Jateng

BRIN Jateng Survei Tanaman Sorgum di Demak untuk Tingkatkan Produksi Ternak

Afri Rismoko | 11 Oktober 2023, 13:15 WIB
BRIN Jateng Survei Tanaman Sorgum di Demak untuk Tingkatkan Produksi Ternak

 

AKURAT.CO, Demak adalah satu penghasil sorgum terbesar di Indonesia setelah Nusa Tenggara Timur, sorgum ini sendiri merupakan salah satu tanaman pangan lahan kering yang potensial dan juga dapat digunakan sebagai pangan,  pakan, dan bioenergi (bioetanol).

Selain itu Sorgum juga mampu beradaptasi pada lahan marginal dan membutuhkan air relatif lebih sedikit karena lebih toleran terhadap kekeringan dibanding tanaman pangan lain.

Tanaman yang termasuk ke dalam biji-bijian sereal ini, kaya akan nutrisi. Adapun kandungun nutrisi yang terdapat dalam sorgum diantaranya kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, tembaga, besi, magnesium, kalium dan fosfor.

Banyak petani di Indonesia, termasuk Demak yang gemar menanam sorgum karena tanaman ini mampu beradaptasi pada lingkungan yang kering, panas, dan berbagai kondisi tanah.

Baca Juga: Pemkot Semarang Jamin Keberlanjutan Festival Pendamping Beras

Menurut Plt Kepala Dinas Tanaman dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan menjelaskan bahwa biji sorgum juga tengah dikembang di Demak untuk secara perlahan mendampingi beras yang merupakan sumber pangan utama.

“Sorgum ini mempunyai kualitas nutrisi sebanding dengan jagung dan beras, bahkan kandungan proteinnya lebih tinggi, namun kandungan lemaknya lebih rendah. Oleh karena itu, sorgum dimanfaatkan sebagai penyangga pangan penduduk di lebih 30 negara,” ujarnya.

Hal inilah yang menarik Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN) Jawa Tengah untuk datang ke Demak pada Selasa (5/10) lalu. Mereka mengunjungi Kelompok Tani Margo Raharajo di Desa Raji Kecamatan Demak yang diketuai oleh Sarian dan didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan Agus Susilo.

Baca Juga: Beredar Video Seorang Perempuan Diduga Tewas Melompat Dari Atas Mall Paragon

Kedatangan BRIN Jateng ini adalah untuk melakukan survey komoditas sorgum, atau yang di Jawa lebih dikenal dengan sebutan Cantel. Tanaman ini merupakan tanaman tinggi protein atau setara jagung dana dipakai untuk meningkatkan produksi ternak ruminansia.

Dijelaskan bahwa pada bagian vegetatifnya (akar, batang, dan daun) sorgum mempunyai nilai protein kasar (pk) 12,8%, yang jika dibudidayakan untuk pakan ternak, sangat membantu peternak terutama ternak ruminansia pada musim kemarau. Sorgum sendiri mudah beradaptasi di lingkungan tropis dan sangat potensial di musim hujan.

“BRIN Jateng melakukan survey luas tanam sorgum di Desa Raji berkaitan untuk substitusi pengganti bahan baku pakan ternak,” ujar Agus.

Baca Juga: Mbak Ita Berkantor Sementara di TPA Jatibarang

Menurutnya, Sorgum biasanya ditanam dengan sistem tumpang sari pada musim kemarau. Akar Sorgum dapat mencapai lapisan subsoil untuk menyerap air dan nutrisi, sementara itu daunnya mengandung lapisan lilin untuk mengurangi penguapan.

“Sorgum Merah dan Numbu merupakan jenis yang paling baik tetapi bibitnya sulit didapatkan. Sorghum dapat dipanen sebanyak dua hingga tiga kali. Hal ini berarti dapat memangkas upah tenaga kerja, lama waktu penanaman, dan benih yang dibutuhkan,” pungkasnya. (ADV/Pemkab Demak)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A