Hasil F1 GP Malaysia 2026: Kecewa Pilihan Ban, Oliver Bearman Ungkap Kekesalan pada Haas

JATENG.AKURAT.CO, Ketegangan internal pasca-balapan mewarnai garasi tim Haas F1 setelah berakhirnya gelaran F1 GP Malaysia 2026 di Sirkuit Internasional Sepang.
Pebalap muda berbakat asal Inggris, Oliver Bearman, tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya terhadap keputusan manajemen tim yang menerapkan strategi pemilihan ban berisiko tanpa sepengetahuannya.
Pebalap berusia 21 tahun tersebut sejatinya sangat yakin bahwa memulai balapan dengan ban basah (intermediate) merupakan langkah yang paling tepat melihat kondisi lintasan Sepang saat itu.
Namun, keputusan menit-menit terakhir yang diambil tim untuk memasangkan ban kering (slick) justru menghancurkan ritme balapannya, sehingga ia harus puas menyelesaikannya di posisi ke-14 di depan rekan setimnya, Esteban Ocon.
Informasi dinamika tim balap F1 terbaru ini menjadi sorotan hangat bagi para pencinta ajang jet darat yang menyoroti pentingnya komunikasi antara pebalap dan kru pit saat cuaca tak menentu.
Baca Juga: Audi Revolut F1 Team Pamer Livery Spesial Bertema Budaya Singapura di GP Marina Bay 2026
Keputusan Menit Akhir Tanpa Kesepakatan Pebalap
Nasib apes yang dialami Bearman bermula ketika tim Haas memilih untuk membagi strategi (split strategy) antara kedua pebalap mereka.
Bearman yang berposisi di depan Ocon justru diberikan perjudian ban kering, sementara Ocon yang mengawali balapan dari belakang dibekali ban intermediate.
Bearman menegaskan bahwa sejak awal dirinya menolak keras skenario penggunaan ban kering di kondisi lintasan yang belum sepenuhnya ramah.
"Throttle mobil saya berfungsi baik saat start, tetapi keputusan memasang ban slick adalah langkah yang salah. Itu bukan pilihan saya karena saya sudah menegaskan untuk memakai ban intermediate," ungkap Bearman usai balapan.
Kecepatan Mobil yang Terbuang dan Jarak 40 Detik
Akibat kesalahan fatal dalam pemilihan spesifikasi ban tersebut, Bearman kehilangan waktu berharga yang sangat besar di lintasan basah pada awal lomba.
Memasuki periode Safety Car pertama, ia bahkan tertinggal hingga 40 detik dari rombongan pebalap papan tengah (midfield).
Meski demikian, Bearman membuktikan bahwa jet darat miliknya sebenarnya memiliki kecepatan yang sangat kompetitif sepanjang akhir pekan balapan.
"Setelah beralih ke kompon keras (hard), saya sangat cepat dan mampu menyalip mobil Alpine. Sungguh disayangkan karena keputusan memakai ban lunak di awal benar-benar merusak seluruh peluang balapan saya," tambah pebalap bernomor start tersebut.
Pelajaran Berharga untuk Persaingan Musim 2026
Bearman menilai bahwa secara hierarki balapan, pebalap yang berada di posisi lebih depan idealnya mendapatkan strategi yang lebih aman dan terukur.
Mengambil risiko besar biasanya dibebankan kepada pebalap yang berada di posisi belakang untuk mengejar ketertinggalan.
Kendati merasa kecewa karena kehilangan kesempatan emas mencetak poin penting di Sepang, Bearman mencoba tetap profesional dan tidak ingin menyalahkan pihak tertentu secara berlebihan.
Kini, tim Haas F1 dituntut untuk segera membenahi koordinasi dan komunikasi radio tim guna menghadapi seri-seri berikutnya di kalender F1 2026 agar potensi besar kendaraan tidak kembali menguap begitu saja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jika Indonesia vs Thailand Imbang, Lanjut Extra Time atau Adu Penalti? Ini Aturan Final FIFA ASEAN Cup 2026
- 2UPDATE Live Skor! PSIS vs Adhyaksa FC: Sundulan Miftahul Hamdi Bawa Laskar Mahesa Jenar Unggul 1-0 di Babak Pertama
- 3Berapa Ranking FIFA Indonesia jika Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kalahkan Thailand di Final
- 4itel A300+ Resmi Siap Masuk Indonesia 10 Oktober 2026, Ini Spesifikasi dan Fiturnya
- 5Starting Grid MotoGP Jepang 2026: Jorge Martin Pole Position, Marc Marquez Membayangi di Posisi Kedua
- 6Jadwal MotoGP Jepang 2026 dan Cara Nonton Live Streaming: Persaingan Sengit Marc Marquez & Jorge Martin
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Garuda Balas Dendam di GBK?
- 8Suzuki Gandeng Pandu Laut Nusantara dan Susi Air, Tanam 1.500 Mangrove di Pangandaran, Perkuat Komitmen Jaga Pesisir
- 9Tim Sepak Bola Porprov Kota Semarang Bidik Emas di Kandang Sendiri, Persiapan Tembus Satu Tahun
- 10Prediksi Skor Persis Solo vs Kendal Tornado FC: Laskar Badai Pantura Diuji Atmosfer Panas Manahan






