Suzuki Gandeng Pandu Laut Nusantara dan Susi Air, Tanam 1.500 Mangrove di Pangandaran, Perkuat Komitmen Jaga Pesisir

JATENG.AKURAT.CO, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama Pandu Laut Nusantara dan Susi Air kembali melanjutkan program The Indonesian Coastal Greenbelt Project di Pangandaran, Jawa Barat.
Kegiatan yang digelar pada 26 September 2026 di Pelabuhan Cikidang tersebut mengusung tema “Menjaga Pesisir, Menjaga Masa Depan”. Tahun ini, program diisi dengan penanaman 1.500 bibit mangrove jenis Rhizophora.
Sebanyak 75 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari perwakilan Suzuki, Pandu Laut Nusantara, nelayan setempat, institusi pendidikan, hingga komunitas lokal.
Pelabuhan Cikidang dipilih karena memiliki peran strategis sebagai salah satu sentra aktivitas perikanan masyarakat Pangandaran.
Kawasan yang berada di pesisir selatan Pulau Jawa tersebut juga memiliki keanekaragaman biota laut yang perlu terus dijaga.
Penanaman mangrove tidak hanya ditujukan untuk mempertahankan ekosistem pesisir, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melindungi kawasan pantai dari ancaman abrasi.
Strategic Planning Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Joshi Prasetya, mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar sebagai aksi penanaman pohon.
“Melalui The Indonesian Coastal Greenbelt Project, kami ingin mendorong kesadaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga melibatkan masyarakat, agar dapat memahami manfaat mangrove bagi keberlangsungan lingkungan dan aktivitas masyarakat di kawasan pesisir,” ujar Joshi.
Belajar dari Penggerak Konservasi Mangrove
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sesi Success Story Mangrove Conservation bersama Sugito, tokoh penggerak daerah sekaligus Ketua Rukun Nelayan (RN) Dusun Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Dalam sesi tersebut, Sugito membagikan pengalaman Rukun Nelayan dalam mengembangkan kawasan konservasi mangrove di wilayahnya.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran mengenai bagaimana kawasan mangrove dapat dikembangkan dan dikelola secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Peserta kemudian mendapatkan pembekalan mengenai teknik penanaman mangrove. Materi mencakup tahapan penanaman serta berbagai hal yang perlu diperhatikan agar bibit dapat tumbuh dengan baik.
Setelah mendapatkan pembekalan, para peserta turun langsung ke kawasan Pelabuhan Cikidang untuk melakukan penanaman 1.500 bibit Rhizophora.
Sudah Tanam 10.000 Mangrove Sejak 2024
Kolaborasi Suzuki bersama Pandu Laut Nusantara dan Susi Air dalam menjaga kawasan pesisir Pangandaran telah dimulai sejak 2024.
Chief of Operation PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air), Melinasary Amini, mengatakan rangkaian kolaborasi tersebut hingga kini telah menghasilkan penanaman 10.000 mangrove.
Jumlah tersebut terdiri dari 7.000 bakau pasir yang ditanam di Susi International Beach Strip dan 3.000 Rhizophora di Pantai Madasari.
Pada 2026, kolaborasi dilanjutkan melalui The Indonesian Coastal Greenbelt Project dengan penanaman 1.500 Rhizophora di kawasan Pelabuhan Cikidang.
“Kolaborasi Suzuki dan Pandu Laut di Pangandaran telah dimulai sejak tahun 2024. Hingga saat ini, kita telah menanam 10.000 mangrove, terdiri dari 7.000 bakau pasir di Susi International Beach Strip dan 3.000 Rhizophora di Pantai Madasari,” ujar Melinasary.
Ia menambahkan, program tahun ini menjadi kelanjutan dari upaya bersama untuk menjaga kawasan pesisir melalui aksi yang melibatkan berbagai pihak.
“Mari kita turun bersama, menanam, merawat, dan memastikan apa yang kita mulai hari ini benar-benar tumbuh menjadi sesuatu yang bermanfaat,” katanya.
Pandu Laut Nusantara sendiri merupakan organisasi non-pemerintah yang berfokus pada pelestarian laut dan ekosistem pesisir. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program konservasi tersebut.
Melalui penanaman mangrove dan edukasi kepada masyarakat, The Indonesian Coastal Greenbelt Project diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Suzuki bersama Pandu Laut Nusantara, Susi Air, nelayan, institusi pendidikan dan komunitas lokal ingin membangun kesadaran mengenai pentingnya merawat kawasan pesisir secara berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga manfaat ekosistem pesisir bagi lingkungan dan masyarakat Pangandaran, baik untuk kebutuhan saat ini maupun generasi mendatang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1UPDATE Klasemen Akhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Siapa Juara Grup Indonesia atau Malaysia?
- 2Kalender Jawa Oktober 2026: Daftar Hari Baik untuk Akad Nikah, Pindah Rumah, dan Usaha
- 3Kolaborasi Huawei x Pop Mart: Nova 16 Pro dan Watch Fit 5 Hirono Edition Resmi Dirilis
- 4UPDATE! LIVE SCORE Malaysia vs Singapura, Skor 2-0 Babak Pertama Cek Hasil Babak Kedua Skor Akhir Full Time
- 5Astra Financial Hadir di GIIAS Semarang 2026, Tawarkan Solusi Pembiayaan dan Layanan Keuangan Terintegrasi
- 6Cuma Dari YouTube, Reiga Luwes Menari Sampai Bikin Orang Tua Bangga
- 7Jadwal Lengkap F1 GP Bahrain di Malaysia 2–4 Oktober 2026, Ada Live Streaming
- 8Link Live Streaming Gratis Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kickoff 19.30 WIB
- 9LIVE SCORE! Update Skor Indonesia vs Bangladesh: Garuda Unggul 6-1 di Babak Pertama, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 10GIIAS Semarang 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Kendaraan Global Ramaikan Muladi Dome UNDIP



