Jateng

Awas Sindikat TPPO Online Scam, Ini Ciri-ciri Penipuan Kerja di Luar Negeri: Tawarkan Gaji Selangit

Theo Adi Pratama | 16 September 2023, 14:46 WIB
Awas Sindikat TPPO Online Scam, Ini Ciri-ciri Penipuan Kerja di Luar Negeri: Tawarkan Gaji Selangit

AKURAT.CO SEMARANG - Masyarakat diwanti-wanti tak tergiur iklan di media sosial, yang menjanjikan kerja di luar negeri dengan tawaran gaji tinggi.

Iming-iming tawaran gaji tinggi dan administrasi yang tak berbelit, bisa jadi modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bekerja di luar negeri.

Banyak di antara korban TPPO yang awalnya tergiur iklan di medsos, tanpa melakukan croscek terlebih dahulu dengan instansi terkait, hingga akhirnya tertipu.

Baca Juga: Livescore Hasil Akhir Liga 2 Hari Ini Sabtu 16 September 2023, Persipal Sulut United Persekat Tegal Deltras FC

“Tipologi online scam itu menawarkan gaji tinggi, bisa sampai 1.200 dolar AS (Rp18 juta). Selain itu, juga dijanjikan bonus hingga miliaran rupiah. Nah, dari situ mereka tertarik. Ini juga menyasar warga berpendidikan tinggi,” papar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati.

Berdasarkan catatannya, selama kurun waktu 2022-2023, sebanyak 90 warga Jateng tersandung TPPO.

Ema mengamati, tindak kriminal tersebut mulai marak sejak tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Yalla Shoot TV Score 808 Live Streaming Liga 2 Persipal Palu vs Sulut United Ilegal, Tonton Gratis Klik Ini

Adapun, korban biasanya ditempatkan di negara-negara seperti Filipina, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Vietnam.

Apalagi, imbuh Ema, sejak pandemi Covid-19 merajalela, perekonomian masyarakat banyak yang terpengaruh karena banyak korporasi dan usaha warga yang terdampak.

Selain itu, gaya hidup hedonis dan flexing, kini menjadi sebab banyaknya warga yang tergiur kerja di luar negeri dengan jalur tak resmi.

Baca Juga: IDN SCORE 808 Live Streaming Liga 2 Persipal Palu vs Sulut United Hari Ini Ilegal, Klik GRATIS Link Resmi

Dia menyebut banyak modus TPPO, mulai dari penjualan organ, bayi, dan online scam.

Dalam hal modus online scam, WNI yang direkrut diberi tugas untuk menipu orang lain lewat sarana media sosial, telepon, dan sebagainya.

“Pencegahannya, kita ajak kepala desa untuk mengidentifikasi jika ada warganya kerja ke luar negeri. Juga kita terus sosialisasikan kalau mau kerja ke luar negeri melalui Disnaker atau BP2MI. Jangan sampai tergiur lewat media sosial,” terang Ema.

Baca Juga: 12 Tokoh Jateng Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif Indonesia 2023 versi FPPB

Sekretaris Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kemenlu RI Didik Eko Pujianto menyampaikan, animo masyarakat bekerja di luar negeri sangat tinggi. Karenanya, warga diminta lebih jeli.

“Tanyakan ke lembaga resmi, mulai dari RT, RW, kecamatan, hingga Dinas Ketenagakerjaan setempat. Cari informasi sebanyak-banyaknya, selalu check dan re-check,” ujarnya.

Didik menyebutkan, negara yang biasanya digunakan sebagai tempat TPPO, biasanya memiliki sistem hukum yang tidak kuat. Selain itu, negara tersebut seringkali dalam konflik.

Baca Juga: Clossing Trilogy Bank Jateng Tour de Borobudur 2023 di Blora, Angkat UMKM dan Promosikan Bandara Ngloram

Mawar (bukan nama asli), mengaku sempat terjebak sindikat TPPO.

Bermimpi kerja di Dubai, ia malah diterbangkan ke Myanmar untuk melakukan online scam.

“Saya diiming-imingi gaji 800 dolar AS (Rp12 juta). Ternyata saya diterbangkan ke Thailand dan malah disekap selama sembilan bulan di Myanmar. Dijaga oleh pemberontak bersenjata,” tuturnya.

Baca Juga: BPR Klepu Mitra Kencana Membuka Lowongan Pekerjaan, Cek Kualifikasinya!

Dia disuruh mencari korban melalui aplikasi dating seperti Tan-tan atau Mi-chat.

Dari situ dia diminta menipu orang-orang Indonesia. Namun, Mawar justru menolak bekerja, dan akhirnya dipulangkan setelah menghubungi KBRI setempat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.