Anasom Tegaskan Tak Kembali Maju, Bursa Calon Ketua PCNU Kota Semarang Mulai Menghangat

JATENG.AKURAT.CO, Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada akhir November 2026 mulai memunculkan sejumlah nama yang berpotensi memimpin organisasi tersebut untuk periode berikutnya. Di tengah dinamika pergantian kepemimpinan itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Dr. KH. Anasom, MHum, memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri.
Anasom menegaskan, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses regenerasi yang perlu dijalankan agar organisasi terus berkembang. Ia pun mempersilakan jajaran pengurus NU Kota Semarang membahas dan menentukan sosok yang dinilai paling tepat untuk melanjutkan kepemimpinan.
Keputusan tersebut disampaikan Anasom dengan mempertimbangkan berakhirnya masa kepengurusan PCNU Kota Semarang berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nomor 3793/PB.01/A.II.01.45/99/03/2025. Dalam keputusan tersebut, masa jabatannya berakhir pada 9 September 2026.
Namun, pelaksanaan Konfercab tidak dapat langsung dilakukan sesuai berakhirnya masa kepengurusan karena adanya percepatan pelaksanaan Muktamar NU pada akhir Agustus 2026. Kondisi itu membuat agenda pergantian kepemimpinan di tingkat cabang harus menyesuaikan arahan PBNU.
“Pertama yang perlu diketahui bahwa SK PCNU habis pada awal bulan September kemarin, tapi karena ada Muktamar maka kita diminta oleh PBNU untuk mundur,” kata Anasom kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tersebut mengaku bersyukur karena selama memimpin PCNU Kota Semarang terdapat sejumlah program dan pengembangan aset organisasi yang dapat diteruskan oleh kepengurusan selanjutnya.
Menurut dia, keberlanjutan program dan pengelolaan aset menjadi pekerjaan penting bagi pemimpin PCNU mendatang. Berbagai fasilitas yang telah dibangun diharapkan tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikembangkan agar memberikan manfaat lebih luas bagi organisasi dan masyarakat Nahdliyin.
Sejumlah aset yang menjadi perhatian di antaranya gedung PCNU Kota Semarang, kompleks Aswaja Center NU Semarang yang kini telah dilengkapi Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK), Pesantren KH. Shaleh Darat, serta Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) NU 01 Kota Semarang.
Anasom menyebut, masih terdapat pekerjaan lanjutan yang perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan fasilitas milik organisasi.
Ia mencontohkan gedung PCNU di Puspogiwang yang masih membutuhkan pembangunan lanjutan setelah ditemukan adanya tambahan lahan dalam proses renovasi dan pembangunan kembali. Kebutuhan tersebut belum dapat direalisasikan karena berada di luar perencanaan awal.
“Dari sekian aset NU yang ada ini, kami tentunya berharap bisa terus berkembang. Seperti gedung PCNU di Puspogiwang ada susulan tanah saat renovasi pembangunan ulang. Ini belum bisa kita bangun karena di luar perencanaan yang kemarin,” ungkapnya.
Selain pembangunan fisik, optimalisasi pemanfaatan fasilitas organisasi juga menjadi perhatian. Anasom berharap kompleks Aswaja NU Center dapat lebih sering digunakan untuk berbagai kegiatan yang mendukung penguatan kelembagaan dan pengembangan kapasitas warga NU.
Ia menilai pengembangan kawasan tersebut perlu disertai target yang jelas dan terukur sehingga manfaatnya dapat dievaluasi secara berkelanjutan. Dengan demikian, keberadaan aset organisasi tidak berhenti pada pembangunan sarana, tetapi juga mampu mendukung aktivitas pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, MAK NU 01 Kota Semarang mulai menunjukkan upaya untuk meningkatkan kualitas dan prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Capaian tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui dukungan bersama dari seluruh elemen NU.
“Harapannya semua itu bisa disengkuyung bareng, usahakan semaksimal mungkin kemanfaatannya bagi NU dan warga NU,” tuturnya.
Sejumlah Nama Masuk Bursa Calon Ketua PCNU
Seiring mendekatnya pelaksanaan Konfercab, sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai calon pemimpin PCNU Kota Semarang berikutnya. Mereka di antaranya Prof. Dr. Abdulrahman, Dr. In'amuzzahidin, Dr. Agus Fathuddin Yusuf, dan KH. Almamnuhin.
Munculnya sejumlah kandidat tersebut dinilai menjadi bagian dari dinamika organisasi menjelang pergantian kepemimpinan. Anasom menyambut positif perkembangan tersebut dan menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kaderisasi di lingkungan NU.
Ia menyebut, sejumlah nama yang mulai beredar memiliki latar belakang proses pengaderan melalui organisasi badan otonom NU, seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi melalui jalur kaderisasi tersebut menjadi salah satu modal bagi calon pemimpin untuk memahami nilai, tradisi, serta mekanisme organisasi NU.
Anasom juga meyakini para kader yang nantinya mencalonkan diri maupun diusulkan oleh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dari 16 kecamatan di Kota Semarang merupakan sosok yang telah melalui proses pertimbangan di lingkungan masing-masing.
Ia berharap proses pemilihan dalam Konfercab berjalan dengan mengedepankan musyawarah, pertimbangan yang matang, serta kepentingan organisasi. Dengan begitu, kepemimpinan berikutnya diharapkan mampu melanjutkan program yang sudah berjalan sekaligus menjawab tantangan NU Kota Semarang ke depan.
Anasom kembali menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju dalam Konfercab mendatang. Ia meminta seluruh pihak memberikan ruang bagi kader lain untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.
“Sudah saatnya saya tidak maju, tidak perlu lagi didorong untuk maju. Jadi Konfercab nanti saya tidak akan maju lagi, monggo silakan dirembuk dengan baik dan pilih yang terbaik,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Daftar Gunung Terbakar Dalam 24 Jam Terakhir Hingga Senin 19 Oktober 2026: Dari Bromo sampai Latimojong
- 2Lama Tak Terlihat, Tiba-tiba Hendi Menjabat Ketua LPEU MUI Jawa Tengah
- 3Prakiraan Cuaca Semarang dan Solo Minggu Siang Ini 18 Oktober 2026: Cerah Berawan Tapi Panasnya Bikin Otak Meleleh
- 4Update Rute Macet Kota Semarang dan Solo 19 Oktober 2026: Piere Tendean Masih Ditutup! Ini Titik Macet dan Jalur Selamat Hari Ini
- 5AHY Run Jateng 2026 Meriah, 5.500 Pelari Nikmati Rute Ikonik Kota Semarang
- 6Xiaomi Redmi G27Q 2026 Resmi Hadir, Monitor Gaming 2K 240Hz Harga di Bawah Rp2 Juta
- 7Lawu Terbakar 100 Hektar, Sebangau Menyala: Peta Karhutla 18 Oktober 2026 yang Bikin Gelisah
- 8Kebakaran Gunung Lawu Capai 140 Hektare, Bagana dan Relawan terus Berjibaku
- 9Prediksi Skor Persib vs Persik: Adu Strategi Igor Tolic dan Marcos Reina, Mampukah Pangeran Biru Amankan Kemenangan?
- 10Dibantu Polres Purbalingga, Bapanas Pantau Harga dan Stok Bahan Pangan




