Bangkit di Bumi Kartini! Persijap Hantam Persebaya 3-1 dan Nyalakan Asa Keluar dari Zona Merah

JATENG.AKURAT.CO, Kemenangan penting akhirnya diraih Persijap Jepara pada pekan ke-22 BRI Super League. Bermain di kandang sendiri di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2) malam.
Laskar Kalinyamat tampil meyakinkan dengan menundukkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-1.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sinyal kebangkitan Persijap di tengah perjuangan keluar dari zona degradasi.
Iker Guarrotxena Jadi Pembeda
Striker Persijap, Iker Guarrotxena, tampil sebagai bintang lapangan. Ia mencetak dua gol krusial yang memastikan kemenangan tuan rumah.
Gol pertama lahir pada menit ke-32 lewat penyelesaian cerdas memanfaatkan assist Lucas Morelatto. Gol tersebut membawa Persijap unggul dan meningkatkan kepercayaan diri tim.
Memasuki masa injury time yang panjang dan menegangkan, Guarrotxena kembali menunjukkan ketajamannya. Pada menit 90+12, ia mencetak gol keduanya setelah menerima umpan matang dari Alexis Gomez, sekaligus mengunci kemenangan 3-1.
Alexis Gomez, Masuk dan Langsung Berkontribusi
Tak hanya Guarrotxena yang bersinar. Alexis Gomez juga tampil impresif meski baru masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69.
Hanya dua menit berselang, tepatnya menit ke-71, Gomez mencatatkan namanya di papan skor usai memaksimalkan assist dari Borja Herrera. Gol cepat tersebut menjadi momentum penting yang membuat Persijap semakin percaya diri.
Persebaya sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti Bruno Moreira pada menit 90+4. Namun harapan tim tamu untuk bangkit semakin berat setelah Rachmat Irianto diganjar kartu merah pada menit ke-86, membuat Bajul Ijo harus bermain dengan 10 orang di akhir laga.
Mario Lemos dan Energi Baru Persijap
Kemenangan ini juga menjadi pembuktian bagi pelatih kepala Persijap, Mario Lemos, yang kembali menakhodai tim setelah bertukar posisi dengan Divaldo Alves yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik.
“Soal pertandingan ini, kita tahu Persebaya adalah tim yang bagus. Tapi kami senang bisa tampil bagus pada laga kali ini. Terlebih tampil di depan suporter yang terus memberikan dukungannya yang membuat pemain tampil lebih semangat,” ujar Lemos usai laga.
Atmosfer Stadion Gelora Bumi Kartini yang penuh dukungan suporter menjadi suntikan moral besar bagi para pemain.
Asa Keluar dari Zona Merah
Tambahan tiga poin membuat Persijap kini mengoleksi 18 poin dan naik satu peringkat dari posisi ke-17 ke peringkat ke-16. Meski masih berada di zona merah, raihan tersebut sudah menyamai poin milik PSBS Biak di peringkat ke-15.
Artinya, peluang untuk keluar dari zona degradasi semakin terbuka.
Namun Persijap tak ingin terlena. Tantangan berikutnya sudah menanti di pekan ke-23, saat mereka harus bertandang ke markas Bali United FC pada Sabtu (28/2).
Dua kekalahan tandang sebelumnya—dari Arema FC (0-1) dan Malut United FC (0-4)—menjadi evaluasi penting bagi Mario Lemos.
“Tujuan kami tiap pertandingan yang dijalani adalah mendapatkan poin. Saat main tandang lawan Arema FC dan Malut United FC, memang kami tidak mendapatkan hasil yang bagus. Namun harapannya di Bali nanti, kita bisa dapat hasil bagus,” pungkasnya.
Kemenangan atas Persebaya menjadi langkah awal. Kini, Persijap membawa semangat baru untuk terus berjuang, menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






