Bikin Merah Muka Fans MU! Dihajar Arsenal di Old Trafford, Terungkap Ini 3 Kelemahan Setan Merah yang Bikin Ruben Amorim Pusing Tujuh Keliling!

JATENG.AKURAT.CO, Pertandingan antara Manchester United vs Arsenal di awal musim Premier League 17 Agustus 2025 lalu benar-benar bikin tegang!
Aroma rivalitas klasik yang sudah melegenda sejak era 90-an kembali terasa. Tapi, buat fans Manchester United, hasil akhirnya benar-benar bikin kecewa.
Meski tampil dominan dan menguasai jalannya pertandingan, United harus menelan pil pahit kekalahan di hadapan publik sendiri di Old Trafford.
Lantas, apa sih yang bikin taktik Ruben Amorim nggak berjalan sempurna dan Setan Merah tumbang di tangan The Gunners? Yuk, kita bahas tuntas!
1. Dominasi Tanpa Eksekusi: Masalah Akurasi yang Tak Kunjung Selesai
Ini dia penyakit lama United yang sepertinya belum sembuh juga. Penguasaan bola dan serangan dari sisi sayap sudah cukup hidup, bahkan jauh lebih baik dari musim lalu.
Tapi, semua itu jadi sia-sia karena tidak ada pemain yang mampu memberikan finishing klinis.
Peluang yang tercipta lumayan banyak, bahkan Braian Bomo sempat mendapat peluang emas lewat tandukan yang sayangnya masih bisa ditahan oleh David Raya.
Serangan dari sisi sayap seringkali hanya berujung umpan silang yang tidak disambut oleh siapa-siapa di kotak penalti.
Bagi United, dominasi tanpa eksekusi yang tajam hanyalah data statistik tanpa hasil.
2. Benyamin Sesco Masih Melempem di Laga Perdana
Salah satu sorotan utama di laga ini adalah duel dua striker baru: Viktor Gyokeres di Arsenal dan Benyamin Sesco di MU.
Sayangnya, dampak yang diberikan Sesco belum terlalu terasa.
Pemain Slovenia itu masuk menggantikan Mason Mount di menit ke-65, tapi hanya mencatatkan dua upaya off target.
Amorim harus berani memberi peran lebih besar kepada Sesco. Bagaimanapun juga, striker ini direkrut sebagai ujung tombak baru tim.
Cepat atau lambat, ia harus menemukan ritmenya dan menunjukkan insting golnya.
3. Kurangnya Keberuntungan dan Keputusan Wasit
Nggak bisa dimungkiri, faktor keberuntungan juga ikut berperan. Momen Matheus Cunha yang secara tidak sengaja dijatuhkan oleh William Saliba di kotak penalti seharusnya menjadi kesempatan emas bagi United.
Sayangnya, wasit tidak melihat kejadian tersebut dan tidak ada bantuan VAR. Momen itu berlalu begitu saja, dan United harus menelan kekalahan pahit di awal musim.
Pelajaran Berharga untuk Kedua Tim
Bagi Manchester United, kekalahan ini menjadi pelajaran penting. Strategi sebagus apapun akan sia-sia kalau tidak ada pemain yang mampu menyelesaikannya.
Mereka butuh penyerang yang lebih sering berada di posisi berbahaya dan bisa mengubah peluang sekecil apapun menjadi gol.
Di sisi lain, Arsenal pantas diacungi jempol. Kemenangan tipis ini menunjukkan solidnya pertahanan mereka yang dipimpin oleh William Saliba dan Declan Rice.
Skema set-piece mereka juga terbukti menjadi senjata mematikan. Namun, Arteta juga punya pekerjaan rumah.
Viktor Gyokeres masih terlihat kesulitan beradaptasi. Jika striker asal Swedia ini bisa lebih nyetel, Arsenal akan punya lini depan yang jauh lebih berbahaya.
Gimana menurut kalian, Sobat Sepak Bola? Apa yang menyebabkan Manchester United kalah kali ini? Coba tulis pendapatmu di kolom komentar!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










