PR Pemkot Semarang untuk Memberi Solusi Bagi Bangunan Sekolah yang Rentan Terdampak Banjir dan Abrasi

AKURAT.CO, Penangan bangunan sekolah yag terkena bencana, terutama banjir atau abrasi di kawasan Semarang bagian Utara menjadi pekerjaan rumah yang cukup rumit bagi Pemnerintah Kota Semarang.
Hal tersebut juga menjadi perhatian serius DPRD Kota Semarang yang selama ini cukup merasa kesulitan mencari solusi.
Karena dengan jumlah populasi yang besar, bangunan sekolah tidak cukup mampu menahan derasnya abrasi dan banjir sehingga setiap tahun bangunan harus ditinggikan.
Anang Budi Utomo selaku sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang mengamini banhwa memang cukup rumit mencari solusi atas masalah tersebut.
Baca Juga: Anang Budi Utomo Dukung Penuh Program Gerbang Harapan Bangsa, Bisa Lanjutkan Program GNOTA
“Penanganan sekolah yang terkena banjir memang cukup rumit ya,” ujarnya pada Rabu (17/4/2024).
Selain soal geografis dan sempitnya lahan karena jumlah populasi yang besar, bangunan-bangunan sekolah juga sangat banyak dengan luasan yang besar.
Namun Anang mencoba memberi dua tawaran alternative, pertama dengan melakukan mitigasi bencana dan kedua dengan melakukan penguatan struktur bangunan namun fleksibel untuk ditinggikan.
“Karena jumlahnya banyak dan luasan keseluruhan juga sangat besar sehingga ada dua pendekatan, pertama mitigasi bencana banjir dan kedua penanganan bangunan yang terkena banjir dengan peninggian struktur dan penguatan kualitas bangunan,” ungkapnya.
Baca Juga: DPKS Dukung Penuh Program Gerbang Harapan yang Dipelopori Dinas Pendidikan Kota Semarang
Pemerintah Kota Semarang sendiri hingga saat ini masih melakukan penambahan jumlah bangunan sekolah di wilayah Semarang bagian Selatan karena ketersediaan lahan yang luas dan topografi yang lebih aman dari ancaman abrasi dan banjir.
“Kesulitan yang paling ekstrem kan di kawasan Semarang bagian utara uang kerap terkena rob sehingga selama ini kalaupun ada penambahan sekolah maka sulit dilakukan di wilayah Semarang baguan Utara. Kebanyakan ya larinya ke Semarang bagian Selatan,” bebernya.
“Tapi mitigasi bencana harus terus dilakukan untuk memperkecil dampak yang dihadapi satuan pendidikan jika terjadi bencana banjir. Ini penting,” tandsanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1UPDATE Skor LIVE SCORE! Indonesia vs Singapura, Cek Hasil Babak Pertama Kedua Full Time di FIFA ASEAN Cup 2026, Malam Ini!
- 2Vietnam vs Filipina LIVE STREAMING GRATIS di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV FIFA ASEAN Cup 2026
- 3Prediksi SKOR Vietnam vs Filipina FIFA ASEAN Cup 2026: Head to HEAD - Susunan Pemain, Menang Siapa?
- 4Italia vs Belgia Live di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV Nations League 2026
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6Prediksi Skor Turki vs Prancis: Era Baru Zidane Diuji, Tuan Rumah Incar Kejutan
- 7Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 8UPDATE! Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 2 Peringkat Usai Bungkam Singapura 2-0, Dapat Tambahan 4,12 Poin
- 9F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 10UPDATE! Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Malaysia di Puncak, Indonesia Punya Misi Geser Harimau Malaya









