Tembakau Demak Panen Raya, Harga Mencapai 60 ribu per Kilonya

AKURAT.CO DEMAK - Sektor pertanian merupakan pendukung utama dalam pelaksanaan percepatan pembangunan di Kabupaten Demak.
Dengan memanfaatkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang tersedia, masyarakat terus berupaya mengintensifkan budidaya dari berbagai jenis tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi salah satunya adalah tanaman tembakau.
Baca Juga: SMK Bhumi Phala Parakan Salurkan Bantuan Air Bersih, 23 Desa di Temanggung Alami Kekeringan
eDmikian dikatakan Wakil Bupati Demak KH. Ali Makhsun M.S.I saat membuka Farm Field Days (FFD) dan panen tembakau di Desa Candisari Kecamatan Mranggen Demak kemarin.
Menurut Wabup, tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan di Kabupaten Demak yang bersifat spesifik lokalita artinya bisa dikembangkan dengan teknologi yang sesuai dengan potensi agroekosistem wilayah.
“Tanaman ini hanya dapat tumbuh dan berkembang baik di tiga wilayah meliputi Kecamatan Mranggen, Karangawen, dan Guntur, yang terkenal dengan jenis tembakau Mranggenan,” ujarnya.
Baca Juga: KBPP Deklarasikan Ganjar Pranowo
“Masalah yang sering dihadapi oleh petani tembakau adalah fluktuasi harga jual tembakau dan posisi tawar petani yang rendah. Disamping itu, kondisi cuaca/ iklim yang kurang mendukung sangat berpengaruh terhadap rendahnya kualitas dan produksi tembakau,” imbuhnya kemudian.
Menurutnya melalui acara ini mereka bisa saling bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, dan mempelajari praktik-praktik terbaik dalam budidaya tembakau yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Karena di era globalisasi saat ini, kita perlu mengembangkan model pertanian yang tidak hanya menghasilkan panen yang melimpah, namun juga menjaga kesuburan tanah, keseimbagan ekosistem, dan kesejahteraan petani.
Baca Juga: Pria Beratribut Banser dalam PKS Bersholawat Punya KTA PKS
Selanjutnya Pemerintah akan terus berupaya mendorong peningkatan kualitas bahan baku dan pengembangan model usaha tani tembakau melalui penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) guna memfasilitasi para petani. Menjadi harapan bersama, para petani dapat lebih termotivasi dalam melaksanakan budidaya.
“Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. Mari kita tingkatkan semangat gotong royong, saling mendukung, dan menjaga sinergi yang telah terjalin. Semoga hasil panen kali ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua, baik dari segi ekonomi maupun social,” pungkas Wabup.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Demak Agus Herawan menambahkan, meski saat ini el nino tengah melanda namun tembakau di Demak malah membawa berkah karena harga yang tinggi mencapai 50 ribu hingga 60 ribu per kilonya. Dimana harga ini belum pernah dicapai sebelumnya oleh para petani tembakau di Demak.
“Selain tembakau hasil panen kacang hijau di Kecamatan Kebonagung juga bagus,” ujarnya.
“Bahkan penjualan gabah di wilayah kecamatan Bonang, Sayung, dan Karangtengah mengalami penjualan tertinggi dengan nilai Rp 8300 per kg, namun berimbas dengan harga beras yang ikut naik. Kita patut bersyukur El Nino di Demak membawa berkah tersendiri. Kemarin hasil rapat di Balai Besar untuk waduk Kedungombo air akan dialirkan pada 15 September, dan prakiraan BMKG, hujan akan turun pada November mendatang, semoga tembakau sudah panen semua,” pungkasnya. (ADV/Pemkab Demak)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










