Jateng

Resmi, Ribut Hari Wibowo Serahkan Jabatan Kapolda Jateng Kepada Roy Hardi

Muhammad Husni Mushonifi | 6 Oktober 2026, 17:38 WIB
Resmi, Ribut Hari Wibowo Serahkan Jabatan Kapolda Jateng Kepada Roy Hardi

JATENG.AKURAT.CO,  Pergantian kepemimpinan di Polda Jawa Tengah resmi ditandai dengan Upacara Serah Terima Pataka Maneka Tunggal Dharma dari Kapolda Jateng Irjen Pol Dr. Ribut Hari Wibowo kepada Kapolda Jateng yang baru, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan.

Upacara tersebut digelar di Mapolda Jawa Tengah, Selasa (6/10/2026) pagi, dan dihadiri Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman para pejabat utama Polda Jateng, pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Tengah, serta jajaran personel Polda Jateng.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi penyambutan Kapolda Jateng yang baru. Wakapolda Jateng menyambut kedatangan Irjen Pol Roy Hardi Siahaan beserta istri di gerbang Mapolda Jateng. Penyambutan dilanjutkan dengan pengalungan karangan bunga sebelum Kapolda baru memasuki lobi Mapolda melalui jajaran kehormatan pedang pora.

Setibanya di lobi, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan disambut langsung oleh Kapolda Jateng sebelumnya, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah yang baru juga menerima buket bunga sebagai bagian dari tradisi penyambutan keluarga besar Polda Jateng.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan upacara inti, yakni Serah Terima Pataka Polda Jateng Maneka Tunggal Dharma. Kapolda lama dan Kapolda baru memasuki lapangan upacara bersama jajaran personel dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Jateng.

Dalam amanatnya, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengatakan serah terima Pataka merupakan bagian penting dalam perjalanan pengabdian sekaligus menjadi penanda estafet kepemimpinan di Polda Jateng.

Menurutnya, Pataka Maneka Tunggal Dharma bukan sekadar simbol dalam upacara, tetapi merepresentasikan kehormatan, jati diri, dan tanggung jawab seluruh personel Polda Jawa Tengah dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

“Hari ini juga saya menyerahkan Pataka Kapolda Jawa Tengah sebagai simbol kehormatan, jati diri dan tanggung jawab pengabdian untuk mengingatkan kita bagaimana kita akan mengabdikan diri dengan lebih baik kepada masyarakat. Berbagai capaian yang kita raih bukanlah keberhasilan seorang Kapolda, tapi adalah hasil kerja bersama seluruh keluarga besar Polda Jawa Tengah,” ungkapnya.

Irjen Pol Ribut juga berpesan kepada seluruh jajaran Polda Jateng untuk menjaga kehormatan Pataka, solidaritas, integritas, serta kepercayaan masyarakat. Ia meminta program-program yang telah berjalan dengan baik agar terus dilanjutkan di bawah kepemimpinan Kapolda yang baru.

“Karena itu saya berpesan, jaga kehormatan Pataka kita, jaga solidaritas, jaga integritas, dan jaga kepercayaan masyarakat. Lanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik. Kalau kemarin dukungan 100 persen, sekarang tingkatkan 200 persen. Semua loyalitas tetap lurus kepada Bapak Kapolda yang baru,” pesannya.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyampaikan bahwa pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun demikian, tugas, tanggung jawab, dan pengabdian Polri kepada masyarakat harus terus berjalan.

Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Irjen Pol Ribut Hari Wibowo selama memimpin Polda Jateng. Berbagai kebijakan, capaian, inovasi, serta nilai-nilai yang telah dibangun dinilai menjadi fondasi yang perlu dilanjutkan dan dikembangkan.

“Pataka ini bukan sekadar simbol seremonial. Di dalamnya terkandung sejarah perjuangan, nilai pengabdian para pendahulu, kehormatan institusi sekaligus amanah yang harus kita pertanggungjawabkan kepada masyarakat,” kata Roy Hardi.

Dalam menjalankan amanah tersebut, Roy Hardi menekankan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” melalui tiga fokus utama.

Pertama, Polri harus bertindak tegas terhadap tindak pidana yang meresahkan masyarakat, seperti narkotika, perjudian, begal, pencurian dengan kekerasan, serta berbagai bentuk kejahatan lainnya yang mengganggu rasa aman.

Kedua, ketegasan tersebut harus berjalan beriringan dengan pendekatan humanis, terutama terhadap kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang berada dalam posisi lemah.

Ketiga, Polri dituntut bergerak cepat dalam merespons laporan, pengaduan, maupun permintaan pertolongan masyarakat agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan ketika dibutuhkan.

“Kita harus bertindak tegas terhadap tindak pidana yang sangat meresahkan masyarakat. Kemudian kita harus humanis kepada kaum rentan, perempuan, disabilitas maupun mereka yang dianggap kaum lemah. Dan kita harus bergerak cepat terhadap semua laporan atau pengaduan yang masyarakat sangat membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Roy Hardi juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah dalam menjalankan tugas tersebut. Dukungan diharapkan datang dari Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh pemangku kepentingan.

“Kami mohon dukungan dari seluruh Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh stakeholder. Mohon kami diterima sebagai warga Jawa Tengah dan sebagai Kapolda Jawa Tengah,” ujarnya.

Serah Terima Pataka Maneka Tunggal Dharma menjadi simbol berlanjutnya estafet kepemimpinan di Polda Jawa Tengah. Pergantian pejabat Kapolda tidak mengubah komitmen institusi untuk menjaga kehormatan, menjalankan tanggung jawab, serta memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, semangat tersebut akan diwujudkan melalui penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan, pelayanan humanis kepada kelompok rentan, serta respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.