Jateng

Sosok Firman Juliansyah, Pemilik Nomor 15 Semen Padang FC yang Disebut Andre Rosiade Jadi Korban Dugaan Rasis Wasit

Arixc Ardana | 25 Februari 2026, 10:36 WIB
Sosok Firman Juliansyah, Pemilik Nomor 15 Semen Padang FC yang Disebut Andre Rosiade Jadi Korban Dugaan Rasis Wasit

JATENG.AKURAT.CO, Laga pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 menyisakan cerita pahit bagi Semen Padang FC.

Tak hanya kalah telak 0-4 dari Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Selasa (24/2) malam WIB, Kabau Sirah juga diterpa isu serius terkait dugaan ujaran rasis dari perangkat pertandingan.

Sorotan mengarah pada pemain bernomor punggung 15, Firman Juliansyah, yang disebut menjadi korban ucapan tak pantas dari hakim garis.

Baca Juga: Revolusi Kamera Depan Apple: Bocoran Terbaru, iPhone 18 Pro Siap Pakai Kamera Selfie 24MP

Dalam pertandingan tersebut, Semen Padang sudah berada dalam tekanan sejak awal laga.

Bhayangkara FC membuka keunggulan lewat penalti Moussa Sidibe pada menit ke-27.

Situasi semakin sulit setelah Boubakary Diarra menerima kartu merah di menit ke-35.

Bermain dengan 10 orang, Semen Padang tak mampu membendung serangan tuan rumah hingga akhirnya menyerah 0-4.

Hasil itu membuat tim asal Sumatera Barat tertahan di peringkat ke-17 dengan 16 poin, semakin dekat dengan zona degradasi.

Namun hasil akhir bukan satu-satunya yang menjadi perhatian.

Tudingan Ujaran Rasis

Penasihat klub, Andre Rosiade, melontarkan tudingan serius seusai pertandingan.

Ia mengklaim bahwa Firman Juliansyah mendapat perlakuan tak pantas dari hakim garis.

“Hakim garis yang memimpin Bhayangkara vs Semen Padang rasis. Yang bersangkutan menyebut pemain Semen Padang nomor 15 sebagai pemain tarkam dan pemain kampungan,” tulis Andre di akun media sosialnya.

Andre menegaskan bahwa kalah dan menang adalah hal biasa dalam sepak bola.

Namun menurutnya, perilaku perangkat pertandingan yang diduga merendahkan pemain tidak bisa ditoleransi.

“Kalah menang itu biasa tapi kelakuan hakim garis seperti ini luar biasa. Kami akan laporkan hakim garis ini secara resmi setelah pertandingan selesai,” tegasnya.

Pertandingan tersebut dipimpin wasit Erfan Efendi, dengan asisten wasit Jaka Prasetia dan Asri.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari perangkat pertandingan maupun operator liga terkait tudingan tersebut.

Jika terbukti, kasus ini bisa menjadi preseden penting dalam upaya memberantas ujaran rasis di kompetisi sepak bola nasional.

Sosok Firman Juliansyah

Di balik kontroversi itu, nama Firman Juliansyah menjadi perbincangan publik.

Lahir di Padang pada 7 Juli 2003, Firman adalah pemain muda yang berposisi sebagai penyerang sayap kiri.

Dengan tinggi 1,63 meter dan dominan kaki kanan, ia dikenal sebagai pemain lincah dengan kecepatan serta determinasi tinggi.

Firman mengawali kariernya di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Barat pada 2018 hingga 2021.

Performa dan dedikasinya menarik perhatian Semen Padang FC, yang kemudian merekrutnya pada 5 Juli 2021.

Sejak bergabung, Firman berkembang menjadi bagian penting skuad Kabau Sirah.

Ia dikenal sebagai pemain pekerja keras yang tak ragu turun membantu pertahanan sekaligus agresif saat menyerang dari sisi kiri.

Bagi Semen Padang, Firman bukan sekadar nomor punggung 15. Ia adalah representasi regenerasi dan harapan masa depan klub.

Di tengah situasi sulit yang dihadapi timnya musim ini, kontroversi yang menyeret namanya tentu menjadi ujian mental tersendiri bagi pemain berusia 22 tahun tersebut.

Kini, publik menanti kejelasan dan sikap tegas dari otoritas liga.

Sepak bola seharusnya menjadi panggung sportivitas, bukan ruang bagi ujaran yang merendahkan martabat pemain.

 ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.