KPU Kota Semarang Dapat Hibah Rp500 Juta, Fokus Perbarui Data Pemilih hingga Persiapan Pemilu 2029

JATENG.AKURAT.CO, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang memperoleh dana hibah nonpemilihan senilai Rp500 juta. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat sejumlah program kepemiluan, mulai dari pemutakhiran data pemilih, sosialisasi dan pendidikan pemilih hingga persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Dana hibah itu sebelumnya telah diajukan KPU Kota Semarang pada 2025 dan kemudian dicairkan pada awal 2026 untuk digunakan membiayai berbagai program yang telah ditetapkan sebagai prioritas.
Ketua KPU Kota Semarang Ahmad Zaini mengatakan, dana tersebut bukan diperuntukkan bagi pelaksanaan tahapan pemilihan, melainkan mendukung kegiatan kelembagaan dan program pendidikan kepemiluan.
Hal itu disampaikan Zaini saat ditemui di Kantor KPU Kota Semarang, Senin (5/10/2026).
“Di tahun 2027 ini mendapatkan dana hibah nonpemilihan itu sebesar Rp500 juta. Dana hibah itu sudah kita ajukan di tahun sebelumnya, tahun 2025, dan penggunaannya di tahun 2026,” ujar Zaini.
Salah satu fokus penggunaan anggaran tersebut adalah pemeliharaan dan pemutakhiran data pemilih. KPU Kota Semarang menjalankan kegiatan Coktas dan Coklis Terbatas secara terbatas melalui pengambilan sampel untuk memastikan data pemilih tetap terjaga dan terus diperbarui.
“Penggunaannya sesuai dengan yang kita ajukan, yaitu skala prioritas sosialisasi dan juga dukungan data pemilih. Salah satunya adalah Coktas, Coklis Terbatas,” katanya.
Selain persoalan data pemilih, dana hibah juga dimanfaatkan untuk memperluas pendidikan pemilih. KPU menyasar sekolah serta kelurahan yang berdasarkan hasil pemilu sebelumnya memiliki tingkat partisipasi pemilih relatif rendah.
“Kemudian sosialisasi pendidikan pemilih, kita datang ke sekolah, kita datang ke kelurahan-kelurahan partisipasi rendah,” ungkapnya.
Program sosialisasi di tingkat kelurahan disusun berdasarkan evaluasi pelaksanaan Pemilu 2024. Setiap kecamatan memiliki satu kelurahan dengan tingkat partisipasi pemilih terendah yang kemudian dipilih sebagai sasaran kegiatan.
“Yang pertama adalah kegiatan sosialisasi di kelurahan terendah di tahun 2024. Kemarin ada satu kelurahan dari masing-masing kecamatan. Itu ada satu kelurahan dengan partisipasi paling rendah. Itu kita sasar untuk kita adakan sosialisasi,” jelas Zaini.
KPU Kota Semarang juga memberikan ruang bagi partai politik untuk memperkenalkan visi dan gagasannya kepada masyarakat. Fasilitasi tersebut dilakukan melalui program podcast yang hingga kini disebut hampir seluruhnya selesai dilaksanakan.
“Kemudian yang kedua, kita juga memfasilitasi partai politik untuk menyampaikan, mengenalkan visi-visinya ke masyarakat lewat podcast. Itu sudah berjalan dan ini hampir selesai,” ujarnya.
Program pendidikan kepemiluan juga diperkuat melalui seminar. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai pemilu, termasuk proses dan penyelenggaraannya.
“Kemudian kami ada juga seminar kepemiluan, di mana kita memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pemilu,” kata Zaini.
Tidak hanya seminar, KPU juga memasukkan forum group discussion (FGD) dalam rangkaian kegiatan yang didukung dana hibah. Selain itu, lokakarya khusus turut disiapkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029.
“Kemudian ada FGD itu kaitan dengan aktanisasi, kemudian lokakasi khusus untuk persiapan di tahun 2029,” tuturnya.
Sementara itu, program KPU Goes to School menyasar pemilih di lingkungan sekolah. Dalam pelaksanaannya, KPU menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk) untuk mendukung perekaman administrasi kependudukan secara langsung di lokasi kegiatan.
“Ada juga KPU Goes to School dengan menyasar pemilih-pemilih kita. Kita menggandeng Dispenduk untuk perekaman di lokasi itu sekalian,” jelasnya.
Menurut Zaini, seluruh rangkaian program tersebut pada dasarnya diarahkan untuk memenuhi tiga kebutuhan utama, yakni memperbarui data pemilih, meningkatkan pendidikan pemilih, serta memberikan pembinaan teknis kepada pemilih.
“Jadi kegiatan-kegiatannya di sana tentang pemutakhiran data, pendidikan pemilih dan teknis pembinaan pemilih,” pungkas Zaini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kolaborasi Huawei x Pop Mart: Nova 16 Pro dan Watch Fit 5 Hirono Edition Resmi Dirilis
- 2Jadwal Lengkap F1 GP Bahrain di Malaysia 2–4 Oktober 2026, Ada Live Streaming
- 3UPDATE Live Skor! PSIS vs Adhyaksa FC: Sundulan Miftahul Hamdi Bawa Laskar Mahesa Jenar Unggul 1-0 di Babak Pertama
- 4Cuma Dari YouTube, Reiga Luwes Menari Sampai Bikin Orang Tua Bangga
- 5Pakar Hukum Tata Negara Soroti Perkara Ijazah Gibran di MK: Dinilai Jadi Terobosan Hukum dan Menyisakan Persoalan Kewenangan
- 6Starting Grid MotoGP Jepang 2026: Jorge Martin Pole Position, Marc Marquez Membayangi di Posisi Kedua
- 7BAGANA Blora Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 65 KK Terdampak Kekeringan di Randublatung
- 8itel A300+ Resmi Siap Masuk Indonesia 10 Oktober 2026, Ini Spesifikasi dan Fiturnya
- 9Jadwal MotoGP Jepang 2026 dan Cara Nonton Live Streaming: Persaingan Sengit Marc Marquez & Jorge Martin
- 10Bukan Sekadar Pelantikan, MES Jateng Siapkan Ekonomi Syariah Tembus Pasar Global




