Jateng

Prakiraan Cuaca Sore Ini 21 Oktober 2026: Semarang Berawan, Solo Hujan Ringan, Jawa Tengah Waspada Gelombang Tinggi

Theo Adi Pratama | 21 Oktober 2026, 15:30 WIB
Prakiraan Cuaca Sore Ini 21 Oktober 2026: Semarang Berawan, Solo Hujan Ringan, Jawa Tengah Waspada Gelombang Tinggi
Ilustrasi cuaca hari ini

JATENG.AKURAT.CO, Cuaca sore hingga awal malam di Semarang pada Rabu (21/10/2026) diprakirakan berawan dengan suhu yang masih menyengat, sementara Solo harus melewati siang terik 38 derajat sebelum akhirnya diguyur hujan ringan pada pukul 16.00 WIB.

Sore ini, langit Semarang dan Solo sedang tidak berbicara dengan bahasa yang sama.

Semarang memilih diam. Awan gelap bergelayut, tapi tidak ada tetes air yang jatuh. Udara tetap gerah. Suhu tidak benar-benar turun. Ia hanya berhenti naik.

Solo memilih bertindak. Setelah seharian memanggang aspal, langit akhirnya pecah juga. Hujan turun sekitar pukul empat sore. Tidak deras.

Cukup untuk membasahi jalan, menurunkan suhu dari 38 derajat ke 30 derajat, dan membuat beberapa orang menyesal tidak membawa jas hujan.

Semarang: berawan, gerah, tapi tidak hujan

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, menyebut cuaca di Jawa Tengah pada sore hingga awal malam umumnya berawan. Hujan ringan hanya berpotensi terjadi di wilayah pegunungan bagian barat dan tengah, seperti Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, dan Magelang.

Untuk Kota Semarang sendiri, langit sore sampai awal malam diprakirakan berawan. Suhu berkisar 27 sampai 36 derajat Celsius. Kelembapan 35 sampai 75 persen. Angin bertiup dari timur ke selatan dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam.

Angka 36 derajat itu bukan angka yang ramah. Ia cukup untuk membuat orang yang baru keluar kantor langsung mencari naungan. Cukup untuk membuat es teh di warung ludes sebelum magrib.

Semarang sore ini tidak memberi hujan. Ia hanya memberi awan. Dan kadang, awan tanpa hujan justru lebih melelahkan daripada terik yang jujur.

Solo: dari 38 derajat ke 30 derajat dalam hitungan menit

Solo punya cerita yang lebih dramatis.

Siang tadi, suhu di Solo mencapai puncaknya pada pukul 13.00 WIB: 38 derajat Celsius. Langit cerah benderang sejak pagi. Angin dari selatan bertiup kencang, 12,4 sampai 14,7 kilometer per jam. Kelembapan 47 sampai 83 persen.

Lalu pukul 16.00 WIB, semuanya berubah. Hujan ringan turun. Suhu merosot ke 30 derajat Celsius. Kelembapan melonjak sampai 89 persen. Angin berbalik pelan dari utara, cuma 1,7 kilometer per jam.

Bagi warga Solo yang seharian menahan panas, hujan sore itu mungkin terasa seperti hadiah. Tapi bagi yang sedang di jalan, ia bisa jadi masalah. Jalan licin. Pandangan terganggu. Dan jaket yang pagi tadi sengaja ditinggal di rumah tiba-tiba terasa seperti keputusan yang buruk.

Malam nanti, Solo diprakirakan kembali cerah. Suhu perlahan turun dari 28 derajat ke 25 derajat Celsius. Kelembapan 67 sampai 77 persen.

Pagi terik. Siang membara. Sore hujan. Malam cerah. Solo hari ini seperti sedang ganti suasana hati.

Yang perlu diwaspadai sore ini

BMKG mengingatkan beberapa hal untuk sore hingga malam nanti.

Untuk Semarang dan sekitarnya:

  • Suhu masih tinggi, 27–36 derajat Celsius. Bawa air minum kalau harus keluar sore ini.

  • Langit berawan, tapi hujan belum tentu turun. Jangan andalkan awan gelap sebagai tanda hujan.

  • Angin dari timur ke selatan, 10–30 kilometer per jam. Cukup untuk membuat debu beterbangan di jalan.

Untuk Solo dan sekitarnya:

  • Hujan ringan sudah turun sejak pukul 16.00 WIB. Jalan bisa licin. Hati-hati kalau naik motor.

  • Suhu turun ke 30 derajat Celsius. Angin pelan dari utara. Udara lebih lembap.

  • Malam nanti cerah kembali. Suhu 25–28 derajat Celsius.

Untuk Jawa Tengah secara umum:

  • Hujan ringan berpotensi di pegunungan barat dan tengah. Waspadai longsor di lereng yang tanahnya kering.

  • Gelombang tinggi 2,5–4 meter di perairan selatan Cilacap hingga Purworejo. Nelayan diminta waspada.

  • Rob berpotensi di pesisir utara dengan ketinggian maksimum 1 meter pada pukul 02.00–06.00 WIB.

Sore ini, Semarang dan Solo tidak sedang bersaing. Mereka cuma sedang menjalani cuaca yang berbeda. Satu memilih berawan. Satu memilih hujan.

Tidak ada yang lebih baik. Tidak ada yang lebih buruk. Yang ada cuma dua kota yang sama-sama harus disiapkan payungnya, walau dengan alasan yang tidak sama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.