Transfusi Dua Minggu Sekali, Adelina Bertahan Lawan Talasemia Berkat JKN

JATENG.AKURAT.CO, Program BPJS Kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menjadi harapan bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan penyakit katastropik.
Pengobatan rutin dan berkelanjutan yang dijamin program ini memberi kepastian bagi pasien untuk terus berjuang menjalani hidup.
Hal itu dirasakan langsung oleh Adelina Puspitasari (30), ibu satu anak asal Borobudur, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.
Baca Juga: Kepesertaan JKN 85 Persen, Kota Semarang Raih Penghargaan UHC Award
Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia telah berjuang melawan talasemia—kelainan darah yang membuatnya harus menjalani transfusi darah seumur hidup.
“Saya kena talasemia itu sejak umur sembilan tahun. Waktu kecil sering lemas, pusing, dan badan kelihatan pucat. Dulu dibawa ibu ke puskesmas, awalnya dikira anemia biasa lalu diberi rujukan ke rumah sakit untuk transfusi,” ucap Adelina saat ditemui di kediamannya, Senin (23/02).
Namun, kondisinya tak kunjung membaik. Beberapa bulan berselang, tubuhnya kembali lemas, disertai pusing dan pucat di sekujur badan.
Pemeriksaan lanjutan pun dilakukan. Hasilnya, kadar hemoglobin (Hb) dalam darahnya hanya mencapai angka empat—jauh di bawah normal.
“Karena itu akhirnya dilakukan cek HbE (Hemoglobin E) untuk memastikan kelainan darah. Dari situlah saya divonis talasemia,” ujarnya.
Sejak saat itu, hidup Adelina tak pernah lepas dari jadwal transfusi. Ia kini terdaftar sebagai peserta JKN melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang dibiayai Pemerintah Kota Semarang.
Baginya, jaminan kesehatan ini menjadi penopang utama agar ia bisa terus bertahan.
“Alhamdulillah dari dulu sampai sekarang sama sekali tidak pernah ada kendala, mulai dari tindakan, pemberian obat yang selalu tersedia, maupun transfusi. Apalagi dulu saat saya hamil, adanya UHC ini sangat membantu kami sekeluarga,” katanya.
Saat ini, Adelina rutin menjalani transfusi darah dua minggu sekali di Rumah Sakit dr. Kariadi. Ia mengaku kondisi tubuhnya jauh lebih baik setelah transfusi.
“Sekarang tinggal menjaga pola hidup saja dan rutin transfusi darah. Setelah transfusi tubuh terasa lebih enakan,” jelasnya.
Adelina juga mengapresiasi berbagai kemajuan layanan JKN, salah satunya kemudahan perpanjangan surat rujukan yang kini bisa dilakukan langsung di rumah sakit bagi pasien talasemia.
“Dengan adanya program JKN dan UHC ini tentu sangat membantu, apalagi soal biaya yang pastinya tidak sedikit. Harus transfusi darah rutin, belum obat-obatan yang harus dikonsumsi. Tidak terbayangkan kalau harus pakai biaya mandiri,” tambahnya.
Ia berharap program JKN dapat terus berjalan dengan baik dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, khususnya para penyintas penyakit katastropik.
“Tentunya saya mengucapkan terima kasih. Dengan adanya BPJS Kesehatan dan UHC ini sangat membantu pengobatan saya dari dulu hingga saat ini,” tutup Adelina sambil tersenyum lebar.
**
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






