Jateng

Respon Cepat, Posyandu Jateng Mampu Layani Enam Persoalan Warga

Muhammad Husni Mushonifi | 7 Oktober 2026, 14:58 WIB
Respon Cepat, Posyandu Jateng Mampu Layani Enam Persoalan Warga

JATENG.AKURAT.CO, Posyandu di Jawa Tengah kini bertransformasi menjadi pusat layanan masyarakat yang jauh lebih luas. Tak lagi hanya menangani persoalan kesehatan ibu dan anak, Posyandu kini mengintegrasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), mulai dari pendidikan hingga penanganan persoalan sosial dan kebencanaan.

Transformasi tersebut membuat Posyandu memiliki peran strategis sebagai pintu awal untuk menangkap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan penguatan layanan enam SPM terus dilakukan agar keberadaan Posyandu semakin dekat dengan kebutuhan warga.

Hingga saat ini, hampir 49.149 lembaga Posyandu di Jawa Tengah telah menjalankan layanan yang mencakup enam bidang SPM, yakni kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas).

“Jadi Posyandu 6 SPM ini saya pastikan pada hari ini alhamdulillah semuanya sudah berjalan dengan baik,” kata Nawal saat meninjau Posyandu Melati di Kantor Balai Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Selasa (6/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Nawal didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Keduanya melihat langsung berbagai pelayanan yang diberikan Posyandu Melati kepada masyarakat.

Mulai dari pemeriksaan kesehatan bayi, layanan pendidikan anak usia dini, pemberian bantuan sosial, hingga penyerapan dan penyampaian berbagai persoalan warga menjadi bagian dari aktivitas Posyandu.

Menurut Nawal, keberadaan Posyandu dengan enam layanan tersebut diharapkan mampu mempercepat respons terhadap persoalan masyarakat. Aduan maupun kebutuhan warga yang ditemukan kader di lapangan dapat segera diteruskan untuk mendapatkan penanganan dari pihak terkait.

Pendidikan Jadi Salah Satu Prioritas

Pada sektor pendidikan, layanan Posyandu diintegrasikan dengan program PAUD Emas. Dalam kunjungan ke Desa Triguno, bantuan paket pojok baca diserahkan kepada TK Insan Ceria.

Paket tersebut terdiri atas rak buku, 50 judul buku cerita, wastafel, tempat sampah, serta alat permainan edukatif.

“Pelayanan yang menjadi prioritas pertama adalah pendidikan. Kami menghadirkan layanan PAUD Emas dan kemudian pojok baca tadi sudah ada,” ujar Nawal yang juga Bunda PAUD Jawa Tengah.

Sementara dalam bidang sosial, Posyandu turut mengambil peran dalam membantu warga penyandang disabilitas. Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan dua kursi roda dan kaki palsu.

Layanan Posyandu juga diperluas ke aspek ketenteraman dan kebencanaan. Bersama program PKK Siaga dan Tanggap Bencana (Sigab), kader PKK setempat mendapatkan pelatihan mitigasi bencana.

Pelatihan tersebut dinilai penting mengingat kader Posyandu dan PKK berada paling dekat dengan masyarakat sehingga dapat menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan ketika terjadi bencana.

Posyandu Ikut Tangani Kekeringan

Peran Posyandu juga menyentuh persoalan lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat. Di bidang perumahan rakyat, Posyandu Melati mengembangkan kebun gizi dengan menanam berbagai jenis sayuran.

Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama juga disalurkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.

Sementara untuk mengatasi dampak kekeringan, Nawal bersama Taj Yasin memantau penyaluran bantuan air bersih sebanyak 10 tangki kepada warga Desa Triguno.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari implementasi layanan enam SPM, khususnya bidang pekerjaan umum, sekaligus mendukung program PKK Sigab dalam menghadapi dampak musim kemarau.

“Di samping itu juga kami menyusun satu buku panduan PKK Sigab untuk mitigasi bencana bagi kader PKK, karena hal ini penting menurut kami,” kata Nawal.

Menurut dia, keberadaan panduan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas kader dalam menghadapi potensi bencana sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan edukasi mitigasi sejak dari lingkungan tempat tinggalnya.

Minyak Jelantah Diubah Jadi Nilai Ekonomi

Selain enam layanan SPM, Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah juga mulai mendorong program pengelolaan minyak jelantah agar memiliki nilai ekonomi.

Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Gapura Mas Lestari (GML) dan PT Biosirkular Inovasi Indonesia. Kader Posyandu dan PKK dilibatkan dalam pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat.

Program itu diarahkan tidak hanya untuk mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang tambahan nilai ekonomi bagi keluarga.

Nawal meminta masyarakat mulai membiasakan pemilahan sampah dan limbah rumah tangga, termasuk minyak jelantah, sehingga tidak langsung dibuang dan justru dapat dikumpulkan untuk dimanfaatkan kembali.

“Saya minta disosialisasikan, bahwa ada pemilahan sampah dan limbah untuk minyak jelantah. Saat ini sudah dikumpulkan di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.