Jateng

Stunting di Kota Semarang Turun, Ini Data Terbaru per September 2023

Theo Adi Pratama | 29 Oktober 2023, 20:50 WIB
Stunting di Kota Semarang Turun, Ini Data Terbaru per September 2023

AKURAT.CO SEMARANG - Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam melaporkan ada penurunan jumlah penderita stunting pada bulan September 2023.

Saat diwawancarai pada Minggu (29/10/2023), Abdul Hakam melaporkan setidaknya ada penurunan sebanyak 84 anak. 

Baca Juga: Sukses Besar, Etawalin Dieng Run Lari Atas Awan 2023 Tarik Ribuan Pelari

Hal ini dilihat dari angka stunting pada Agustus 2023, ada sebanyak 1.022 anak, sedangkan menjadi 938 anak pada September 2023.

"Terjadi penurunan 84 anak. Sedangkan untuk Oktober ini, pendataan angka stunting masih berjalan," ungkap Hakam. 

Baca Juga: Awanngroup Beri Apresiasi Kepada Warga Semarang yang Beri Komentar Positif Terhadap Pembangunan Kota

Hakam menjelaskan, bahwa kasus stunting sampai September 2023 ada sebanyak 938 anak, sedangkan pada Agustus 2023 tercatat ada 1.022 anak.

Upaya Pemkot Semarang untuk menangani stunting di Kota Semarang dengan melakukan kolaborasi dan menjalin kerjasama menggandeng semua pihak, dari mulai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), NGO, Pengusaha, dan Organisasi Profesi.

Baca Juga: OJK Tegaskan Peran Penting Literasi dan Inklusi Keuangan dalam Mencapai Kesejahteraan Masyarakat, Ini Sebabnya

"Mereka dirangkul untuk bersama bergotong -royong mengatasinya," ujar Hakam.

Belasan program yang telah digencarkan oleh Dinkes Kota Semarang, diantaranya mengajak kalangan swasta atau pengusaha untuk ikut memberikan intervensi pada anak balita atau baduta yang mengalami maupun memiliki resiko stunting.

Baca Juga: Riset Dosen UNNES: Ekstrak Kulit Rambutan Dapat Recovery Kerusakan Paru Akibat Rokok dan Vape

Dengan memberikan menu tambahan makanan sehat dan juga edukasi kepada orangtua mencegah stunting.

"Seperti program Cegah Stunting Bersama Pengusaha bersama Pengusaha (Cempaka) di Kota Semarang, Pelangi Nusantara (Pelayanan Gizi dan Penyuluhan Kesehatan anak serta Remaja), Daycare Rumah Pelita (Rumah penanganan stunting lintas sektor Bagi balita), Melon Musk (Milineal bergerak bergotong royong untuk menuntaskan stunting) dan lainnya," paparnya.

Baca Juga: Aktifitas Ahmadiyah Ditolak Kemenag, Ketua FKUB Jateng; Ahmadiyah Itu Islam

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengemukakan, Pemkot Semarang mencanangkan program Zero Stunting di tahun 2024.


Sedang pada tahun 2023 ini, persentase penurunan angka stunting di Kota Semarang sampai 10,4 persen.

"Kami sangat mengapresiasi Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia ( PPJI) yang ikut andil dalam penurunan stunting di Semarang dengan memberikan makanan bergizi," jelasnya.

Selain PPJI, pihaknya juga menggandeng kalangan perhotelan untuk juga membantu menangani stunting.

"Karena bisa menyediakan makanan sehat sesuai standar, bersama- sama dalam upaya melakukan intervensi kepada anak yang stunting,"kata Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang, baru-baru ini.

Sebelumnya, Ketua DPC PPJI Kota Semarang, Yanti M Sakoer menjelaskan, wujud dari program itu, pihaknya setiap hari mendistribusikan menu khusus yang diperuntukkan bagi anak stunting.


"Kami setiap hari menyediakan paling sedikit 480 dus makanan. Teknisnya kami melibatkan masing-masing puskesmas dari lokasi terdekat," ujarnya.

Menurut dia, program Cempaka bagian dari kepedulian para pengusaha katering di Kota Semarang terhadap anak stunting.

Adapun total pengusaha di Kota Semarang yang tergabung dalam asosiasi ini sekitar 180 anggota.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.