Jateng

Drama Strategi Ban di Sepang, Pierre Gasly Keluhkan Kerugian Besar Alpine atas Racing Bulls

Theo Adi Pratama | 6 Oktober 2026, 11:19 WIB
Drama Strategi Ban di Sepang, Pierre Gasly Keluhkan Kerugian Besar Alpine atas Racing Bulls

JATENG.AKURAT.CO, Persaingan sengit memperebutkan posisi kelima dalam tangga Klasemen Konstruktor Formula 1 musim 2026 kian memanas antara kubu Alpine dan Racing Bulls.

Memasuki paruh seri setelah gelaran GP Azerbaijan di Baku serta GP Malaysia di Sirkuit Sepang, skuad Racing Bulls sukses mengambil alih kendali momentum persaingan atas rival terdekatnya tersebut.

Kegagalan beruntun yang dialami duet pebalap Alpine, Pierre Gasly dan Franco Colapinto, akibat keputusan strategi ban kering (slick tyres) di lintasan basah membuat tim asal Prancis itu kehilangan peluang penting memetik angka.

Sebaliknya, keberhasilan Liam Lawson dan Arvid Lindblad yang berhasil mengamankan finis di sepuluh besar semakin memperlebar keunggulan Racing Bulls menjadi 22 poin.

Informasi terkini persaingan F1 2026 ini menjadi sorotan utama penggemar otomotif yang mencermati sengitnya perebutan posisi papan tengah klasemen musim ini.

Baca Juga: Pesan Haru Ayah Jules Bianchi Kenang 12 Tahun Tragedi F1 GP Jepang 2014 di Suzuka

Dominasi Racing Bulls dan Kerugian Besar Skuad Alpine

Peningkatan performa yang ditunjukkan Racing Bulls dalam dua akhir pekan terakhir terasa begitu menyulitkan bagi Alpine.

Di Baku, hasil buruk Alpine dipicu oleh insiden benturan antara Colapinto dan Gasly. Sementara pada balapan di Sepang, dinamika cuaca yang penuh ketidakpastian menjadi penyebab utama terlemparnya posisi kedua pebalap Alpine ke barisan belakang.

Kedua pebalap Racing Bulls justru tampil cerdik memanfaatkan situasi, di mana Lawson finis di urutan ketujuh dan Lindblad mengamankan posisi kesepuluh.

"Bagi tim, ini adalah hari yang sangat menyakitkan. Bahkan dengan drama yang dialami Russell dan Norris di akhir lomba, Racing Bulls seolah mendapat tambahan lima poin secara cuma-cuma. Jaraknya kini cukup lebar, tetapi kami akan menghadapinya seri demi seri untuk memangkasnya," ujar Gasly penuh kekecewaan.

Baca Juga: Hasil F1 GP Malaysia 2026: Kecewa Pilihan Ban, Oliver Bearman Ungkap Kekesalan pada Haas

Misteri Hilangnya Keseimbangan Mobil Pierre Gasly

Selain kendala pemilihan jenis ban, Pierre Gasly mengeluhkan adanya perubahan perilaku teknis yang aneh pada jet darat miliknya sepanjang balapan utama.

Padahal, pebalap berusia 30 tahun tersebut sempat menunjukkan ritme kecepatan yang sangat meyakinkan pada sesi latihan bebas dan kualifikasi.

Gasly menduga kendaraan yang dikemudikannya mengalami kerusakan minor saat melakukan putaran pemanasan (sighting lap) sebelum start.

"Saya sangat kesulitan mengendalikan keseimbangan mobil, perilakunya terasa sangat aneh. Saya mengalami momen tergelincir cukup parah saat mencoba memanaskan ban slick di lintasan yang masih basah. Kami perlu memeriksa ulang beberapa komponen karena kecepatan mobil tidak sebaik hari sebelumnya," jelas Gasly.

Baca Juga: Audi Revolut F1 Team Pamer Livery Spesial Bertema Budaya Singapura di GP Marina Bay 2026

Langkah Evaluasi Alpine Menghadapi Seri Berikutnya

Hasil pahit di Sepang menjadi bahan evaluasi besar bagi tim teknis Alpine untuk segera membenahi koordinasi strategi dan keandalan perangkat aerodinamika sasis mereka.

Dengan selisih 22 poin yang kini membentang di papan klasemen, Alpine dituntut tampil tanpa celah pada seri balapan mendatang jika ingin menjaga asa merebut kembali peringkat kelima dari genggaman Racing Bulls.

Konsistensi perolehan poin serta ketepatan membaca perubahan cuaca di lintasan bakal menjadi kunci utama penentu pemenang duel sengit dua tim papan tengah F1 tersebut hingga akhir musim.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.