Selalu Terima Kiriman Sampah Saat Turun Hujan, Desa Pesisir di Kendal Jadi Langganan Banjir

JATENG.AKURAT.CO, Desa Turunrejo, Kecamatan Brangsong, kembali menjadi sorotan setelah wilayah pesisir ini terus-menerus menerima kiriman sampah setiap kali hujan mengguyur.
Sampah tersebut terbawa arus dari desa-desa di bagian selatan melalui dua aliran sungai irigasi yang melintasi kawasan tersebut, masing-masing berada di sisi timur dan barat desa.
Sungai di bagian timur kini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, membuat aliran air kerap meluap meski hujan hanya berlangsung singkat. Genangan air setinggi 5–10 sentimeter pun muncul di beberapa titik jalan desa, mengganggu aktivitas warga.
Sementara itu, sungai di sisi barat yang membelah Dusun Sijaro juga tak luput dari tumpukan sampah kiriman. Berbagai jenis sampah yang menumpuk kerap menyumbat aliran air, sehingga meningkatkan risiko banjir di wilayah permukiman.
Kepala Desa Turunrejo, Nur Hasyim, menjelaskan bahwa pemerintah desa telah menugaskan petugas kebersihan untuk mengatasi masalah tersebut menggunakan anggaran desa.
“Kiriman sampahnya banyak, sehingga kami menugaskan petugas untuk mengambilnya,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Sampah yang terkumpul biasanya diletakkan di sisi sungai untuk dikeringkan sebelum dibakar. Cara ini terpaksa dilakukan karena keterbatasan anggaran untuk menyewa armada pengangkut sampah menuju TPA.
Menurut Hasyim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal pernah sekali membantu dengan menurunkan truk untuk mengangkut sampah ke TPA.
Turunrejo sebenarnya telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce (TPSR) yang beroperasi sejak setahun lalu. Namun fasilitas tersebut hanya menangani sampah rumah tangga warga, tidak termasuk sampah kiriman dari aliran sungai.
Kepala Dusun Sijaro, Khamdan, mengungkapkan bahwa pihak dusun telah memasang sekat di sisi selatan permukiman untuk mengurangi masuknya sampah ke sungai yang melintasi tengah desa. Warga juga rutin menggelar kerja bakti guna membersihkan sungai dari tumpukan sampah.
“Warga kadang iuran untuk menyewa armada agar sampah bisa dikumpulkan jadi satu dengan sampah yang diangkut dari sungai,” ujarnya sembari menunjukkan tumpukan sampah setinggi sekitar satu meter dan panjang mencapai 20 meter.
Khamdan menambahkan bahwa sampah kiriman selalu datang setiap kali hujan turun. Pada musim kemarau, aliran sungai justru mengering dan bersih dari sampah.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih dalam menangani persoalan sampah kiriman yang terus membebani desa.
“Kami menantikan perhatian lebih dari pemerintah daerah, karena persoalan sampah tak bisa diselesaikan sendirian oleh desa,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










