Jateng

Boyolali dalam Sorotan: Ini Runtutan Peristiwa Penganiayaan Relawan Ganjar oleh Oknum TNI

Afri Rismoko | 31 Desember 2023, 12:58 WIB
Boyolali dalam Sorotan: Ini Runtutan Peristiwa Penganiayaan Relawan Ganjar oleh Oknum TNI

AKURAT.CO, Insiden serius terjadi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, di mana dua relawan dari salah satu pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah oknum anggota TNI.

Insiden yang didokumentasikan dalam sebuah video dan tersebar di media sosial ini telah dikonfirmasi oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo.

Menurut Wiweko, oknum anggota dari Yonif 408/Sbh terlibat dalam dugaan penganiayaan tersebut.

Baca Juga: Berikut Bagan Resmi Jadwal Pertandingan Semifinal Sampai Final Liga 3 Jateng

Saat konferensi pers di Makodim 0724/Boyolali, ia menyampaikan bahwa Denpom IV/Surakarta masih meminta keterangan dari anggota terkait untuk proses hukum yang sedang berjalan.

"Saya sampaikan kasus penganiayaan tersebut benar adanya dan pelakunya adalah beberapa oknum anggota dari Yonif 408/Sbh. Perlu diketahui sampai saat ini Denpom IV/Surakarta masih meminta keterangan terhadap para anggota untuk kepentingan proses hukum," kata Wiweko didampingi Danyonif 408/SBH Letkol (Inf) Slamet Hardiyanto dalam konferensi pers di Makodim 0724/Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (31/11/2023).

Baca Juga: Duka Mendalam Ganjar Pranowo Untuk Relawan Klaten, Serukan Perdamaian dalam Politik

Dugaan penganiayaan terjadi saat beberapa anggota TNI yang sedang olahraga bola voli mendengar suara bising dari kendaraan dengan knalpot brong yang melintas berulang kali dan memutuskan untuk menyelidiki sumber suara tersebut, yang berujung pada insiden tersebut.

Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo menjelaskan bahwa insiden ini diduga terjadi karena adanya kesalahpahaman.

Baca Juga: Jadwal Resmi Semifinal Liga 3 Jateng 2023 Telah Dirilis: Siapakah yang Akan Melaju ke Final?

Saat ini, pihak berwenang sedang menangani situasi tersebut dan oknum anggota yang diduga terlibat akan diproses hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dia juga menegaskan bahwa pihak militer sangat menyesalkan dan menyayangkan peristiwa tersebut dan berkomitmen untuk menegakkan aturan hukum yang berlaku.

Baca Juga: Duel Sengit Macan Muria: Persiku Kudus Vs Persibangga di Babak Semifinal Liga 3 Jateng, Catat Tanggalnya

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam IV/ Diponegoro, Kolonel Richard Harison, telah membenarkan bahwa penyelidikan intensif sedang dilakukan terhadap insiden yang terjadi di depan markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh.

Peristiwa tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara prajurit TNI dan dua korban, berawal dari beberapa pengendara motor yang menggunakan knalpot brong melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Baca Juga: Duel Sengit Macan Muria: Persiku Kudus Vs Persibangga di Babak Semifinal Liga 3 Jateng, Catat Tanggalnya

Menurut Kolonel Harison, anggota TNI yang sedang bermain voli keluar dari gerbang untuk menyelidiki kebisingan tersebut.

Ini berujung pada konfrontasi dengan dua pengendara sepeda motor yang sedang memainkan gas kendaraannya, dan sayangnya, situasi memanas hingga terjadi penganiayaan.

Menurutnya, Pangdam IV/ Diponegoro telah mengambil tindakan tegas dengan memerintahkan Danyonif Raider 408/Sbh serta Komandan Denpom IV/4 Surakarta untuk memproses hukum seluruh anggota yang terlibat menurut prosedur hukum yang ada.

Baca Juga: Larangan Suporter Away Liga 3 Jateng: Manajemen Persip Pekalongan Menghimbau Kepatuhan Demi Keamanan Bersama

Dia menyebut, Pangdam juga menginstruksikan koordinasi dengan pemangku kepentingan untuk pengobatan korban.

 

Agustina Wilujeng, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Ganjar-Mahfud Daerah Jawa Tengah, mengungkapkan penyesalan mendalam atas kejadian pemukulan terhadap relawan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal proses hukum melalui Denpom.

 

Insiden ini menimbulkan keprihatinan serius tentang keamanan relawan politik dan menggarisbawahi pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan.

Baca Juga: Penemuan Fosil Gading Gajah Purba Mampu Mengungkap Perjalanan Sejarah Kehidupan Purba di Kudus

 

Kejadian ini juga memperjelas komitmen pimpinan militer dalam memastikan bahwa setiap anggota yang melanggar disiplin akan menghadapi konsekuensi hukum yang sesuai.

 

Masyarakat dan para pihak terkait diharapkan mengikuti perkembangan kasus ini dengan seksama dan memberikan dukungan kepada para korban.

Kantor DPC PDI-P Boyolali juga akan mengadakan konferensi pers untuk membahas masalah ini lebih lanjut, yang akan dipimpin oleh Ketua DPC PDI-P Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A