Jateng

Pemkot Semarang Pastikan Berikan Bantuan Kepada Nelayan yang Terdampak Cuaca Ekstrem

Theo Adi Pratama | 22 Maret 2024, 15:03 WIB
Pemkot Semarang Pastikan Berikan Bantuan Kepada Nelayan yang Terdampak Cuaca Ekstrem

AKURAT.CO, Pemkot Semarang memastikan bakal memberikan bantuan kepada nelayan yang terdampak cuaca ekstrem.

Ada dua wilayah kampung nelayan yang terdampak, bahkan banyak kapal nelayan mengalami kerusakan yakni di wilayah Mangunharjo dan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu.

Saat ini Dinas Perikanan Kota Semarang tengah melakukan inventarisasi perahu nelayan yang rusak itu.

Baca Juga: PPKH Sayung dan PMII Demak Bantu Korban Banjir, Ini yang Dilakukan

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Sih Rianung menyebut, ada 24 perahu nelayan yang hanyut, satu perahu diketahui hilang dan belum ditemukan sampai sekarang.

Dari jumlah tersebut enam perahu mengalami kerusakan ringan dan delapan mengalami kerusakan sedang.

"Lima perahu milik nelayan rusak berat, ada mesin kapal yang mengalami kerusakan, bahkan ada dua mesin yang hilang. Ada pula alat tangkap seperti jaring yang hilang," ujarnya.

Rianung memastikan, seperti arahan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, pihaknya bakal intens berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penanganan paska-bencana.

Baca Juga: 2.001 Pelanggar Ditilang Selama Operasi Keselamatan Candi 2024 di Kota Solo

Apalagi sejumlah nelayan bahkan tidak melaut karena cuaca buruk ditambah mengalami kerusakan perahu dan peralatannya.

"Kita akan komunikasi dengan OPD lainnya, para nelayan ini nggak bisa melaut, jadi butuh bantuan sembako. Selama ini bantuan hanya berupa nasi bungkus," tuturnya.

Selain itu, ia mengaku memang perlu dibangun jembatan darurat bagi nelayan di RW 7 Mangkang Wetan.

Baca Juga: Jokowi Kunjungi Lokasi Banjir di Demak, Kudus, dan Grobogan Memantau Arus Masuk Bantuan

Jembatan yang selama ini jadi penghubung putus karena terdampak banjir. Jembatan ini biasanya digunakan untuk aktivitas nelayan sekaligus untuk sandar perahu.

"Kemarin juga ada evaluasi perlu dipasang alat peringatan dini banjir (early warning system) di sungai Plumbon dan Beringin, terutama yang dekat dengan kampung nelayan," imbuhnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.