Dishub Kota Semarang Pastikan Pengetatan Pengawasan Usai Truk Tronton Alami Kecelakaan di Turunan Silayur

JATENG.AKURAT.CO, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menegaskan akan memperketat pengawasan dan pembatasan kendaraan berat di kawasan turunan Silayur, Ngaliyan, menyusul kecelakaan truk tronton sumbu tiga yang terjadi di depan RS Permata Medika pada Jumat (10/4/2026) pagi pukul 09.00 WIB.
Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya selama ini telah melakukan langkah pengendalian terhadap kendaraan sumbu tiga yang akan melintasi jalur turunan Silayur, terutama pada jam-jam yang telah ditentukan.
“Izin Pak, setiap pagi kita halau di Bundaran BSB. Untuk tindak lanjut akan dilakukan penutupan portal saat jam larangan. Petugas juga sudah melakukan penyekatan kendaraan bermotor sumbu tiga yang akan turun ke Jl. Prof. Hamka sebelum jam yang ditentukan,” ujar Danang.
Ia menambahkan, arus lalu lintas di kawasan tersebut pada saat kejadian sempat terpantau ramai lancar dengan kondisi cuaca cerah. Namun demikian, insiden kecelakaan yang melibatkan truk tronton tersebut tetap menjadi perhatian serius pihaknya.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB itu diduga dipicu oleh truk yang tetap melintas di jalur turunan Silayur, yang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kota Semarang.
Kondisi jalan yang menurun tajam membuat jalur tersebut memiliki risiko tinggi bagi kendaraan berat, terutama jika tidak sesuai dengan aturan operasional.
Dishub menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan, termasuk penguatan sistem penyekatan dan kemungkinan penambahan penutupan portal pada jam larangan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya disiplin terhadap aturan pembatasan kendaraan berat di jalur Silayur, yang selama ini telah berulang kali menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas dengan dampak serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








