Harga Bitcoin Anjlok di Bawah US$63.000 Akibat Ketegangan Geopolitik Iran, Pasar Kripto Berguncang

JATENG.AKURAT.CO, Pasar kripto global mengalami tekanan hebat pada Sabtu (28/2) menyusul pecahnya konflik militer di Timur Tengah.
Harga Bitcoin (BTC) dilaporkan merosot tajam ke bawah level US$64.000 setelah muncul laporan serangan udara terhadap sejumlah target di Iran, yang memicu kepanikan pada aset-aset berisiko tinggi.
Data pasar menunjukkan Bitcoin sempat menyentuh titik terendah di angka US$63.038 (sekitar Rp1,06 miliar) sebelum tertahan di kisaran US$64.000 pada sesi perdagangan pagi di New York.
Tidak hanya Bitcoin, Ether (ETH) sebagai aset kripto terbesar kedua juga terjun bebas hingga 4,5% ke level US$1.836.
Berdasarkan data dari CoinGecko, eskalasi militer ini menyebabkan nilai pasar aset digital global menguap sekitar US$128 miliar atau setara Rp2.153 triliun dalam waktu singkat.
Guncangan ini dipicu oleh laporan ledakan besar di Teheran yang terjadi sesaat sebelum Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan terkait kampanye militer tersebut.
Situasi semakin memanas setelah Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke berbagai lokasi strategis di Timur Tengah, termasuk ancaman terhadap pangkalan AS di Irak.
Investor Beralih ke Aset Safe Haven
Susannah Streeter, Chief Investment Strategist di Wealth Club, menilai bahwa aksi militer yang terjadi lebih cepat dari perkiraan pasar ini telah mengubah peta investasi secara mendadak.
"Kita akan melihat arus dana kembali mengalir ke aset safe haven seperti emas. Investor saat ini berupaya melindungi modal mereka di tengah ketidakpastian konflik yang sangat sulit diprediksi," jelasnya dalam catatan resmi, Sabtu (28/2).
Berbeda dengan emas yang cenderung menguat saat konflik, Bitcoin justru menunjukkan tren pelemahan.
Penurunan ini memperpanjang tren bearish pasar kripto dalam beberapa bulan terakhir.
Hingga saat ini, Bitcoin telah terkoreksi sekitar 50% dari rekor tertingginya yang sempat menembus US$126.000 pada awal Oktober lalu.
Meskipun terjadi penurunan, beberapa analis melihat reaksi pasar kripto masih dalam batas wajar mengingat fungsinya sebagai satu-satunya pasar yang buka 24 jam saat akhir pekan.
"Bitcoin berperan sebagai katup pelepas tekanan ketika peristiwa besar terjadi di hari libur bursa tradisional," kata Justin d’Anethan, Head of Research di Arctic Digital.
Ia menambahkan, bahwa volatilitas kali ini tidak sedrastis sebelumnya karena posisi leverage (pinjaman) di pasar sudah banyak tersapu sejak beberapa bulan lalu.
Di saat pasar saham tutup, para investor beralih ke platform desentralisasi seperti Hyperliquid untuk bertransaksi komoditas yang ditokenisasi.
Harga kontrak minyak, emas, dan perak dilaporkan melonjak di platform tersebut sebagai respon terhadap krisis geopolitik.
Namun, tekanan jual pada derivatif Bitcoin tetap tinggi. Analisis CryptoQuant mencatat adanya volume jual sebesar US$1,8 miliar hanya dalam waktu satu jam pada Sabtu pagi.
Analis kripto Sylvain Olive mengingatkan agar investor tetap waspada.
"Arus dana saat ini lebih didorong oleh emosi dan manajemen risiko daripada dinamika struktural. Dibutuhkan pendekatan yang sangat hati-hati dalam menghadapi situasi ini," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kolaborasi Huawei x Pop Mart: Nova 16 Pro dan Watch Fit 5 Hirono Edition Resmi Dirilis
- 2Jadwal Lengkap F1 GP Bahrain di Malaysia 2–4 Oktober 2026, Ada Live Streaming
- 3UPDATE Live Skor! PSIS vs Adhyaksa FC: Sundulan Miftahul Hamdi Bawa Laskar Mahesa Jenar Unggul 1-0 di Babak Pertama
- 4Cuma Dari YouTube, Reiga Luwes Menari Sampai Bikin Orang Tua Bangga
- 5Pakar Hukum Tata Negara Soroti Perkara Ijazah Gibran di MK: Dinilai Jadi Terobosan Hukum dan Menyisakan Persoalan Kewenangan
- 6Starting Grid MotoGP Jepang 2026: Jorge Martin Pole Position, Marc Marquez Membayangi di Posisi Kedua
- 7BAGANA Blora Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk 65 KK Terdampak Kekeringan di Randublatung
- 8Jadwal MotoGP Jepang 2026 dan Cara Nonton Live Streaming: Persaingan Sengit Marc Marquez & Jorge Martin
- 9Prediksi Skor Persis Solo vs Kendal Tornado FC: Laskar Badai Pantura Diuji Atmosfer Panas Manahan
- 10Bukan Sekadar Pelantikan, MES Jateng Siapkan Ekonomi Syariah Tembus Pasar Global







