Sepak Bola Satukan TNI dan Warga Sipil: MTFC vs TSFC di Sesko AD Gatot Subroto

JATENG.AKURAT.CO, Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya bermain sepak bola di kompleks pendidikan militer? Pemainnya terdiri atas para perwira TNI lulusan Akmil dan penontonnya ada yang berpangkat jenderal bintang dua. Siapapun lawannya, apalagi dari kalangan sipil, tentu akan canggung dan grogi.
Namun, itu tidak terjadi ketika komunitas sepak bola Kota Semarang yang tergabung dalam Tim K39 (TSFC) bermain di Markas Sesko AD di Jalan Gatot Subroto, Bandung.
Tim tuan rumah Sesko AD yang diwakili Mayor TNI Arief Rahman Hakim Wambraw (ARH) dengan Tim Macan Tidar (MTFC) Bandungnya, sangat humanis.
Sebelum bermain, ARH menjamu tim lawan untuk makan siang di Aula Sesko AD. Acara dilanjutkan berkeliling mengenalkan gedung- gedung bersejarah di kompleks Sesko AD.
Termasuk, memperkenalkan satu per satu pemain MTFC kepada tamu dari Semarang yang dikoordinir Syarul Kirom yang juga anggota DPRD Kota Semarang.
Suasana pun jadi gayeng ketika kedua tim saling bertatap muka, berbincang, bersenda gurau, dan dilanjut foto bersama.
"Terima kasih, selamat datang teman-teman dari Semarang sudah hadir dan bersilaturahmi dengan Tim Macan Tidar, di lembaga terhormat yang kita segani bersama, yakni Sesko AD Gatot Subroto Bandung,” kata ARH disambut tepuk tangan seluruh pemain, sebelum laga dimulai, Minggu (21/9/2025).
Baca Juga: KKS Semarang Boyong Anggota Tour ke Yogyakarta, Ikuti Trofeo Dimeriahkan Sejumlah Legenda
Dalam pertandingan persahabatan itu, Tim MTFC unggul 4-2 atas tamunya TSFC. Gol MTFC dicetak Harry menit-ke 15, Adven menit ke- 40, dan 60 Morin menit ke-88. Gol balasan tim Semarang dihasilkan lewat kaki Lenon menit ke-19 dan Asep menit ke -75.
Tim Macan Tidar Bandung pada babak pertama menerjunkan sembilan perwira yakni Kolonel Yosep Sidabutar, Kolonel Inf Monang, Kolonel Inf Djoni, Kolonel Inf Sipahelut, Letkol Arm Fran, Mayor Inf ARH, Mayor Inf Reza Gita, Kapten Inf Andrias Sitolu, dan Kapten Inf Harry Oribadi. Tentunya, didampingi suporter setia Komandan Sesko AD, Mayjen TNI Hendy Antariksa.
Sementara tim dari Kota Semarang yang berjumlah 23 pemain menurunkan Guntusso, Widodo, Andy Cole, Ardi, Hari, Ivan, Suyat, Kim, Lenon, Asep, Syarul Kirom, Sukimin, Vian, Ardi Asmi, Justo, Wowok, dengan Kapten Pace Rico.
Akhirnya, duel sengit sarat gengsi pun tak terelakkan.
Kedua tim saling berhati-hati meraba kekuatan di sepuluh menit awal babak pertama.
Malapetaka terjadi di gawang K 39 yang dijaga Syarul, Kapten Harry menit ke-15 berhasil menceploskan bola ke gawang tim tamu.
Setelah lolos dari jebakan offside hasil pasing lembut dan terukur dari ARH, skor 1-0 untuk MTFC.
Ketinggalan satu gol, tim Semarang semakin terlecut menaikkan tempo serangan.
Menit ke-25 striker mungil Lenon berhasil membuat gol cantik dengan bola chip melewati sergapan kiper MTFC menjadikan kedudukan imbang 1-1.
Permainan semakin seru, terjadi jual beli serangan.
Sayang, terlambat dalam transisi , dimanfaatkan ARH dkk melakukan serangan balik.
Benar saja, tendangan keras Adven dari luar kotak di menit ke-40 berhasil menembus jala tim tamu.
Sampai akhir babak pertama kedudukan tidak berubah skor 2-1 untuk tim Bandung.
Usai turun minum, hadir seorang suporter yang membuat seluruh pemain Macan Tidar semakin bersemangat.
Tidak lain, dia adalah Komandan Sesko AD Mayjen TNI Hendy Antariksa.
Alhasil, permainan MTFC semakin menggila, ARH yang berposisi gelandang serang, melakukan solo run menusuk ke jantung pertahanan lawan.
Lenon yang ikut turun membantu pertahanan berhasil dikolong.
Karena dianggap membahayakan, ARH dijatuhkan dikotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih dan berhasil dieksekusi Adven menit-ke 60 hingga skor berubah 3-1.
Sulit menembus pertahanan Macan Tidar, tim Semarang merubah strategi dengan melakukan tendangan jarak jauh.
Ternyata membawa hasil menit ke -75 Asep dari luar kotak penalti melancarkan tendangan keras mendarat di pojok kanan gawang Macan Tidar. Skor memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2.
Serangan semakin ditingkatkan, gelandang bertahan Guntuso jatuh bangun mematahkan serbuan tim perwira Macan Tidar.
Saat injury time Semarang kecolongan. Karena faktor stamina, Morin dengan leluasa masuk ke jantung pertahanan melakukan plessing dan terciptalah gol.
Sampai peluit panjang tanda akhir pertandingan, skor 4-2 untuk kemenangan Macan Tidar.
Usai laga, ARH yang lulusan Sesko Bangladesh itu, menerima kenang-kenangan berupa jaket kebanggaan dari komunitas bola legendaris, Sport Pemuda Himpunan Candi (New Sphinx) Semarang melalui ketuanya Gunawan Wibisono.
Selanjutnya, ARH mengadakan jamuan makan malam di Aula Sesko AD.
"Sungguh luar biasa, tidak sembarang orang bisa masuk dan makan di ruangan terhormat ini. Karena ruangan ini banyak mencetak para pemimpin besar bangsa, diantaranya Soeharto, Soesilo Bambang Yudoyono, termasuk presiden yang kita banggakan saat ini Prabowo, " tegas ARH disambut tepuk tangan riuh hadirin.
Dikatakan mantan Danramil 01 Semarang itu, Oktober nanti bapak berputra empat ini akan naik pangkat.
“Mohon doanya, Oktober saya naik pangkat jadi letkol dan berdinas di Kodam III Siliwangi. Insya Allah, saya welcome jika teman-teman dari Semarang ingin main bola di Bandung, " papar pemilik Sekolah Akademi Djatayu Banteng Reiders 400 Semarang itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







