ChatGPT Punya Tubuh! OpenAI Siap Luncurkan Perangkat Perdana Tahun Ini, Tantang Dominasi Apple?

JATENG.AKURAT.CO, Gosip terbaru dari dunia teknologi lagi hangat-hangatnya nih! Setelah sekian lama kita mengenal ChatGPT sebagai asisten virtual di layar komputer atau ponsel, sekarang OpenAI kabarnya mau bikin perangkat fisik yang benar-benar didedikasikan buat si pintar ini.
Awalnya, banyak yang ngira bakal berupa wearable alias perangkat yang bisa dipakai, kayak earbud atau alat tempel di belakang telinga gitu.
Tapi, kok ya, informasi terbaru malah bilang lain. Jangan-jangan kita salah nebak? Atau mungkin ada perubahan rencana di internal OpenAI? Yang jelas, seorang eksekutif senior OpenAI udah ngasih kode kalau produk perdana mereka bisa meluncur tahun ini juga.
Wah, bikin penasaran banget, kan? Apalagi buat kita yang sehari-hari udah akrab sama ChatGPT buat bantu ngerjain tugas, cari ide, atau sekadar ngobrol kalau lagi suntuk.
Speaker Berkamera: Produk Pertama OpenAI?
Nah, menurut laporan dari The Information, produk pertama OpenAI itu bukan earbud, melainkan sebuah speaker pintar yang dilengkapi kamera.
Iya, kamu nggak salah baca. Kameranya katanya bisa dipakai buat berbagai fungsi. Misalnya, speaker ini bisa mengenali benda-benda di atas meja atau bahkan mendengarkan obrolan orang-orang di sekitarnya.
Terus, kamera ini juga disebut-sebut mendukung biometrik buat autentikasi, mirip kayak Face ID-nya Apple.
Jadi, pas mau beli sesuatu atau transaksi, tinggal tatap aja speaker-nya, beres. Harganya diprediksi bakal ada di kisaran 200 sampai 300 dolar AS atau sekitar 3 sampai 4,5 juta rupiah.
Lumayan terjangkau buat perangkat canggih kayak gitu, tapi ya kita lihat aja nanti realisasinnya.
Bukan Cuma Speaker: Kacamata Pintar dan Lampu Pintar Juga Disiapkan
Tapi, ceritanya nggak berhenti di speaker aja. OpenAI ternyata punya ambisi lebih besar.
Masih dari sumber yang sama, mereka juga lagi mengembangkan kacamata pintar yang ditenagai ChatGPT.
Cuma, sayangnya, kacamata ini diprediksi baru bakal muncul setelah tahun 2028. Masih lama banget, ya.
Selain itu, ada juga prototipe lampu pintar dan beberapa perangkat eksperimental lainnya. Tapi, ingat, ini semua masih tahap awal banget.
Belum ada jaminan bakal beneran dijual ke publik. Bisa jadi cuma jadi proyek iseng atau malah dibatalkan di tengah jalan. Namanya juga riset, ya.
Lalu, Apa Kabar Perangkat Wearable yang Sempat Bocor?
Nah, ini yang bikin agak bingung. Sebelumnya, sempat beredar bocoran soal perangkat audio dengan nama kode Sweetpea.
Perangkat ini digambarkan mirip earbud nirkabel, tapi punya desain yang unik. Alih-alih dimasukin ke dalam lubang telinga, perangkat ini rencananya bakal ditempel di belakang telinga. Jadi kayak aksesoris gitu, dan tetap bisa ngakses ChatGPT secara hands-free.
Sayangnya, dalam laporan terbaru ini, perangkat yang satu itu nggak disebut-sebut sama sekali.
Mungkin proyeknya diubah, ditunda, atau malah digabung dengan ide speaker tadi? Kita tunggu aja perkembangan selanjutnya.
Definisi dan Manfaat Perangkat ChatGPT
Jadi, apa sih sebenarnya perangkat dengan teknologi ChatGPT ini? Secara sederhana, ini adalah perangkat keras yang dirancang khusus buat menjalankan asisten AI secara optimal, tanpa harus bergantung pada ponsel atau komputer.
Manfaatnya? Yang paling jelas adalah kemudahan akses. Kita bisa ngobrol, bertanya, atau minta bantuan AI kapan aja dan di mana aja, tanpa perlu buka aplikasi.
Buat yang sibuk, ini bisa jadi asisten pribadi yang sangat membantu. Misalnya, sambil masak, kita bisa tanya resep ke speaker.
Atau sambil jalan, kita bisa minta kacamata pintar buat nerjemahin papan nama asing. Potensinya gede banget.
Risiko dan Kekhawatiran yang Perlu Dipertimbangkan
Tapi, di balik kecanggihannya, ada beberapa risiko yang perlu kita pikirkan. Pertama, soal privasi.
Perangkat yang dilengkapi kamera dan mikrofon, apalagi yang bisa "mendengarkan obrolan" atau "mengenali benda", jelas berpotensi jadi alat pengintai yang ampuh. Data kita bisa direkam dan mungkin disalahgunakan.
Kedua, soal keamanan data. Kalau sampai perangkat ini diretas, dampaknya bisa sangat fatal. Ketiga, soal ketergantungan.
Jangan-jangan kita malah jadi makin malas mikir karena semuanya dibantu AI. Ini butuh keseimbangan, sih.
Kesalahan Umum dalam Menyikapi Bocoran Produk
Sebagai konsumen, kita harus bijak dalam menyikapi bocoran-bocoran kayak gini. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah:
- Langsung Percaya 100%: Bocoran tetaplah bocoran, bisa jadi akurat, bisa juga meleset. Jangan langsung beli mahal-mahal atau berharap terlalu tinggi.
- Membanding-bandingkan secara berlebihan: Setiap produk punya kelebihan dan kekurangan. Jangan buru-buru bilang produk A lebih jelek dari produk B, apalagi produknya aja belum rilis.
- Mengabaikan aspek privasi: Seringkali kita terlalu terpesona sama fitur canggih, tapi lupa mempertimbangkan dampaknya terhadap data pribadi kita.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Kapan tepatnya produk ini akan dirilis?
Belum ada tanggal pasti. Baru ada indikasi dari eksekutif OpenAI bahwa peluncuran bisa terjadi pada tahun ini. Kita tunggu pengumuman resminya aja.
2. Apakah speaker ini bakal dijual di Indonesia?
Belum tahu. Biasanya peluncuran produk teknologi dimulai dari Amerika Serikat dulu, baru menyusul ke negara lain. Kita lihat aja nanti perkembangannya.
3. Apa bedanya dengan Google Home atau Amazon Echo?
Speaker ini didedikasikan khusus untuk ChatGPT, yang notabene adalah AI dengan kemampuan bahasa yang sangat canggih. Interaksinya mungkin bakal lebih natural dan mirip ngobrol sama manusia.
4. Apakah kita perlu bayar langganan ChatGPT lagi?
Belum ada informasi soal ini. Mungkin saja harga perangkat sudah termasuk layanan, atau mungkin ada model langganan terpisah.
Menanti Masa Depan Interaksi dengan AI
Jadi, intinya, OpenAI sedang bersiap melompat dari dunia perangkat lunak ke perangkat keras.
Produk pertama mereka kemungkinan besar adalah speaker dengan kamera, bukan perangkat wearable seperti yang banyak diduga.
Meski masih banyak misteri dan bocoran yang simpang siur, yang jelas masa depan interaksi manusia dengan AI bakal semakin menarik.
Bayangin, kita bisa ngobrol langsung dengan asisten pintar lewat perangkat khusus, tanpa perlu buka hape.
Tapi, ingat, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kesadaran akan privasi dan keamanan data.
Jadi, yuk kita tunggu aja dengan penuh antusiasme, tapi tetap berpikiran kritis. Siapa tahu, tahun ini kita bakal punya teman ngobrol baru yang bentuknya speaker mungil di ruang tamu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










