Jateng

Bledug Kramesan: Fenomena Alam Biasa, Tidak Perlu Panik

Afri Rismoko | 25 Maret 2024, 14:51 WIB
Bledug Kramesan: Fenomena Alam Biasa, Tidak Perlu Panik

AKURAT.CO, Bledug Kramesan, fenomena mud volcano yang terletak di Dusun Medang, Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menarik perhatian setelah terjadinya gempa Bawean pada 22 Maret 2024 dengan skala 6.5 SR.

Ditemukan sekitar 3,4 km dari Bledug Kuwu, Bledug Kramesan memiliki ketinggian sekitar 25 meter dari permukaan tanah, merupakan bagian dari fenomena geologi yang telah diakui keberadaannya melalui naskah-naskah kerajaan di Jawa.

Aktivitas semburan lumpur yang meningkat pasca gempa tidak dianggap sebagai kejadian luar biasa.

Baca Juga: Aksi Tawuran Remaja di Kota Semarang Mulai Marak, Team Elang Polrestabes Semarang Berhasil Amankan Pelaku

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc., menjelaskan bahwa ini merupakan respons alamiah dari sistem migrasi hidrokarbon dan lumpur yang menjadi lebih aktif akibat rekahan yang terbentuk.

Badan Geologi menghimbau masyarakat sekitar untuk tidak merasa panik dan menghindari informasi yang tidak bertanggungjawab atau tidak memiliki dasar keilmuan yang jelas.

Masyarakat diingatkan untuk mengandalkan sumber-sumber informasi resmi dan ilmiah untuk memahami fenomena alam ini.

Baca Juga: Dua Pengendara Ojol, Gojek dan Maxim Adu Mulut di Stasiun Poncol Semarang

Lebih lanjut, Badan Geologi memastikan akan terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Edukasi kepada publik akan terus dilakukan agar fenomena alam seperti Bledug Kramesan dan Bledug Kuwu ini dapat dipahami dengan benar, serta tidak menyebabkan kekhawatiran yang berlebihan.

Peristiwa alam seperti ini menunjukkan betapa dinamisnya geologi di Indonesia, dan menjadi pengingat akan pentingnya pemahaman geologi bagi masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A