Selain Exit Tol Bawen, Ini 6 Jalur Turunan Paling Berbahaya di Jawa Tengah yang Wajib Diwaspadai

JATENG.AKURAT.CO, Melintasi jalanan di Jawa Tengah memang selalu memberikan pengalaman visual yang memanjakan mata, mulai dari perbukitan hijau hingga hamparan sawah yang asri.
Namun, di balik keindahannya, tersimpan tantangan besar bagi para pengendara, terutama menjelang musim mudik Lebaran 2026 yang kian dekat.
Baru-baru ini, publik kembali dikejutkan dengan insiden memilukan berupa kecelakaan beruntun di Exit Tol Bawen pada Selasa malam (3/3/2026) yang melibatkan banyak kendaraan akibat dugaan rem tidak berfungsi.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa memahami karakteristik jalanan, terutama turunan berbahaya di Jawa Tengah, bukan lagi sekadar himbauan, melainkan kewajiban.
Artikel ini akan mengulas titik-titik rawan kecelakaan, mulai dari kawasan Bawen hingga jalur ekstrem lainnya, serta memberikan panduan teknis agar Anda tetap aman saat menghadapi medan yang menantang.
Tragedi Exit Tol Bawen: Mengapa Titik Ini Begitu Rawan?
Kecelakaan yang terjadi pada awal Maret 2026 di Exit Tol Bawen menambah daftar panjang catatan kelam di lokasi tersebut.
Secara teknis, jalur dari arah terminal Bawen menuju Salatiga memiliki kontur menurun yang cukup panjang.
Banyak kendaraan besar yang mengalami kegagalan fungsi pengereman karena suhu rem yang meningkat drastis setelah menempuh perjalanan jauh di jalan tol.
Kurangnya antisipasi terhadap titik henti di ujung turunan sering kali menjadi penyebab utama tabrakan karambol yang merusak fasilitas umum dan membahayakan nyawa.
6 Daftar Jalur Turunan Paling Berbahaya di Jawa Tengah
Selain Bawen, ada beberapa titik yang secara historis sering memakan korban akibat kontur jalannya yang ekstrem:
1. Turunan Kertek – Wonosobo
Terletak di gerbang masuk Kabupaten Wonosobo, jalur ini memiliki turunan yang sangat panjang dengan gradien kecuraman yang tinggi.
Kendaraan berat sering kali mengalami overheat pada sistem rem di sini.
2. Turunan Silayur – Ngaliyan, Semarang
Jalur ini merupakan urat nadi logistik menuju kawasan industri.
Perpaduan antara kepadatan pemukiman, volume truk besar, dan turunan tajam membuat area Silayur sangat rawan bagi pengendara motor maupun mobil pribadi.
3. Jalan Raya Purworejo – Magelang
Jalur arteri ini memiliki segmen turunan tajam yang mengecoh.
Pengemudi yang tidak familiar sering kali melaju terlalu kencang sebelum menyadari adanya tikungan di ujung turunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless





