BIKIN KAGET! Salatiga yang Terkenal Damai Mendadak Mencekam! Ada Apa dengan Demo yang Berakhir Ricuh?

JATENG.AKURAT.CO, Selama ini, Kota Salatiga dikenal sebagai kota yang adem dan damai, bahkan saat ada aksi demo.
Namun, situasi berubah drastis pada malam tanggal 29 Agustus 2025 kemarin.
Sebuah aksi damai yang awalnya berjalan lancar, tiba-tiba berubah menjadi mencekam dan ricuh.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Baca Juga: Demo di Semarang Ricuh, Tiga Mobil dan Kantin Terbakar di Kantor Pemprov Jateng
Berawal dari Aksi Damai Ojol, Berakhir Tegang di Depan Polres
Aksi bermula dengan Aksi Damai & Doa Bersama Ojol yang berjalan tertib.
Namun, setelahnya, datang kelompok massa lain yang berorasi di depan Polres.
Situasi ini memicu ketegangan, dan pihak berwajib pun terpaksa membubarkan massa.
Akibatnya, bentrokan pun tak terhindarkan, membuat suasana malam itu berubah total.
Video yang diunggah oleh akun TikTok @infokabarsalatiga memperlihatkan bagaimana chaos-nya kejadian tersebut.
Teriakan, kerumunan, dan ketegangan antara massa dan aparat kepolisian terekam jelas, membuat warganet yang melihatnya ikut merasa khawatir.
Warganet Ikut Menyesal: "Salatiga Terkenal Damainya Bisa Keras"
Kejadian ini langsung menuai komentar dari warganet. Banyak yang menyayangkan kenapa kota yang dikenal damai seperti Salatiga bisa terjadi kericuhan.
Beberapa komentar yang membanjiri postingan tersebut menunjukkan kekecewaan dan kekhawatiran mereka.
"Salatiga terkenal damainya bisa keras," tulis akun Harris Sudarto darto.
"kenapa demo nya gak rapi tersruktur gitu. jangan buat kericuhan gitu ngeri anjir tkut mancing emosi trus makin parah jadi hal yg gak di inginkan," tulis akun ilmyyy.
"Kota Damai Aksi Damai di susupi provokator sayangnya tidak diantisipasi," tulis akun AS_Seven7.
"kok dadi rusuh to, ngisin2i," tulis akun burgerkukus.
Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sangat menyayangkan kejadian ini.
Mereka berharap ketenangan yang selama ini menjadi ciri khas Salatiga bisa kembali.
Aksi damai seharusnya tidak ternodai dengan provokasi yang justru menimbulkan kerusuhan dan ketidaknyamanan bagi banyak pihak.
Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak. Bukankah lebih baik jika aspirasi disampaikan dengan cara yang damai tanpa merugikan siapa pun?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 8Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless





