Sudah Unggul, Namun Kembali Tersandung di Kandang: Persis Masih Terpuruk di Dasar Klasemen

JATENG.AKURAT.CO, Harapan untuk bangkit di kandang sendiri kembali pupus bagi Persis Solo.
Pada pekan ke-22 BRI Super League, Laskar Sambernyawa harus puas berbagi angka setelah ditahan PSBS Biak dengan skor 1-1 di Stadion Manahan, Sabtu (21/2) malam.
Padahal, Persis sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
Persis membuka keunggulan pada menit ke-30 lewat sepakan Dimitri Lima. Gol tersebut lahir setelah tuan rumah tampil cukup dominan di babak pertama dan mampu mengontrol jalannya pertandingan.
Namun keunggulan itu tak bertahan hingga akhir laga.
PSBS Biak berhasil mencuri gol penyama kedudukan pada menit ke-81 melalui sundulan Luquinhas yang memanfaatkan umpan silang.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Persis yang sebelumnya memiliki sejumlah peluang untuk menggandakan keunggulan, namun gagal dimaksimalkan.
Masih Terjebak di Dasar
Tambahan satu poin belum cukup mengangkat posisi Persis dari dasar klasemen. Dengan koleksi 13 poin, mereka masih menjadi juru kunci sementara.
Persis kini tertinggal tiga poin dari Semen Padang FC yang berada di peringkat ke-17 dengan 16 angka. Sementara jarak dengan Persijap Jepara dan PSBS Biak di posisi ke-16 dan ke-15 terpaut enam poin.
Situasi ini tentu semakin menekan Laskar Sambernyawa yang terus berjuang keluar dari zona degradasi.
Milo: Kami Seharusnya Bisa Menang
Pelatih kepala Persis, Milomir Šešlija, tak menyembunyikan rasa kecewanya. Ia menilai timnya tampil cukup baik, terutama di babak pertama.
“Laga kali ini kita bermain baik dan banyak menciptakan peluang. Tim lawan tidak banyak peluang, tapi satu crossing mereka dapat menjadi gol. Seharusnya kita bisa menang jika peluang yang dibuat menjadi gol. Tetapi saya apresiasi perjuangan para pemain di pertandingan ini,” ujar pelatih yang akrab disapa Milo.
Menurutnya, kegagalan memaksimalkan peluang menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dibenahi.
Ada Perkembangan, Tapi Butuh Waktu
Meski kecewa dengan hasil akhir, Milo melihat perkembangan positif dari sejumlah pemain. Ia menyoroti performa Zanadin Fariz dan Althaf Indie yang dinilai tampil sesuai harapan.
Selain itu, kehadiran pemain-pemain baru disebut mulai memberikan dampak positif, meski adaptasi masih menjadi tantangan.
“Pemain lokal sudah mengalami perkembangan tapi masalah kita adalah beberapa pemain baru kita mungkin terlihat bugar, tapi secara fitnes level tidak lama bermain jadi harus berusaha lebih beradaptasi lagi,” jelasnya.
Laga Penentuan Berikutnya
Kesempatan berikutnya bagi Persis untuk bangkit akan datang pada pekan ke-23 saat menjamu Persik Kediri, Minggu (1/3), kembali di Stadion Manahan.
Bagi Persis, setiap pertandingan kini terasa seperti final. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal dalam persaingan papan bawah yang semakin ketat.
Di tengah tekanan dan kekecewaan, satu hal yang masih dimiliki Laskar Sambernyawa adalah waktu—meski semakin menipis—untuk membalikkan keadaan dan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






