Jateng

Viral, Mahasiswi Undip Diduga Lakukan Tindakan Berbahaya Ke Diri Sendiri, Psikolog Kampus Diharap Tingkatkan Pelayanan

Theo Adi Pratama | 11 November 2025, 18:20 WIB
Viral, Mahasiswi Undip Diduga Lakukan Tindakan Berbahaya Ke Diri Sendiri, Psikolog Kampus Diharap Tingkatkan Pelayanan

JATENG.AKURAT.CO, Kabar viral datang pagi ini, Selasa (11/11/2025) dari kawasan Banjar­sari belakang sebuah laundry (Novva Laundry), di mana seorang mahasiswi berinisial FF, dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK Undip), diduga melakukan aksi berbahaya terhadap dirinya sendiri.

Dikutip dari akun instagram @smg_reposttt, Seorang penjual yang berlokasi di depan kos-kosan tempat kejadian menyampaikan bahwa sekitar pukul 05.50 WIB ia menyaksikan beberapa orang, antara lain pengemudi ojek online (ojol) dan beberapa laki-laki berbadan tegap masuk ke dalam kos tersebut. 

Sekitar satu jam kemudian datang ambulans ke lokasi. Penjual tersebut mengatakan kepada wartawan. 

“Ketika ambulans datang saya kaget, saya curiga ada apa sampai ambulans datang, saya tanya bapak ojolnya, katanya ada mahasiswi hendak melakukan aksi bundir namun untungnya selamat, mahasiswi tersebut katanya orang jauh bukan orang Semarang," ujarnya. 

Menurut informasi dari pihak kampus, mahasiswi tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Undip (RS Undip) dan kini dalam pendampingan oleh kampus, aparat dari Polsek Tembalang, serta pihak kelurahan. Keluarga mahasiswa juga sudah diberi tahu dan berada di rumah sakit.

Akibat kejadian ini, banyak pihak menyerukan agar setiap kampus meningkatkan layanan psikolog gratis atau dukungan kesehatan mental bagi mahasiswa, karena dugaan bahwa tekanan akademik dan sosial di lingkungan kampus masih marak termasuk fenomena “senioritas” yang menimbulkan stres berat pada mahasiswa.

Isu Kesehatan Mental Mahasiswa

Kasus ini muncul di tengah sorotan publik terhadap tingginya risiko gangguan kesehatan mental di kalangan mahasiswa di Indonesia. 

Misalnya, dalam kasus sebelumnya di kampus yang sama, seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran ditemukan meninggal bunuh diri pada Agustus 2024. Korban diduga mengalami perundungan oleh seniornya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.