang warga.

Ganjar mencatat semua keluhan masyarakat terkait kenaikan harga-harga tersebut.

Ia juga menyempatkan diri ngopi di warung tengah pasar sambil mendengarkan curhatan masyarakat. Keluhan yang serupa juga disampaikan, khususnya tentang harapan agar harga kebutuhan pokok dapat distabilkan.

"Saya melihat ada masalah serius terkait ini, ini memang harus segera dikendalikan. Pengalaman saya dulu sebagai gubernur, yang seperti ini langsung cepat ditindaklanjuti.

Saya akan berkoordinasi dengan daerah lain agar stok aman, Tim TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) harus bergerak, dan jika tidak, maka intervensi harus dilakukan dengan operasi pasar," tegas Ganjar.

Baca Juga: Eksplorasi Keindahan Wisata Pantai Pandansari Bantul: Pesona Alam Tersembunyi yang Mengagumkan di Jogja

Dari berbagai kenaikan harga, Ganjar menyoroti khususnya terkait harga beras.

Selain naik tinggi, kenaikan ini juga telah berlangsung lama, lebih dari enam bulan menurut keterangan pedagang dan masyarakat.

"Sepertinya ada hubungannya dengan produksi beras yang turun karena pupuk langka. Maka ke depan, kami akan memastikan pupuk tersedia, termasuk pupuk bersubsidi yang harus ditambah, dan penyalurannya diawasi agar tepat sasaran," pungkasnya.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.