Jateng

Kecewa Usai Finis Kelima di Sepang, Isack Hadjar Pertanyakan Kendala Teknis Red Bull

Theo Adi Pratama | 6 Oktober 2026, 11:23 WIB
Kecewa Usai Finis Kelima di Sepang, Isack Hadjar Pertanyakan Kendala Teknis Red Bull

JATENG.AKURAT.CO, Nasib kurang beruntung harus dialami pebalap muda berbakat Red Bull Racing, Isack Hadjar, dalam gelaran lanjutan F1 GP Malaysia 2026 di Sirkuit Internasional Sepang.

Mengawali balapan dengan performa menjanjikan setelah meraih podium pada seri Azerbaijan sebelumnya, pebalap asal Prancis tersebut sejatinya berpeluang besar mengamankan posisi tiga besar di lintasan Sepang.

Meski harus mengawali laga dari urutan kedelapan akibat hukuman penalti posisi grid, sang rookie mampu tampil impresif mengendalikan mobil di tengah kondisi lintasan basah.

Namun, impian untuk berdiri di atas podium sirna seketika setelah sistem daya baterai pada mobilnya mengalami gangguan teknis mendadak sesaat setelah periode Safety Car berakhir, yang menyebabkannya terlempar ke posisi kelima saat menyentuh garis finis.

Baca Juga: Drama Strategi Ban di Sepang, Pierre Gasly Keluhkan Kerugian Besar Alpine atas Racing Bulls

Kehilangan Daya Baterai Saat Momen Krusial Restart

Sempat menempati urutan keempat, posisi Hadjar mendadak terdongkrak ke urutan ketiga setelah George Russell mengalami kendala pada unit daya (power unit) tepat di depannya.

Kendati demikian, situasi berbalik drastis ketika masa Safety Car usai. Daya baterai kendaraan Hadjar mendadak habis total sehingga membuatnya tak berdaya menahan gempuran serangan dua pebalap Ferrari, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc.

"Saya sama sekali tidak memiliki kecepatan, ada sesuatu yang salah pada mobil. Kami sama sekali tidak memahami bagaimana bisa kehabisan baterai di trek lurus hingga tak sanggup bertahan dari kejaran Ferrari," tutur Hadjar usai balapan.

Baca Juga: Pesan Haru Ayah Jules Bianchi Kenang 12 Tahun Tragedi F1 GP Jepang 2014 di Suzuka

Kendala Daya Cengkeram dan Evaluasi Jelang GP Singapura

Selain kendala kelistrikan daya baterai, pebalap muda tersebut membeberkan bahwa dirinya mengalami masalah daya cengkeram (grip) ban yang cukup parah sejak menguntit di belakang Safety Car.

Kombinasi antara hilangnya tenaga baterai pada dua putaran awal masa restart serta kendala pemilihan kompon ban membuatnya tidak mampu mempertahankan ritme kecepatan awal.

Meskipun harus menyaksikan rekan setimnya, Max Verstappen, sukses merebut kemenangan perdana musim ini bagi Red Bull dari posisi pole, Hadjar bertekad menyelesaikan masalah mekanis ini sebelum berlaga di GP Singapura.

Baca Juga: Hasil F1 GP Malaysia 2026: Kecewa Pilihan Ban, Oliver Bearman Ungkap Kekesalan pada Haas

Peluang Bangkit Red Bull di Seri Papan Atas F1 2026

Kekecewaan yang dirasakan Isack Hadjar menjadi catatan penting bagi tim teknis Red Bull Racing untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan kendaraan.

Dengan potensi kecepatan murni yang terbukti mampu bersaing di barisan depan, pembenahan masalah keandalan mesin (reliability) menjadi kunci utama bagi Hadjar agar mampu kembali bertarung mengamankan posisi podium pada seri-seri berikutnya di kalender F1 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.