Jateng

Borong 9 Emas di Porprov Jateng, Shorinji Kempo Kota Semarang Tunjukkan Dominasi di Salatiga

Muhammad Husni Mushonifi | 24 Oktober 2026, 16:00 WIB
Borong 9 Emas di Porprov Jateng, Shorinji Kempo Kota Semarang Tunjukkan Dominasi di Salatiga

JATENG.AKURAT.CO, Kontingen Shorinji Kempo Kota Semarang memborong sembilan medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah yang digelar di GOR Kridanggo Kota Salatiga, Sabtu (24/10/2026). 

Selain sembilan emas, para atlet ibu kota Jawa Tengah itu juga menyumbangkan tiga medali perak dan satu medali perunggu dari sejumlah nomor pertandingan.

Ketua Pengurus Cabang (Pencab) Prsatuan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Semarang, Irwansyah, mengatakan raihan tersebut merupakan hasil persiapan panjang yang dilakukan para atlet dan tim pelatih sebelum menghadapi kompetisi tingkat provinsi tersebut.

Menurutnya, perolehan sembilan medali emas patut disyukuri, meskipun belum sepenuhnya memenuhi target awal kontingen yang mengincar sepuluh medali emas.

“Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan sembilan emas. Sebenarnya, keinginan kami bisa meraih sepuluh emas. Namun, jika melihat hasil Pra-Porprov sebelumnya, kami juga mendapatkan sembilan emas, sehingga hasil kali ini masih sesuai dengan capaian yang pernah kami raih,” ujar Irwansyah.

Ia menjelaskan, kekuatan kontingen Kota Semarang pada nomor embu atau rangkaian teknik Shorinji Kempo telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Bahkan, tim sudah mematok target untuk mengamankan seluruh nomor embu yang menjadi andalan.

Persiapan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Atlet Shorinji Kempo Kota Semarang berhasil meraih emas pada tujuh nomor embu, mulai dari kategori beregu hingga pasangan, baik putra, putri, maupun campuran.

Irwansyah menyebut, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari program latihan yang dirancang secara terencana untuk meningkatkan kualitas teknik, kekompakan, dan kesiapan atlet saat bertanding.

“Untuk embu, kami memang sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari. Kami memasang target tujuh nomor yang kami ikuti harus bisa mendapatkan emas, dan Alhamdulillah target itu dapat tercapai,” katanya.

Tujuh emas dari nomor embu tersebut menjadi salah satu penopang utama keberhasilan Kota Semarang mengumpulkan sembilan medali emas dalam kompetisi kali ini.

Adapun dua emas lainnya diperoleh dari nomor randori, yakni pertandingan pertarungan antaratlet berdasarkan kelas berat badan. Medali emas tersebut masing-masing diraih pada kelas randori putra 50–55 kilogram dan randori putri 50–55 kilogram.

Menurut Irwansyah, persaingan pada nomor randori berlangsung lebih ketat dibandingkan sejumlah nomor embu. Ia menilai beberapa atlet dari daerah pesaing, terutama tuan rumah, memberikan tantangan tersendiri bagi kontingen Kota Semarang.

“Kalau untuk randori, lawan terberat kami berasal dari tuan rumah. Persaingannya cukup ketat dan menjadi salah satu kendala untuk mencapai target sepuluh emas,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat target tambahan medali emas dari nomor randori belum seluruhnya tercapai. Sejumlah atlet yang sebelumnya diharapkan mampu naik ke podium tertinggi harus puas membawa pulang medali perak dan perunggu.

Kota Semarang tercatat meraih tiga medali perak dari randori putra kelas 55–60 kilogram, randori putra kelas 60–65 kilogram, serta randori putri kelas 45–50 kilogram.

Sementara itu, satu medali perunggu diperoleh dari randori putra kelas 65–70 kilogram.

Irwansyah mengakui tim sebenarnya berharap bisa mendapatkan tambahan emas dari beberapa nomor randori lainnya. Namun, ketatnya persaingan membuat hasil pertandingan tidak sepenuhnya sesuai dengan proyeksi tim sebelum kejuaraan berlangsung.

Meski demikian, ia menilai raihan sembilan emas tetap menjadi hasil positif bagi perkembangan Shorinji Kempo Kota Semarang. Apalagi, capaian tersebut didukung keberhasilan atlet pada nomor-nomor teknik yang sejak awal menjadi fokus persiapan.

Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan pada nomor embu menjadi salah satu kekuatan utama Shorinji Kempo Kota Semarang dalam menghadapi persaingan di tingkat Jawa Tengah.

Dengan koleksi sembilan emas, tiga perak, dan satu perunggu, kontingen Kota Semarang berhasil menunjukkan konsistensi prestasi sekaligus mempertahankan daya saingnya di antara daerah peserta Porprov Jateng.

Ke depan, hasil pertandingan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pengurus dan tim pelatih, terutama untuk meningkatkan performa atlet randori agar mampu bersaing lebih kuat dalam kejuaraan berikutnya.

Irwansyah pun mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah bertanding dan memberikan kontribusi bagi kontingen Kota Semarang. Baginya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara atlet, pelatih, dan pengurus yang telah mempersiapkan diri menghadapi Porprov.

Keberhasilan memborong sembilan medali emas itu menjadi catatan penting bagi Shorinji Kempo Kota Semarang. Meski target sepuluh emas belum tercapai, dominasi pada tujuh nomor embu dan keberhasilan merebut dua emas randori menjadi modal berharga untuk memperkuat pembinaan serta mengejar hasil yang lebih baik pada kompetisi mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.