Jateng

Kendal Terus Dilanda Banjir, DPRD; Penanganan Banjir Tidak Bisa Lagi Dilakukan Secara Reaktif Dan Sektoral

Theo Adi Pratama | 20 Januari 2026, 14:46 WIB
Kendal Terus Dilanda Banjir, DPRD; Penanganan Banjir Tidak Bisa Lagi Dilakukan Secara Reaktif Dan Sektoral

JATENG.AKURAT.CO, DPRD Kabupaten Kendal menilai penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara reaktif dan sektoral.

"Dibutuhkan langkah strategis, terencana, dan berkelanjutan agar persoalan yang terus berulang ini tidak menjadi siklus tahunan tanpa solusi nyata, ujar Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, pada Selasa (20/1/2025).

Mahfud menegaskan bahwa banjir merupakan persoalan struktural yang menuntut penanganan menyeluruh, mulai dari daerah hulu hingga hilir.

Menurutnya, fokus pada wilayah terdampak saja tidak akan cukup jika akar persoalan di bagian hulu tidak disentuh secara serius.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kendal dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dinilai krusial, terutama untuk menopang kebutuhan anggaran dan menjalankan program pengendalian banjir berskala besar.

Banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal menjadi alarm keras akan belum tuntasnya persoalan tata kelola air di daerah tersebut.

Curah hujan tinggi yang diperparah kiriman air dari wilayah hulu kembali memunculkan ampak serius bagi aktivitas dan keselamatan warga.

"DPRD memandang, pembangunan dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir seperti normalisasi sungai, penguatan tanggul, pembangunan embung, hingga waduk penahan air harus menjadi agenda prioritas," tandas Mahfud.

Selain itu, pembenahan sistem drainase dan pengelolaan tata air di kawasan rawan banjir juga perlu dirancang dengan perencanaan matang dan pelaksanaan yang konsisten.

Mahfud menegaskan, DPRD Kendal akan terus menjalankan perannya dalam mengawal kebijakan penanganan banjir, baik melalui fungsi anggaran, pengawasan, maupun koordinasi lintas sektor.

"Harapannya, upaya konkret dapat segera diwujudkan agar masyarakat Kendal tidak lagi hidup dalam bayang-bayang banjir yang berulang," tutup Mahfud.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.