Intelektual Muda NU, Amri Zarois Ismail Desak PBNU Kembalikan Konsesi Tambang, Singgung Kasus Dera dan Munif

JATENG.AKURAT.CO, Polemik konsesi tambang yang dikaitkan dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus memantik reaksi dari berbagai kalangan.
Terbaru, intelektual muda NU sekaligus pengajar Rekayasa Ilmu Lingkungan di salah satu kampus di Semarang, Amri Zarois Ismail, SPd M Ling, mendorong agar PBNU mengembalikan seluruh konsesi tambang kepada pemerintah.
Menurutnya, keterlibatan dalam dunia pertambangan justru menciptakan kegaduhan internal yang menggerus marwah organisasi.
Amri menilai situasi yang terjadi saat ini mengingatkan pada fase sejarah NU tahun 1980-an, kala organisasi ini terlibat terlalu jauh dalam politik praktis sebelum akhirnya kembali ke Khittah 1926 pada Muktamar Situbondo tahun 1984.
“Bahwasanya NU seperti kembali pada siklus kegelapan. Dulu disusupi politikus, sekarang dirasuki penambang rakus,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Keterlibatan NU dalam Tambang Dinilai Bertentangan dengan Ideologi Organisasi
Dalam pandangan Amri, langkah PBNU menerima konsesi tambang justru bertolak belakang dengan nilai dasar Nahdlatul Ulama: menjaga hubungan dengan Tuhan (hablumminallah), hubungan antarmanusia (hablumminannas), serta hubungan dengan alam (hablumminal alam).
Ia menilai sebagian elite NU kini terjebak dalam perebutan materi yang melemahkan fondasi ideologis organisasi.
“Jika para kiai dan pimpinannya saja ribut berebut tambang, apa yang akan dicontoh generasi mudanya?” kritiknya.
“Ini menunjukkan betapa rapuhnya fondasi ideologi NU hari ini,” tandasnya.
Kasus Dera dan Munif
Amri juga menyinggung kasus yang menimpa Dera dan Munif, dua aktivis PMII Semarang dan kader muda NU yang disebutnya mengalami kriminalisasi saat mendampingi petani terdampak aktivitas pertambangan di Jepara.
Ia menilai keduanya justru mewakili nilai-nilai asli NU membela kelompok tertindas dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Mereka adalah oase di tengah gersangnya NU dari idealisme. Generasi muda yang tampil berani menjaga marwah akidah NU, terutama hablumminal alam,” ujarnya.
Mengutip peribahasa Jawa, ia menyebut fenomena ini sebagai kebo nyusu gudel, yang berarti generasi tua seharusnya belajar dari keteguhan generasi muda.
Kritik Pedas untuk Elite NU
Amri menyerukan agar warga NU yang “masih waras” menjaga solidaritas dan mendukung kader muda yang berjuang membela lingkungan. Sementara konflik elite NU, menurutnya, semestinya menjadi pelajaran bagi generasi selanjutnya.
“Biarlah yang tua berseteru. Kita, generasi muda NU, harus membangun fondasi ideologi yang mencerminkan akidah thayyibah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan seruan simbolik kepada generasi muda NU untuk tetap berpegang pada nilai-nilai para pendiri.
“Kalau ditanya kamu NU garis apa, bilang saja NU garis wahabi lingkungan. Tak apa tak mendapat syafaat Gus Ulil, yang penting masih bisa bergandeng di sarung Mbah Hasyim Asy’ari,” tuturnya geram.
Polemik Belum Mereda
Kontroversi konsesi tambang yang melibatkan PBNU memang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kritik datang dari berbagai kubu, sementara sebagian pihak menilai keterlibatan dalam konsesi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi organisasi.
Namun perdebatan mengenai etika, mandat organisasi, dan konsistensi dengan Khittah 1926 terus menjadi sorotan.
Pernyataan Amri Zarois Ismail menambah deret suara kritis dari kalangan muda NU yang meminta organisasi ini kembali ke peran sosial keagamaan dan menjauhi praktik ekonomi yang dianggap dapat menimbulkan konflik kepentingan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time
- 10Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini








