OpenAI Terancam Bangkrut? Bakar Rp700 Triliun per Tahun, ChatGPT Terpaksa Mulai Pasang Iklan!

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), ironisnya salah satu pemain terbesar justru menghadapi tekanan finansial serius.
OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, dilaporkan mengalami kerugian besar yang berpotensi membuat kas perusahaan habis dalam waktu kurang dari dua tahun.
Situasi ini mendorong OpenAI mengambil langkah strategis: mulai pasang iklan di ChatGPT.
Langkah ini memicu perdebatan luas, terutama soal masa depan AI gratis, privasi pengguna, dan perubahan arah bisnis OpenAI yang dulunya berstatus nirlaba. Lalu, seberapa genting kondisi OpenAI saat ini?
OpenAI Diprediksi Bakar Miliaran Dolar Setiap Tahun
Menurut laporan The New York Times yang dikutip oleh Futurism, OpenAI diperkirakan akan menghabiskan lebih dari US$8 miliar pada 2025 dan US$17 miliar pada 2026.
Bahkan, proyeksi ke depan menunjukkan angka yang jauh lebih mengkhawatirkan.
Berdasarkan laporan The Information, OpenAI diperkirakan akan membakar:
- US$35 miliar pada 2027
- US$45 miliar pada 2028
Angka ini melonjak drastis dibandingkan proyeksi sebelumnya, di mana kerugian tahun 2028 diperkirakan “hanya” US$11 miliar. Artinya, estimasi terbaru meningkat lebih dari empat kali lipat.
ChatGPT Mulai Uji Coba Iklan di Versi Gratis dan Go
Menghadapi tekanan finansial tersebut, CEO OpenAI Sam Altman mengumumkan bahwa perusahaan akan mulai menguji iklan di ChatGPT, khususnya pada:
- Versi Gratis
- Paket ChatGPT Go (paket baru seharga US$8 per bulan)
Iklan ini tidak akan muncul di paket Pro, Business, Enterprise, maupun akun anak-anak.
Janji OpenAI Soal Iklan dan Privasi Pengguna
Sam Altman menegaskan bahwa iklan tidak akan mengganggu kualitas jawaban ChatGPT. Ia menyampaikan beberapa komitmen utama, antara lain:
- Jawaban ChatGPT tidak akan dipengaruhi iklan
- Iklan akan dipisahkan dan diberi label jelas
- Percakapan pengguna tidak dibagikan ke pengiklan
- OpenAI tidak menerima bayaran untuk memanipulasi jawaban AI
Altman juga menyebut bahwa iklan akan diupayakan tetap relevan dan bermanfaat bagi pengguna.
Model Bisnis Baru demi AI Gratis
Menurut Altman, banyak orang ingin menggunakan AI secara intensif tanpa harus membayar.
Oleh karena itu, OpenAI berharap model berbasis iklan bisa menjadi solusi untuk menjaga akses AI gratis tetap tersedia.
Namun, efektivitas strategi ini masih menjadi tanda tanya besar, mengingat biaya operasional AI—mulai dari server, chip, hingga energi—terus melonjak.
Kontroversi Status OpenAI dan Gugatan Elon Musk
Sebagai pengingat, OpenAI awalnya didirikan sebagai organisasi nirlaba. Namun, pergeseran ke model bisnis komersial menuai kritik, termasuk dari Elon Musk, salah satu pendiri awal OpenAI.
Musk menuduh OpenAI gagal mempertahankan misi awalnya dan kini menggugat perusahaan tersebut.
Konflik ini semakin memperkuat narasi bahwa OpenAI berada di persimpangan penting dalam sejarahnya.
Bisakah Iklan Menyelamatkan OpenAI?
Keputusan OpenAI menguji iklan di ChatGPT menandai perubahan besar dalam strategi perusahaan.
Di satu sisi, ini bisa menjadi jalan keluar untuk menopang biaya operasional AI yang sangat mahal.
Di sisi lain, langkah ini berisiko menggerus kepercayaan pengguna jika tidak dikelola dengan transparan.
Pertanyaannya kini: apakah model iklan cukup kuat untuk menyelamatkan OpenAI dari krisis finansial, atau justru membuka babak kontroversi baru dalam dunia AI?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










