Desa Tempur Jepara Terisolasi Akibat Longsor, Akses Jalan Terputus Total

JATENG.AKURAT.CO, Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara menyebabkan terjadinya bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling.
Camat Keling, Lulut Andi Andriyanto mengatakan, seluruh akses masuk ke Desa Tempur lumpuh total.
Longsor terjadi setelah hujan lebat yang turun sejak kemarin, Jumat (9/1).
"Longsorannya banyak banget titik-titiknya. Batu-batu besar ada di jalan. Aksesnya tertutup. Pagi ini kita coba masuk dengan jalan kaki," kata Lulut, Sabtu (10/1).
Ia menyebut, sempat terjadi sungai meluap melewati beberapa jembatan sehingga mengakibatkan akses jalan utama Damarwulan - Tempur, Tempur - Duplak, dan jalan alternatif Tempur - Medani lumpuh total.
Sementara untuk longsor terjadi di puluhan titik, yakni di wilayah Dieng, ruas jalan pertigaan dekat tulisan selamat datang Desa Tempur, wilayah Kali Bayi, Pule, jembatan warna-warni.
"Longsor beberapa titik di sepanjang jalan utama," sebut Lulut.
Ia juga mengungkapkan, longsor dan banjir di Desa Tempur, Jepara, mengakibatkan sebuah rumah penggilingan kopi hanyut beserta isinya. Sebanyak 5 ton kopi dan mesin selep di Dukuh Kemiren dikabarkan hanyut.
Selain itu, ada satu kandang kambing beserta isinya hanyut. Kemudian satu rumah roboh akibat tertimpa pohon dan beberapa rumah lainnya rusak. Jaringan listrik di Desa Tempur juga terputus sejak Jumat (9/1) sore.
"Saya baru bisa terhubung dengan Carik (Desa Tempur) tadi malam pukul dua dini hari. Sekarang kami masih mengevakuasi dengan cara manual. Ada nakes (tenaga kesehatan) yang coba masuk ke sana, semoga bisa, agar ada pelayanan kesehatan di sana," tandasnya.
Saat ini evakuasi di Desa Tempur masih belum berjalan maksimal, karena jalur yang menuju ke lokasi masih tertutup longsoran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









